Shalawat ini dinisbahkan kepada
salah satu wali besar yang merupakan ulama beken di zamannya Sayyidina al-Imam
al-Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Radhiyallahu Anhu. Shalawat ini beliau
catatkan dalam sebuah kitab yang beliau namakan al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr
al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Shalawat ini sering dibaca oleh para ulama nusantara dalam berbagai acara
istighatsah dan juga dibaca oleh masyarakat luas diberbagai masjid, mushalla
dan majelis-majelis taklim di jakarta dan sekitarnya.
Shalawat ini pertama kalinya dipopulerkan di jakarta melalui pemancar radio
assyafiiyah bali matraman dengan nagham (nada) yang sangat menyentuh indah
didengar dan terasa sejuk di hati pembaca dan pendengarnya.
Abuya K.H Saifuddin Amsir pendiri Pondok Pesantren al-Asyirah al-Qur’aniyah
Jakarta memasukan shalawat ini menjadi salah satu menu utama dari dzikir-dzikir
istighatsah Jakarta.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،
وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ
وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ
وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين
Alloohumma
sholli alaa sayyidinaa Muhammad, wa asyghilizh-zhoolimiin bizh-zhoolimiin, wa
akhrijnaa min bainihim saalimiin, wa alaa aalihi washohbihii ajma’in.
“Ya
Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah
orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya,
selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada
seluruh keluarga dan para sahabat beliau..”
0 comments:
Posting Komentar