Untuk menyembuhkan penyakit perut, shalawat ini dibaca 7 kali,
tiap-tiap satu kali ditiupkan pada satu gelas air kemudian diminum. Atau
sholawat ini dibaca 7 kali tiap kali membaca dituipkan pada telapak tangan
kemudian diusapkan pada perut yang sakit, Insya Allah akan segera sembuh dengan
ijin Allah.
Untuk hati yang sempit was-was dan bingung alias sumpek bacalah
sholawat ini sebanyak-banyaknya, agar kita dijauhkan dari berbagai penyakit
bacalah sholawat ini sebagai wirid setelah shalat maktubah (shalat fardhu) Insya
Allah akan terhindar dari segala macam penyakit.
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ
الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ
Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammadin
thibbil quluubi wadawaa-ihaa wa aafiyatil abdaani wa syifaa-ihaa wa nuuril
abshoori wa dhiyaa-iha, wa alaa aalihi washohbihii wasallam.
Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi
Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan
kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan
merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam
tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.
Sanad Ijazah Shalawat Thibbul Qulub (Syaikh Ahmad al-Dardir al-Khalwatiy)
Dalam kitab Saadah
al-Darain Fi Shalat Ala sayyid al-kaunain, syaikh Yusuf Ibn Ismail
al-Nabhani menisbahkan shalawat ini kepada Syaikh Abu al-Barakat Ahmad
al-Dardir.
Ada sedikit perbedaan
redaksi dari shalawat Thibb al-Qulub atau yang disebut juga shalawat
al-Thibbiyyah ini, dalam redaksi Syaikh Ahmad al-Shawiy tidak ada tambahan (وَقُوْتِ
اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا).
Tambahan tersebut
disebutkan oleh Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy dalam kitab Saadah
al-Darain Fi Shalat Ala Sayyid al-Kaunain. Kemudian Sayyid Muhammad Ibn
Alawiy al-Maliky mengukuhkan kembali dalam kitab Abwab al-Faraj dan Sawariq
al-Anwar Min Ad’iyah al-Sadah al-Akhyar.
Habib Abu Bakar Ibn
Abdullah Ibn Alawiy al-Atthas pengarang kitab Risalah al-Kautsar,
menamakan shalawat Thibb al-Qulub dengan sebutan shalawat Nur al-Abshar.
Syaikh al-Hasan ad-Daymainiy
at-Tijaniy membuat gubahan nazham dari redaksi shalawat Thibbul Qulub sebagai
berikut:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ
الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا . وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا . وَنُوْرِ
اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا . وَقُوْتِ اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا . وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ :
اَللـّٰهُمَّ صَلَيْنْ وَســَلَمَنْ عَلَى *
سَيِّدٍنَا محُــــَمَّدِ الَّذِيْ عَلَا
طِبٍ الْقُلٌوْبِ وَدَوَا عِــلَتِهَا * شَفِاءِ الْاَبـــْدَانِ
وَعَافِيَّتِهَا
وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ اَلَّذِيْ أَيْضَا بِهَ *
ضِــيَاؤَهَا وَآلِهِ وَصَحْبِهِ
Biografi Syaikh Ahmad al-Dardir
Imam Abu al-Barakat Ahmad
Ibn Muhammad Ibn Ahmad al-Adawiy al-Malikiy al-Khalwatiy yang dikenal dengan
Syaikh al-Dardir, seorang ulama shufi, pakar fiqh, teologi, tafsir, hadis,
gramatika dan lain-lain. Pendidikannya dimulai sejak beliau menghafal al-Qur’an pada masa
kecilnya. Kemudian melanjutkan ke al-Azhar dengan mengikuti perkuliahan para
ulama terkemuka di sana seperti Syaikh Muhammad al-Dafariy dan lain-lain.
Dalam studi hadis, Syaikh al-Dardir banyak belajar kepada Imam al-Shabbagh dan
Syamsuddin al-Hifniy. Dalam studi fiqh, beliau belajar kepada Imam Ali
al-Shaidi yang merupakan ulama terkemuka dalam mazhab Maliki. Lalu beliau
menjalani kehidupan shufi di bawah bimbingan Imam al-Hifniy. Setelah Imam Ali
al-Shaidi meninggal, Syaikh al-Dardir menggantikan posisinya sebagai mufti dan
guru besar dalam mazhab Maliki di Mesir, baik ilmu-ilmu zhahir maupun ilmu
bathin (tashawuf).
Syaikh al-Dardir dilahirkan pada tahun 1127 H/1715 M. Beliau wafat pada
tahun 1201 H/1786 M. beliau termasuk ulama produktif, meninggalkan sejumlah
karangan yang populer hingga kini. Karangannya meliputi bidang studi fiqh,
gramatika, tashawuf, teologi, tafsir dan lain-lain. Diantara karangannya dalam
bidang fiqh adalah Aqrab al-Masalik Li Mazhab al-Imam Malik, Syarh
Mukhtashar Khalil dan lain-lain. Dalam bidang gramatika beliau menulis Tuhfah
al-Ikhwan Fi ilm al-bayan. Dalam bidang teologi, karyanya yang popular dan
menjadi kajian para pelajar adalah al-Kharidah al-Bahiyyah, sebuah kitab
yang menguraikan teologi al-Asy’ariyah dalam bentuk Nazham.
Karomah Syaikh Ahmad al-Dardir
Syaikh Hasan al-Adawiy pernah
mengalami ujian berat yang dilakukan oleh penguasa Mesir. Kemudian beliau
teringat akan pesan gurunya, Syaikh Muhammad al-Siba’iy yang pernah mengabarkan
kepada beliau, bahwa engkau akan mendapatkan Futuh dari Syaikh al-Dardir. Sejak
saat itu Syaikh Hasan al-Adawiy melakukan ziarah ke maqam Syaikh al-Dardir dan
selalu bertawassul kepadanya. Sehingga pertolongan dan kemenangan, Allah
berikan kepada Syaikh Hasan al-Adawiy.
Keutamaan Shalawat Thibbil Qulub
Syaikh Ahmad Ibn Muhammad
al-Shawiy al-Malikiy berkata; “Apabila shalawat Thibil-Qulub dibaca sebanyak
400 kali atau 2000 kali, diniatkan buat orang sakit, maka dengan izin Allah,
penyakit apapun akan sembuh.”
Dihikayatkan
ada orang mendatangi Habib Ahmad Ibn Hasan al-Atthas di kota Huraidhah, ia
mengadukan perihal matanya yang telah mengalami gangguan penglihatannya.
Kemudian Habib Ahmad mengusap kedua mata orang tersebut dan beliau
memerintahkan agar ia memperbanyak membaca shalawat Thibb al-Qulub. Habib Ahmad
lalu berkata: “Habib Muhammad Ibn Zain Baabud telah mengabarkan diriku bahwa ia
berkata; mataku pernah mengalami ganguan penglihatan sehingga aku minta solusi
kepada Habib Shalih Ibn Abdullah al-Atthas kemudian beliau mengusap kedua
mataku dan beliau memerintahkan agar aku membaca shalawat Thibb al-Qulub setiap
hari sebanyak 300 kali, maka aku amalkan shalawat itu sehingga aku diberikan
kesembuhan yang segera.
Semoga Bermanfaat
0 comments:
Posting Komentar