Masjid yang kami kunjungi pertama adalah masjid
Al A’lam yang berada di daerah Marunda. Ada yang pernah ke sana..? Napak Tilas
berkunjung kesana sekaligus menimba ilmu kepada pengurus masjid, Bapak H. M
Sambo Ishak.
Bpk. H. M. Sambo Ishak berusia 70 tahun. Beliau
orang tanah abang asli dan pindah ke Marunda sebagai pengurus masjid Al a’lam
sejak tahun 1966. Haji Sambo, begitu beliau biasa disapa, bertemu jodoh
kemudian menikah dan menetap di Marunda hingga saat ini. Beliau ikhlas sebagai
pengurus masjid walau tanpa bayaran. “Cukuplah Allah yang akan membayar saya
dan itu lebih besar dari apapun.” ujar Bapak H. M Sambo ishak. MasyaAllah,
semoga kita dapat mencontoh keikhlasan Haji Sambo.
Sejarah Masjid Al A’lam
Masjid
Al A’lam atau sering disebut dengan masjid si pitung didirikan pada tahun 1640
oleh para walisanga (sembilan wali) dalam waktu sehari semalam. Masjid Al A’lam
diresmikan oleh pemerintahan pada tahun 1978. Sebenarnya masjid Al A’lam ini
tidak ada kaitannya dengan si pitung. Bahkan pengurus masjid menyampaikan
“kalau antum datang kesini hanya untuk mengetahui sejarah si pitung, saya stop
dan tidak saya lanjutkan karena itu cerita jaman dahulu sebelum saya lahir. Itu
pun cerita dari sesepuh saya yang sifatnya belum jelas kebenarannya, tapi kalau
kehadiran antum untuk mengetahui sejarah masjid saya siap.”.
Kenapa masjid Al A’lam disebut masjid si pitung?
Konon, pada masa penjajahan Belanda, Si Pitung pernah bersembunyi di masjid
ini. Si pitung adalah jawara dari batavia yang dijajah oleh negeri lain
selama 358 tahun. Keberadaan masjid Al A’lam ada ditengah hutan dan laut
sehingga cocok sebagai tempat persembunyian. Ada lubang di tembok masjid
sebelah kiri yang digunakan si pitung untuk mengintip kedatangan para penjajah.
Masjid Al A’lam sering
dikunjungi oleh wisatawan, baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan asing.
Sejarah yang berkembang di masyarakat mengenai si pitung menjadi daya tarik
tersendiri bagi wisatawan. Di halaman sekitar masjid, terdapat makam wali Allah
diantaranya makam alm. KH Jami’in bin Abdullah, al habib Abdul halim hay,
saripah jenap, saripah maryam dan makam warga sekitar yang usianya sudah
puluhan tahun.
Persis di samping masjid ada
sumur kerek yang rasa airnya payau (tidak asin juga tidak tawar), padahal posisi
masjid Al A’lam ini berada ditengah laut. Menurut informasi dari pengurus
masjid, air sumur itu dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Tentunya dengan
membaca basmallah dan sholawat. Air sumur hanya sebagai washilah saja.
Semoga Bermanfaat
0 comments:
Posting Komentar