Perisai Mukmin Sejati Perisai Mukmin Sejati

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

02 November 2025

Kemuliaan bershalawat atas Nabi Muhammad saw

Kemuliaan bershalawat atas Nabi Muhammad saw

Shalawat merupakan Jamak dari kata shalat, dengan arti doa, rahmat dari Tuhan, memberi berkah, dan juga merupakan ibadah. Bershalawat mempunyai pengertian: Apabila dari Allah berarti memberi rahmat, dari malaikat berarti memohonkan ampunan dan kalau dari kita (orang mukmin) berarti doa supaya diberi rahmat. Shalawat memegang kunci, sebab merupakan realisasi dari kecintaan umat kepada Sang Pembawa Penerang (Nabi Muhammad SAW) dengan shalawat kita bisa mendapatkan segala karuniaNya. Mengenai shalawat jelas-jelas Allah memerintahkannya, hal ini Allah SWT kemukakan dalam firmannya:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS.Al-Ahzab [33]: 56)


Para ahli tafsir mengatakan pada kata Nabi disini adalah Nabi Muhammad SAW. karena beliau selalu dipanggil bukan dengan namanya tetapi dengan julukan panggilan kemuliaan seperti Rasul atau Nabi tidak seperti Nabi-nabi yang lain, di ayat ini ulama mengatakan bahwa pada ayat tersebut Allah dan para Malaikatnya selalu bershalawat kepada Rasulullah sampai saat ini dan terus sedang dikerjakan, karena di ayat tersebut (yusholuuna) menggunakan kata kerja fi’il mudhori yaitu kalimat kata kerja yang sedang dilakukan dan terus menerus.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ ابْنُ عَثْمَةَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ يَعْقُوبَ الزَّمْععِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَيْسَانَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ شَدَّادٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرُوِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ

Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Qabishah dari Sufyan dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail dari Ath Thufail bin Ubai bin Ka’ab dari ayahnya berkata: Bila dua pertiga malam berlalu, Rasulullah Shallallaahu alahi wasalam bangun lalu bersabda: “Wahai sekalian manusia, ingatlah Allah, ingatlah Allah, tiupan pertama datang dan diiringi oleh tiupan kedua, kematian datang dengan yang ada padanya, kematian datang dengan membawa segala kelanjutannya, kematian datang dengan membawa segala kelanjutannya.” Berkata Ubai: “Wahai Rasulullah, aku sering membaca shalawat untuk baginda, lalu seberapa banyak aku bershalawat untuk baginda..?” Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam menjawab: “Terserah.” Aku bertanya: Seperempat..? Rasulullah Shallallahu alahi wasalam menjawab: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Setengah..? Beliau menjawab: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Dua pertiga..? ”Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk baginda”. Beliau bersabda: “Kalau begitu, kau dicukupkan dari dukamu dan dosamu diampuni.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. (HR. At Tirmidzi No.2381, Ahmad dan Al Hakim).


Pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. terdapat dalam hadits Rasulullaah dan kisah para ulama zuhud diantaranya:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِدِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa serta Ziyad bin Ayyub mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Aqadi dari Sulaiman bin Bilal dari Umarah bin Ghaziyyah dari Abdullah bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib dari ayahnya dari Husain bin Ali bin Abu Thalib dari Ali bin Abu Thalib ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebutkan di hadapannya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. (HR. At Tirmidzi No.3469, 3498 dan Ahmad No.7139).


أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ ححَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf dia berkata; telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dia berkata; telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dia berkata; Rasulullah Shalallaah alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya.” (HR. An Nasa’i No.1280, Ahmad No.13257 dan Al Hakim).


Dari Anas ra. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa disebutkan namaku disisinya, maka hendaklah ia mengucapkan shalawat kepadaku, karena barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah Azza wa Jalla bershalawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali”. (HR. Ibnu Sunni dengan isnad jayyid).

Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Syarik dari Laits dari Ka’ab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bershalawatlah untukku, karena itu adalah zakat bagi kalian, dan mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena itu adalah derajat di surga yang paling tinggi yang tidak akan bisa didapat kecuali oleh satu orang saja, dan aku berharap bahwa orang itu adalah aku.” (HR. Ahmad No.8415)

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur Al Kausaj dia berkata; telah memberitakan kepada kami Affan dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit dia berkata; datang kepada kami Sulaiman mantan budak Al Hasan bin ‘Ali pada masa Al Hajjaj, maka dia menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abu Thalhah dari Bapaknya bahwa pada suatu hari Rasulullah Shalallaah alaihi wasallam datang dengan wajah yang berseri-seri, maka kami berkata kepadanya, “Kami melihat wajahmu berseri-seri”. Kemudian beliau bersabda: “Malaikat datang kepadaku, ia berkata kepadaku; ‘Wahai Muhammad, Rabbmu berfirman, “Tidaklah Allah menjadikanmu ridha kalau ada seseorang yang bershalawat kepadamu kecuali Aku juga bershalawat kepadanya sepuluh kali”. Tidak ada seorangpun yang menyampaikan salam kepadamu kecuali Aku juga menyampaikan salam kepadanya sepuluh kali.” (HR. An Nasa’i No.1266 dan Ibnu Hibba, dengan sanad yang baik).

Telah menceritakan kepada kami Jubarah bin Al Mughallas berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Amru bin Dinar dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa lupa bershalawat kepadaku, maka ia akan keliru menempuh jalan ke surga. ”(HR. Ibnumajah No.898).

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Haiwah, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Shakhr bahwa Yazid bin Abdullah bin Qusaid menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah seseorang memberi salam kepadaku melainkan Allah azza wajalla akan mengembalikan ruhku hingga aku menjawab salamnya.”(HR. Ahmad No.10935, Abudaud).

At-Taimi meriwayatkan, bahwa Nabi saww. bersabda : “Bacalah shalawat untukku, maka bacaan shalawatmu untukku itu menjadi penebus dosamu, dan kesucian untuk dirimu, maka barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat padanya sepuluh kali (yakni rahmat Allah akan turun padanya sepuluh kali lipat).(di dalam Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrosyad).

Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali, maka Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan barangsiapa bershalawat untukku seratus kali, maka Allah menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak, dan kebebasan dari neraka dan ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mati syahid.”(HR. At Thabarani, di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad).

Nabi Muhammad Saww. bersabda: “Perbanyaklah membaca shalawat untukku, karena shalawatmu padaku itu menyebabkan pengampunan dosa-dosamu, dan mintalah pada Allah untukku derajat wasilah, maka sesungguhnya wasilahku dihadapan Tuhan itu akan berupa syafa’at bagi kamu.”(HR. Ibnu As Sakir, di dalam Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrosyad).

Abubakar ra. Berkata: “Membaca shalawat pada Rasulullah Saw. lebih kuat untuk menghapus dosa dari pada air terhadap api, dan mengucap salam kepada Rasulullah Saw. lebih afdhol dari memerdekakan budak, dan cinta kepada Rasulullah Saww. itu lebih afdhol daripada mengorbankan jiwa dan daripada memukul dengan pedang fisabilillah.” (HR. An Numairi dan Ibn Basykual, di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad).

Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Tiga macam orang yang akan mendapat naungan Allah Azza Wajalla, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah. Maka ditanya : siapakah mereka itu ya Rasulullah..? Jawab Nabi Muhammad Saw: Siapa yang meringankan kesukaran orang dari umatku, dan siapa yang menghidupkan sunnahku, dan siapa yang banyak membaca shalawat kepadaku (untukku).”(di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad).

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, aku membacakan kepada Abdullah bin Nafi’, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abu Dzi`bin dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bershalawatlah kepadaku, sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku di manapun kalian berada.”(HR. Abudaud No.1746, Ahmad No.8449).

Allah menurunkan wahyu kepada Musa as.: “Hai Musa, kalau engkau ingin Aku lebih dekat denganmu daripada pembicaraan dengan lidahmu, daripada bisikan hati dengan hatimu, daripada nyawa dengan badanmu, daripada sinar penglihatan dengan matamu dan daripada pendengaran dengan telingamu, perbanyaklah membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw”.

Sabda Rasulullah Saw.: “Sesungguhnya Allah SWT. telah menciptakan malaikat yang memiliki sebuah sayap di dunia timur dan sebuah sayap lagi di dunia barat, kepalanya di bawah arasy dan kedua kakinya dibawah bumi yang ketujuh, padanya ada bulu sebanyak bilangan makhluk Allah SWT, lalu apa bila ada seseorang laki-laki atau perempuan dari umatku membaca shalawat kepadaku, memerintahlah Allah SWT kepada malaikat itu untuk menyelam dalam laut dari cahaya di bawah Arasy. Malaikat itu menyelam di dalamnya kemudian keluar dan mengibaskan sayapnya. Meneteslah sebuah tetesan dari setiap bulu dan dan Allah SWT menjadikan dari setiap tetesan itu malaikat yang memintakan ampun padanya sampai hari kiamat”.

Datang seorang perempuan kepada Hasan Al-Bashri ra, berkatalah dia: “Sesungguhnnya anak perempuanku yang masih sangat muda telah mati dan aku ingin untuk melihatnya di dalam tidur. Maka aku dating kepadamu agar kau ajarkan kepadaku apa yang dapat aku buat perantara untuk melihatnya”. Diajarkannya oleh Hasan Al-Bashri perempuan itu, dan ia dapat bermimpi melihat anaknya yang pada anaknya itu ada pakaian dari aspal, pada lehernya terdapat rantai dan kakinya terikat. Diceritakanlah hal itu pada Hasan dan bersedihlah hatinya Hasan Al-Bashri. Berselang beberapa waktu Hasan bermimpi melihatnnya didalam surga dan pada kepalanya terdapat mahkota, lalu ia berkata: “Hai Hasan, tidakkah engkau mengenalku..? Aku adalah anak puteri dari perempuan yang datang padamu dahulu dan mengatakan begini kepadamu”. Berkatalah Hasan kepadanya: “Apa yang menjadikanmu dalam keadaan yang aku lihat ini..?” Dia menjawab: “Ada seorang laki-laki lewat pada kami, dia membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. sekali sedang dalam kuburan itu ada lima ratus lima puluh orang dalam siksa. Lalu dipanggillah: “Hilangkanlah siksa dari mereka berkat bacaan shalawat laki-laki ini”.

Disebutkan bahwa sesungguhnya seseorang laki-laki melihat perwujudan yang sangat buruk di hutan. Dia bertanya: “Siapakah engkau ini..?” Bentuk yang buruk itu menjawab: “Aku adalah amalmu yang jahat”. Bertanya lagi laki-laki itu: “Bagaimana bisa selamat darimu..?” Dia menjawab: “Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.” Sebagaimana Nabi Muhammad Saw telah bersabda: “Membaca shalawat kepadaku dalam hari Jum’at delapan puluh kali, Allah akan mengampuni dosa selama delapan puluh tahun baginya”.

(Hikayah) Sesungguhnya seseorang laki-laki lupa dari membaca shalawat kepada tuan kita Nabi Muhammad Saw. Pada suatu malam dia mimpi melihat Nabi Muhammad Saw tidak mau menoleh padanya, dia bertanya: “Ya Rasulallah, apakah engkau marah padaku..?” Beliau menjawab: “Tidak”. Dia bertanya lagi: “Lalu sebab apakah engkau tidak memandang kepadaku..?” Beliau menjawab: “Karena aku tidak mengenalmu”. Laki-laki itu bertanya: “Bagaimana engkau tidak mengenalku sedang aku adalah seorang dari umatmu. Para ulama meriwayatkan bahwa sesungguhnya engkau lebih mengenal umatmu dari pada seseorang ibu mengenali anaknnya”. Beliau bersabda: “Mereka benar tetapi engkau tidak pernah mengingat aku dengan bacaan shalawat. Padahal kenalku dengan umatku adalah menurut kadar bacaan shalawat mereka padaku”. Terbangunlah laki-laki itu dan mengharuskan dirinya untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. setiap hari seratus kali. Dia selalu melakukan itu, lalu dia melihat beliau dalam tidur dan beliau bersabda: “Aku mengenalmu sekarang dan akan memberi syafaat padamu”. Yakni karena dia telah menjadi orang yang cinta kepada Rasulullah Saw”.

Dari Anas Bin Malik ra, dia berkata: “Bersabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang membaca shalawat atas aku sekali, Allah akan menciptakan dari diri orang yang membaca shalawat itu sebuah awan putih. Kemudian Allah memerintahkan awan itu mengambil dari lautan rahmat. Dia mengambil dan Allah memerintahkannya menurunkan hujan. Ketika dia telah menurunkan hujan, maka setiap tetes yang manapun menetes di atas bumi Allah menciptakan emas darinya, dan setiap tetes yang menetes di atas gunung Allah menciptakan darinya perak, dan setiap tetes yang menetes pada orang kafir Allah menganugrahkan pada orang kafir itu keimanan”.

Diriwayatkan dari Muhammad Bin Munkadir, Sesungguhnya dia berkata: “Aku mendengar ayahku berkata: “Ketika Sufyan Ats-Tsauri sedang tawaf, tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki yang tidak akan mengangkat telapak kaki dan tidak pula meletakkan telapak kaki itu, kecuali dia mesti membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.” berkata Ats-Tsauri: “Aku berkata kepadanya: “Hai orang ini, sesungguhnya engkau telah meninggalkan tasbih dan tahlil serta menghadapi shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Adakah di sampingmu sesuatu mengenai ini?” Dia berkata: “Siapa engkau..? Semoga Allah mengampunimu”. Aku menjawab: “Aku Sufyan Ats-Tsauri”. Dia berkata: “Seandainya engkau bukanlah orang yang zuhud ahli zamannya, tentu tidak akan aku ceritakan padamu dan tidak aku perlihatkan rahasiaku”. Kemudian dia berkata kepadaku: “Aku pernah keluar dengan ayahku beribadah haji ke Baitullah Al-Haram, sehingga pada sementara tempat ayahku jatuh sakit, Aku mengurus perkaranya sehingga pada akhirnya ia meninggal dan menjadi hitamlah wajahnya. Aku berkata : “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” dan aku menutup wajahnya. Tertidurlah aku karena sangat mengantuk dengan perasaan amat sedih. Aku bermimpi bertemu seorang laki-laki yang tidak pernah aku lihat lebih tampan dari dia, yang lebih bersih pakaiannya dan lebih harum darinya. Dia mengangkat kaki dan melakkan yang lain, sehingga dekatlah dengan ayahku. Kemudian dia membuka kain dari wajah ayahku itu dan mengusapkan tangannya pada wajah ayah, dan menjadi bersinarlah wajah itu. Laki-laki itu mengundurkan diri pulang dan aku berpegang pada pakainnya lalu bertanya: “Hai hamba Allah, siapakah engkau ini yang Allah telah memberi anugerah kepada ayahku sebab engkau di bumi asing ini?” Dia berkata: “Tidaklah engkau mengenalku..? Aku adalah Muhammad Bin Abdullah pemilik Al-Qur’an. Ingat, ayahmu adalah orang yang berlebihan pada dirinya tetapi dia memperbanyak shalawat atas aku. Ketika dia mengalami apa yang sedang dialaminya, dia minta pertolongan padaku sedang aku adalah orang yang banyak menolong kepada orang yang memperbanyak bacaan shalawat atasku”. Lalu terbangunlah aku dan tiba-tiba wajah ayahku benar telah menjadi terang”.

Datang dalam sebuah hadist, sesungguhnya Jibril as datang pada suatu hari kepada Nabi Muhammad Saw. dan berkata: “Ya Rasulallah, aku telah melihat seorang malaikat di langit berada diatas singgasana. Di sekitarnya terdapat 70 ribu malaikat berbaris melayaninnya. Setiap nafas yang dihembuskan malaikat itu, Allah menciptakan darinnya seorang malaikat. Dan sekarang ini aku lihat malaikat itu ada diatas gunung Qaf dengan patah sayapnya, dan dia sedang menangis. Ketika dia melihat aku, dia berkata: “Adakah engkau mau menolong aku?” Aku berkata: “Apa salahmu..?” Dia berkata: “Ketika aku berada diatas singgasana pada malam mi’raj, lewatlah padaku Muhammad Saw. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menjadikan aku berada di tempat ini seperti apa yang kau lihat”. Jibril berkata: “Merendakan dirilah aku kepada Allah dan memberikan pertolongan padanya. Maka Allah berfirman : “Hai Jibril, katakanlah agar ia membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw”. Membaca shalawatlah malaikat itu pada engkau dan Allah mengampuninya serta menumbuhkan kedua sayapnya”.

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas dari Nabi shallallahu alaihi wasallam Dan telah menceritakan pula kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qotadah dari Anas berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya”.(HR. Bukhori No.14, Muslim No.63, An Nasa’I No.4928, Ibnu Majah No.66 dan Ahmad No.12349).

Dari Abi Hurairah dan Amar bin Yasir Ra. Dari Nabi Saw, bahwa beliau bersabda: “Sungguh Allah ta’alaa telah menciptakan satu malaikat dan memberikan kepadanya pendengaran makhluk semuannya, dan dia berdiri di atas kuburku sampai qiyamat. Maka tidak seorangpun dari umatku yang membacakan shalawat untuk saya sekali, kecuali dia Malaikat menyebutkan namanya dan nama ayahnya serta berkata: ”Hai Muhammad Saw, sungguh fulan bin fulan telah bershalawat kepadamu. Mereka para sahabat berkata: ”Hai Rasulullah apakah engkau tidak tahu firman Allah: “Sungguh Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepada Nabi”. Maka beliau Nabi Saw. bersabda: ”Ini adalah dari ilmu yang terjaga, dan kalau sekiranya kamu sekalian tidak bertanya, tentu tidak saya beritahu kepadamu. Sabda Nabi Saw.: ”Sungguh Allah Swt. telah mewakilkan/menyerahkan dua malaikat untuk saya, maka tidaklah aku disebutkan dihadapan seseorang muslim kemudian membaca shalawat untuk saya, kecuali dua Malaikat itu berkata: ”Mudah-mudahan Allah Swt. mengampuni engkau”, dan para Malaikat pun berkata sebagai jawaban kepada keduanya: ”Aamiin” (”Semoga Allah mengabulkan”). Dan tidaklah aku disebutkan dihadapan seorang muslim, kemudian dia tidak membaca shalawat untuk saya kecuali dua Malaikat itu berkata: ”Semoga Allah tidak mengampuni engkau”, dan para Malaikat berkata sebagai jawaban kepada keduanya: ”Aamiin” (”Semoga Allah mengabulkan”).(Abus Su’ud Ra).

Dari Anas bin Malik Ra dari Nabi Saw:“Tidak satu doa pun kecuali antara doa itu dan langit terdapat suatu hijab/aling-aling, sehingga dibacakan shalawat kepada Nabi Saw. Kalau dibacakan shalawat kepada Nabi Saw. maka terkoyaklah hijab itu dan masuklah doa itu. Dan bila tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doanya”.

Diceritakan bahwa ada seseorang laki-laki yang shalih telah duduk bertasyahud dan dia terlupa membaca shalawat untuk Nabi Saw. Maka dia bermimpi melihat Rasulullah Saw. dan berkata kepadanya: ”Mengapa engkau lupa membaca shalawat untuk saya”. Kata orang laki-laki itu: ”Wahai Rasulullah Saw, karena saya disibukkan dengan menyanjung kepada Allah serta ibadah kepadanya, maka saya lupa”. Maka Nabi Saw bersabda: ”Apakah engkau tidak mendengar sabdaku: ”Semua amal itu terhenti dan semua do’a itu tertahan, sehingga dibacakan shalawat untuk saya”. Selanjutnya beliau bersabda: ”Kalau sekiranya pada hari qiyamat ada seorang hamba datang dengan membawa kebagusan seluruh penghuni dunia dan tidak terdapat shalawat untuk saya, niscaya kebagusan itu ditolak dan tidak diterima”.(Zubdatul Waa’izdiina).

Dari Abdurrahman bin Aufin Dari Nabi Saw: “Telah datang kepada saya Malaikat Jibrail dan berkata: ”Hai Muhammad Saw, tidak seorangpun membaca shalawat untukmu kecuali dibacakan shalawat oleh tujuh puluh ribu Malaikat, dan barangsiapa dibacakan shalawat oleh para Malaikat, maka dia tergolong keluarga surga”.

Diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashari Ra. bahwa dia berkata: ”Saya melihat Abu Ishmah dalam mimpi, maka saya berkata kepadanya: ”Hai Abu Ishmah, apakah yang dilakukan oleh Allah Swt. Kepadamu..?” Dia menjawab: ”Dia Allah Swt. telah mengampuni saya”. Kata saya: ”Dengan sebab apa..?” Kata dia: ”Saya tidak menuturkan sebuah hadits kecuali saya membaca shalawat untuk Nabi Saw.”.(Zubdatul Waa’Izdiina).

Dari Nabi Saw., bahwa beliau bersabda: “Telah datang kepada saya Malaikat Jibrail, Mikail, Israfil dan Izrail As. Berkata Jibrail As. : “Hai Rasulullah Saw, barang siapa membaca shalawat untukmu pada tiap-tiap hari sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan saya lewatkan dia diatas jembatan seperti halilintar yang menyambar”. Berkata Mikail As.: ”Saya akan memberi minum kepadanya dari telagamu”. Berkata Israfil As.: ”Saya akan sujud kepada Allah Swt. serta tidak saya angkat kepala saya sehingga Allah Swt. Mengampuninya”. Berkata Izrail As: ”Saya akan mencabut ruhnya sebagaimana saya mencabut ruh para Nabi As.

Diriwayatkan dari Abdullah bahwa dia berkata: ”Kami mempunyai seorang pembantu yang melayani Sultan/raja, sedang dia bersifat fasiq. Maka pada suatu malam dia saya jumpai sedang tangannya pada/memegang tangan Nabi Saww. (bergandengan). Maka kata saya kepadanya (Nabi Saw): ”Hai Nabi Saw. Allah, orang ini adalah termasuk hamba yang fasiq, maka bagaimana dia boleh meletakkan tangannya diatas tangan engkau..? Sabda Nabi Saw.: ”Sungguh dia telah diampuni, dan saya telah memberikan syafaat kepadanya dari Allah Swt.”.

Berkata saya: ”Wahai Nabi Saw. Allah, dengan sebab apa dia memperoleh kedudukan itu..? Berkata Nabi Saw: ”Dengan sebab banyaknya membaca shalawat untuk saya. Sungguh dia pada tiap-tiap malam akan tidur diranjangnya, dia membaca shalawat untuk saya seribu kali”.(Tuhfatul Muluuki).

Dari Ka’ab Ra. bahwa dia berkata: ”Bila telah datang hari qiyamat, maka Nabi Adam As. melihat salah seorang dari umat Muhammad Saw. yang digiring/di halau ke neraka; dan dia Nabi Adam As. memanggil: ”Hai Muhammad”. Jawab Nabi Muhammad Saw. : ”Yaa, hai Abul basyar/ayah para manusia”. Berkata Adam: ”Sungguh ada seorang dari umatmu yang dihalau keneraka”. Berkata Nabi Saw. meloncat dibelakangnya sehingga mendapatkan orang itu dan berkata: ”Hai para Malaikat Tuhanku, berhentilah dahulu!”. Mereka para Malaikat Berkata: ”Hai Muhammad tidakkah engkau baca firman Allah Swt: “Laa ya’shuuna maa amarahum wa yaf’aluuna maa yu-maruun” Mereka itu tidak mendurhakai kepada Allah terhadap apa-apa yang diperintahkan dan mereka mengerjakan apa-apa yang mereka diperintah”. Maka mereka mendengar seruanNya (Allah) : “Hai para Malaikat; taatlah kamu sekalian kepada Muhammad Saw.”. Kata Nabi Saw.: ”Kembalikan dia ketempat timbangan!”. Maka amalnya pun di timbang dan menjadi lebih beratlah kejahatannya daripada kebaikannya. Lalu Nabi Saw. mengeluarkan kertas/catatan dari sakunya yang didalam catatan itu terdapat tulisan shalawat yang dibacakan sewaktu didunia, kemudian diletakkan sebagai tambahan kebaikan sehingga menjadi lebih berat. Orang laki-laki itupun gembira dan berkata: ”Demi ayahku dan ibuku, siapakah engkau ini..? Rasulullaah Saw. Bersabda: ”Saya adalah Muhammad”. Kemudian laki-laki itu mencium kaki Nabi Saw. seraya berkata: ”Wahai Rasulullah, Apakah kertas/catatan itu..?” Kata Nabi Saw.:”Dia adalah shalawat yang engkau baca untuk saya sewaktu didunia saya simpan untuk kamu”. Kata seorang hamba: ”Duh menyesal sekali aku terhadap apa-apa yang telah aku lengahkan (tidak bershalawat) disisi Allah Swt.”.(Kanzul Akhbaari).

Diriwayatkan dari Nabi Saw. bahwa beliau bersabda: ”Sesungguhnya Allah ta’aala telah menciptakan para Malaikat yang di tangannya terdapat beberapa pena dari emas dan beberapa kertas dari perak, yang mereka itu tidak mencatat sesuatupun melainkan shalawat untuk saya dan keluarga rumah saya.”

Telah diceritakan bahwa ada seorang Yahudi yang menuduh orang muslim mencuri untanya. Maka ia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan manafiq. Nabi Saw. memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan orang muslim, sehingga orang muslim itu kebingungan. Maka dia mengangkat kepalanya menengadah ke langit seraya berkata: “Tuhanku, dan Baginda Tuanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta ini”. Kemudian dia berkata pula: ”Wahai Rasulullah, sungguh keputusan hukum engkau itu betul, akan tetapi mintalah keterangan kepada unta ini”. Berkata Nabi Saw.: ”Hai unta milik siapakah engkau..?” Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih terang : “Wahai Rasulullah, saya adalah milik orang muslim ini dan sesungguhnya mereka para saksi itu semua dusta”. Berkata Nabi Saw. : “Hai muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Swt. menjadikan unta ini bisa mengatakan milikmu..? Wahai Rasulullah, saya tidak tidur diwaktu malam sehingga lebih dulu membaca shalawat untuk engkau 10 kali”. Berkata Nabi Saw.: ”Engkau telah selamat dari hukum dipotong tanganmu di dunia ini, dan selamat juga dari siksa di akhirat nantinya dengan sebab berkahnya engkau membaca shalawat untuk saya”.(Durratul Waa’izdiina).

Dari Abi Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda: “Bershalawatlah atas para Nabi Allah dan utusan-Nya sebagaimana kamu semua bershalawat kepadaku, sebab mereka itu sama diutus sebagaimana aku di utus”.(HR. Ahmad dan Al-Khathib).

Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Perbanyaklah membaca shalawat untukku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, maka barangsiapa yang berbuat itu, maka aku akan menjadi saksi dan member syafa’at padanya dihari kiamat.”(HR. Al Baihaqi, di dalam Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrosyad).

Rasulullah Saw. Bersabda : “Siapa bershalawat kepadaku dihari Jum’at seratus kali maka ia datang dihari kiamat dengan cahaya, andaikata dibagi antara makhluk semuanya maka cahaya itu akan memenuhinya”.(HR. Abu Nu’aim, di dalam Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrosyad dan didalam Al-Hilyah).

Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Sesungguhnya hari-hari yang utama bagi kamu yaitu hari Jum’at maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku, karena bacaan shalawatmu itu langsung disampaikan kepadaku (yaitu pada hari Jum’at itu).”(HR. Abudaud dan An Nasa’i, di dalam Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrosyad).

Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah Saw, Bersabda: “Siapa bershalawat kepadaku disisi kuburku maka saya mendengarnya, siapa bershalawat kepadaku dari jauh maka shalawat itu diserahkan oleh seorang malaikat yang menyampaikan kepadaku, dan ia dicukupi urusan keduniaan dan keakhiratannya, dan aku sebagai saksi dan pembela baginya”.(HR. Al-Baihaqy dan Al-Khatib).

وَقاَلَ صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَمْ إنَ فِي الأَرْضِ مَلَائِكَةِ سياحين يبلغوني عَنِ أُمَتِي السَلَامَ

Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Sesungguhnya diatas bumi ini ada malaikat yang berkelana dan menyampaikan salam dari umatku kepadaku”.(Di dalam kitab Ihya Ulumiddin).


Kata Syaikh Al-Muzdhir: ”Sungguh kebiasaan para raja dan para orang-orang yang terhormat itu memuliakan kepada orang-orang yang mau menghormati para kekasihnya dan mau memuliakan para sahabat karibnya. Maka sesungguhnya Allah Swt. itu raja dari sekalian raja dan Dzat yang paling mulia, sehingga Dia Allah Swt. lebih berhak terhadap kebiasaan yang mulia itu. Sungguh orang yang memuliakan kekasihNya serta NabiNya Saw. dengan membaca shalawat untuk beliau, maka akan dia dapatkan rahmat dari Allah Swt, terhapus semua dosanya dan ditinggikan derajatnya”.

Kata Ibnu Syaikh Rahimahullaah ta’aalaa: “Yaitu Wajib membaca shalawat setiap disebutkan asma Nabi Saw, dan meskipun dalam satu majlis disebutkan seribu kali”. (Durratun Nasihin).

وروى التيمي عن زين العابدين أنه قال: علامة أهل السنة كثرة الصلاة على رسول الله

At-Taimi meriwayatkan dari Zainal Abidin berkata: “Tanda bahwa orang itu termasuk ahlussunnah, bila ia banyak membaca shalawat terhadap Rasulullaah Saw.”(di dalam kitab irsyadul Ibad Ilasabilir-rosyad).


مَنْ قَالَ جَزَى الله عَنّا مُحَمَّداً بِمَا هُوَ أَهْلُهُ أَتْعَبَ سَبْعِينَ مَلَكاً ألْفَ صَبَاحٍ: والطبراني

At-Thabarani berkata: “Barangsiapa yang membaca Jazallaahu annaa Muhammadan bimaa huwa ahluhu, maka akan melelahkan (mencatat pahalanya) tujuh puluh Malaikat seribu hari.”(di dalam kitab irsyadul ibad ilasabilir-rosyad).Wallaahu a’lam bishawab.


Jadi banyak-banyaklah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, terutama pada malam Jum’at dan hari Jum’at dan mengikuti Sunahnya Rasulullaah Saw, agar kita di ridhai oleh Allah Swt. dan mendapat syafaat dari Rasulullaah Saw, serta tidak menjadi orang yang merugi diakhirat nanti karena mengetahui ganjaran dari shalawat kepada Nabi Saw. karena “siapa yang cinta pada sesuatu hal maka ia akan sering menyebut-nyebutnya”.

Semoga Bermanfaat

01 November 2025

Keberkahan Memajang Foto Habib Sholeh Tanggul Jember

Keberkahan Memajang Foto Al-Habib Muhammad Sholeh bin Ahmad bin Salim Al-Tangguli Jember

Habib Sholeh Tanggul Jember
Al-Habib Muhammad Sholeh bin Ahmad bin Salim Al-Tangguli

Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul adalah seorang ulama yang menghabiskan masa dakwahnya di Tanggul, Jember, Jawa Timur. Ia dipercaya sebagai keturunan ke-39 Rasulullah dari Hadramaut, Yaman, yang hijrah ke tanah Jawa pada sekitar 1920-an, dan menetap di Jember hingga akhir hayatnya. Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai ulama yang dermawan dan memiliki banyak karomah, atau anugerah di luar akal dan kemampuan manusia yang biasanya terjadi pada seseorang wali.

Awal kehidupan

Habib Sholeh Tanggul lahir di Yaman pada 1895 dengan nama asli Sholeh bin Muhsin al-Hamid. Ayahnya merupakan seorang ulama bernama Muhsin bin Ahmad al-Hamid, yang dijuluki oleh masyarakat sekitar sebagai al-Bakri al-Hamid. Sementara ibunya bernama Aisyah, berasal dari keluar al-'Abud Ba 'Umar. Sedari kecil, Habib Sholeh menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu agama. Ia belajar tentang ilmu fikih dan tasawuf dari sang ayah. Selain itu, ia juga belajar Al Quran dari Syekh Said Ba Mudhij, ulama kenamaan Wadi 'Amd.

Hijrah ke Indonesia Sewaktu berusia 26 tahun, atau pada 1921, Habib Sholeh memutuskan untuk hijrah ke Indonesia bersama Syekh Fadhli Sholeh Salim bin Ahmad al-Asykari. Dalam perjalanannya, ia sempat singgah di Gujarat, India, lalu sampai di Jakarta dan tinggal selama beberapa waktu untuk mengunjungi para ulama. Setelah itu, saudara sepupunya yang sudah lebih dulu hijrah ke Indonesia, yaitu Habib Muhsin bin Abdullah al-Hamid, meminta Habib Sholeh untuk berkunjung ke rumahnya di Lumajang. Selama di Lumajang, Habib Sholeh menghabiskan waktunya untuk mempelajari bahasa dan budaya masyarakat setempat, khususnya bahasa Jawa. Selama 12 tahun, Habib Sholeh berkeliling dari satu desa ke desa lainnya sebelum akhirnya memutuskan untuk tinggal di daerah Tanggul, Jember, Jawa Timur. Belum diketahui secara pasti alasan kepindahannya ke Jember. Akan tetapi, keluarganya meyakini bahwa Habib Sholeh pindah ke sana atas petunjuk Allah SWT.

Di Jember, Habib Sholeh melaksanakan khalwat atau menyepi untuk beribadah selama lebih dari 3 tahun. Habib Sholeh berhenti khalwat atas perintah Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf, yang memintanya datang ke Gresik. Sesampainya di Gresik, Habib Sholeh diberi mandat untuk segera menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Sepulangnya dari berhaji, Habib Sholeh mulai berdakwah dan mendirikan mushala di kediamannya. Beberapa tahun kemudian, ia mendapat hadiah berupa sebidang tanah dari pengusaha setempat bernama Haji Abdur Rasyid. Habib Sholeh membangun masjid di atas tanah tersebut yang dinamai Masjid Riyadus Shalihin, yang kemudian diwakafkan.

Karomah Habib Sholeh Tanggul

Habib Sholeh merupakan ulama dari kalangan alawiyyin atau keturunan Nabi Muhammad Saw yang dianugerahi karomah oleh Allah SWT. Bahkan karomahnya tidak terhitung. Salah satunya adalah, Habib Sholeh pernah menyingkirkan wabah mematikan di sebuah desa. Konon, wabah tersebut hilang setelah orang-orang desa meminum air danau yang telah dicelupkan sebuah kertas yang berisi tulisan Habib. Habib Sholeh Tanggul juga memiliki sumur keramat di Lumajang yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit. Selain itu, ada pula riwayat yang menyatakan bahwa Habib Sholeh pernah bertemu dengan Nabi Khidir dalam wujud seorang pengemis. Sejak itu, kediaman Habib Sholeh tidak pernah sepi dikunjungi oleh orang yang ingin bersilaturahmi dan meminta doa, Bahkan banyak tokoh di Indonesia dan dari beberapa negara yang tercatat pernah mengunjunginya.

Suatu kisah cerita ini pernah diutarakan oleh Al-Habib Muhammad bin Sholeh Al-Hamid Tanggul, putra dari Habib Sholeh. Dahulu, ada seorang pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya yang sedang membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya. Di rumah terpajang foto Habib Sholeh Tanggul. Setiap ia melihat foto tersebut selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dia katakan berkali-kali.

Singkat cerita, suatu hari Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah Adam Malik. Mereka datang membawa hadiah untuk Habib berbentuk sejumlah uang yang banyak. Waktu itu, Habib Sholeh menyatakan kepada pejabat yang hadir dirumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang tinggal di daerah Ampel Surabaya. Bilang, ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Habib Sholeh kemudian meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh Al-Hamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama berselang, utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh. Lalu menyerahkan uang tersebut sesuai dengan arahan Habib Sholeh.

Melihat hal itu, pecinta Habib Sholeh jatuh tersungkur sambil berucap “Alhamdulillah..”, barokah cucu Rasulullah.

Lalu, ia pun membuka surat dari Habib Sholeh yang isinya: "Uang ini yang kau inginkan dalam situasi permintaanmu kepada Allah, di saat memandang gambarku.”, Wallahu A'lam

Itulah salah satu keberkahan memajang foto Habib Sholeh Tanggul. Cerita ini memberikan motivasi kepada kita bahwa betapa berkahnya kecintaan kita terhadap para habaib yang alim. Bukan habaib yang hanya bisa mencaci, tetapi habaib yang mencerminkan cahaya akhlak Rasulullah SAW.

Kisah ini merupakan cuplikan ceramah dalam rauhah “Haul Ke-43 Al-Imam Al-Quthb Al-Habib Sholeh Bin Muhsin Al-HamidTanggul” yang disampaikan Al-Habib Abubakar bin Abdul Qadir Mauladdawilah Malang.

Habib Sholeh Tanggul wafat Habib Sholeh Tanggul meninggal pada 8 Syawal 1396 H atau 1976 M, di usia 81 tahun. Jasad Habib Sholeh Tanggul dimakamkan keesokan harinya di kompleks Masjid Riyadhus Sholihin Tanggul, Jember.

Shalawat Ulul Azmi

Shalawat Ulul  Azmi

Shalawat gubahan Syekh Al-Imam Al-Jazuly Ra ini dinamakan shalawat Ulul Azmi, lantaran di dalam redaksinya disebutkan lima nama-nama Rasul Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Menurut pendapat Imam Athiyyah dan Imam Mujahid, kelima Rasul itulah yang mendapat gelar Ulul Azmi. Sedangkan menurut pendapat Imam al-Hasan, Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi ada empat yaitu: Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa. Didahulukan penyebutan Nabi Adam karena beliau merupakan Nabi pertama dan manusia pertama.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآدَمَ وَنُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى وَمَا بَيْنَهُمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ صَلَوَاتُ الله وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ

ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM WABAARIK ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA SAYYIDINAA AADAMA, WA SAYYIDINAA NUUHIN, WA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA, WA SAYYIDINAA MUUSAA, WA SAYYIDINAA IISAA, WA MAA BAINAHUM MINAN NABIYYINA WAL MURSALIINA, SHALAWAATULLAAHI WASALAAMUHU ALAIHIM AJMA'IIN

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan seluruh Nabi dan Rasul di antara mereka. Semoga rahmat dan salam Allah selau tercurah kepada mereka semua


Keutamaan Membaca Shalawat Ulul Azmi

Syaikh Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuliy mengatakan:

مَنْ قَرَأَهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَكَأَنَّمَا خَتَمَ الْكِتَابَ يَعْنِي دَلاَئِلَ الْخَيْرَاتِ

"Siapa saja yang membaca shalawat Ulul Azmi sebanyak 3 (tiga) kali, seakan-akan ia mendapat pahala mengkhatamkan kitab Dalail al-Khairat


Penjelasan: Dalam kitab Afdhal al-Shalawaat alaa sayyid al-saadaat dijelaskan mengenai fadhilah shalawat ini sebagai berikut:

هذه صلاة أولى العزم من قرأها ثلاث مرات فكأَنما ختم الكتاب يعني دلائل الخيرات نقل ذلك شُراحها عن مؤلفها سيدي أبي عبد الله محمد بن سليمان الجزولي الشريف الحسيني رضي الله عنه

"Ini merupakan shalawat yang bernama shalawat Ulul Azmi. Barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali, maka seolah-olah ia menghatamkan membaca kitab Dalaail al-Khairaat. Para pensyarah shalawat ini mengutipnya langsung dari penggubahnya, yaitu Abu Abdillah Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuli al-Syariif al-Hasani ra"


KEUTAMAAN LAINNYA:
  • Untuk keselamatan dan mendatangkan rizki
  • Untuk menolak bala dan Mendatangkan rahmat dari Allah Swt
  • Dan salah satunya untuk mendukung masuknya ilmu gaib ke tubuh kita.

Doa Agar Iblis Tidak Mampu Menyusahkan Kita

Doa Agar Iblis Tidak Mampu Menyusahkan Kita

Doa berupa kalimat-kalimat mulia yang termaktub didalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah senjata ampuh yang bisa melindungi kita dari godaan iblis dan bala tentaranya yang terlaknat.

Tiada yang bisa melindungi kita dari iblis, kecuali perlindungan dari Rabb yang menciptakan seluruh makhlukNya. Dialah sebaik-baik Pelindung yang mustahil bisa dilawan oleh makhluk manapun juga.

Iblis akan berupaya menjerumuskan manusia ke dalam sengsara berkepanjangan, mereka akan membisiki ke dalam hati manusia dengan perasaan khawatir, takut, sedih, dan kesusahan.

Iblis dan bala tentaranya akan senantiasa menggoda manusia hingga bergumul dalam perbuatan maksiat dan dosa sepanjang masa. Mereka bahagia ketika manusia merasa susah, lalu mencari perlindungan dari selain Allah SWT, Na'udzubillahi.

Oleh karenanya, jangan bosan untuk berdoa. Senantiasalah kita semua memohon kepada Allah SWT agar dilindungi dari bisikan dan godaan iblis yang terlaknat.

Diantaranya dengan doa yang direkomendasikan oleh Rasulullaah SAW agar iblis tidak mampu menyusahkan kita. Kapankah sebaiknya doa tersebut dipanjatkan oleh kita..??

“Sungguh” Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang disampaikan dari Abu Umamah R.a yakni: “Apabila seseorang hendak keluar dari masjid, iblis berkumpul dan mengundang bala tentara dan teman-temannya sebagaimana berkumpulnya lebah di sarangnya".

Adakah yang mampu keluar dan bebas dari kepungan iblis dan bala tentaranya ini...?,

Siapakah yang mampu melindungi kita dari sergapan jahat dan bisikan kejinya...?

Bukankah keroyokan iblis dan bala tentaranya adalah seburuk-buruk kerjasama..?

Jika demikian, apa yang harus kita lakukan..??

“Jika seseorang diantara kalian berada dipintu keluar masjid,” demikian lanjut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnus Sunni dan dinukil oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar, “hendaklah kalian membaca:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكِ مِنْ اِبْلِيْسَ وَجُنُوْدِه

ALLAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MIN IBLIISA WA JUNUUDIHI.

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari iblis dan bala tentaranya”.


Jika doa tersebut dibaca, janji Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, iblis tidak akan mampu menyusahkan kita.

Terkait doa keluar dari masjid ini, ada banyak riwayat lain yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitabnya ini. Diantaranya adalah:

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِ اَبْوَابَ فَضَلِكَ

ALLAAHUMMAFTAHLII ABWAABA FADHLIK

"Ya Allah, bukakanlah untukku pintu karunia-Mu”.


اَللّٰهُمَّ اَعُذِنِى مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

ALLAAHUMMA AWDZINII MINASY-SYAITHAANIR-RAJIIM

"Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk”.


SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

Shalawat Mohon Syafaat

Shalawat mohon syafaat Rasulullaah Saw

Salah satu keistimewaan Nabi Muhammad Saw adalah beliau diberi hak oleh Allah SWT untuk memberi syafaat kepada ummatnya. Dalam banyak hadis disebutkan orang yang senantiasa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw mereka di akhirat kelak akan diberi syafaat oleh Rasulullah SAW. Sebab itu, sebagai muslim dan bagian dari umat Nabi Muhammad Saw, hendaknya kita selalu memperbanyak shalawat.

Shalawat Mohon Syafaat

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ وَعَلَ اَلِ مُحَمَّدِ صَلَاةَ تَكُوْنُ لَكَ رِضَاءَوَلِحَققِّهِ اَدَاءَ،وَاأَعْطِهِ الْوَسِيْلَةَ وَلْمَقَمَامَ الْمَحْممُوْدَالَّذِي وَعَدْتَهُ وَأَجْزِهِ عَنَّاأَفْضَلَ مَاجَازَيْتَ نَبِيَّا عَنْ أمَّتِهِ وَصَلِّ عَلٰ جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّيينَ وَالصَّالِحِيْنَ يٰاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammadin wa alaa aali Muhammadin shalatan takunu laka ridhooan wali haqqihii adaa-an, wa a’tihil wasiilata wal maqoomal mahmuudal-ladzii wa adtahu wa ajzihii annaa afdhola maa jazaita nabiyyan an-ummatihi washolli alaa jamii’i ikhwaanihi minan nabiyyiina washshoolihiin, yaa arhamar-roohiimin.

"Ya Allah, Semoga engkau limpahkan shalawat atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan engkau berikan karena kebenarannya, engkau berikan kepada Muhammad wasilah dan martabat yang terpuji yang engkau janjikan, engkau beri ganjaran kepadanya dari shalawat yang kami ucapkan itulah ganjaran yang engkau berikan yang lebih afdhol dari ummatnya. Dan semoga engkau limpahkan shalawat pada saudara-saudaranya dari pada Nabi-nabi dan orang-orang saleh, Ya Allah Tuhan yang Maha pemurah lagi Maha pengasih.


Keutamaan shalawat tersebut: "Shalawat ini dibaca berturut-turut selama 7 Jumat, dan pada tiap-tiap jumat dibaca 7 kali, maka insya Allah ia akan mendapat syafa’at Nabi Saw di hari kiamat."

Doa Abu Dzar Al-Ghifari

Doa Abu Dzar Al-Ghifari

Imam Al Hakim At-Turmudzi dalam kitab Haditznya Nawadirul Usul diceritakan bahwa suatu hari Nabi kedatangan seorang tamu yaitu sahabat Abu Dzarin. Disaat Nabi Muhammad SAW sedang berbincang-bincang dengan Abu Dzar, datanglah malaikat Jibril As, Nabi Muhammad SAW melihat malaikat Jibril as, sedangkan sahabat Abu Dzarin tidak melihat malaikat Jibril as. Kemudian Rasulullah SAW ingin memperkenalkan Abu Dzar kepada Malaikat Jibril As.

“Ya Jibril, apa engkau sudah kenal dengan sahabatku yang bernama Abu Dzar ini..?”

Jawab Jibril: “Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa sahabatmu ini lebih dikenal para malaikat di langit”.

Rasulullah SAW bertanya: “Apa rahasianya Ya Jibril, kenapa bisa Abu Dzar ini lebih dikenal di kalangan malaikat...?”.

Jawab Jibril: “Karena sahabat Abu Dzar punya satu doa yang isinya sepuluh kalimat yang di baca setiap habis sholat”.

Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada Abu Dzar: “Ya Abu Dzar, apakah engkau punya doa yang isinya 10 kalimat..?”.

Kata Abu Dzar: “Iya Ya Rasulullah, sebenarnya doa itu dari engkau Ya Rasulullah hanya aku gabung-gabungkan saja”.

Kemudian Rasulullah SAW meminta Abu Dzar untuk membaca doa tersebut. Setelah Abu Dzar membaca doa tersebut Rasulullah SAW berkata: “Seluruh umatku harus hafal doa ini”.

Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa orang yang membaca doa ini 1 (satu) kali sehabis shalat, imannya akan bertambah kuat, ilmunya akan bermanfaat, kalau shalat hatinya akan khusyuk, terhindar dari berbagai penyakit, tangannya diatas terus, tidak akan miskin.

Ketika Rasulullah Saw menerangkan hal ini Jibril berkata : “Ya Rasullah surga rindu dengan orang yang membaca doa ini”.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ اَسْعَلُكَ إِيْمَانًادَاعِمًا، وَأَسْسْعَلُكَ قَلْبًاخَشِعًا، وَأَسْعَلُكَ عِلْمًانَاسِعًا، وَأَسْعَلُكَ يَقِيْنًا صَدِقًا، وَأَسْعَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَأَسْعَلُكَ لْعَافِيَةِ مِنْ كُلِّ بَلِيَةِ، وَأَسْعَلُكَ تَمَامَ الْعَفِيَةَ، وَأَسْعَلُكَ دَوَامَ الْعَافِيَةِ، وَأَسْعَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَّةِ، وَأَسْعَلُكَ الْغِنٰ عَنِ النَّاسِ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA IIMAANAN DAAIMAN, WA AS-ALUKA QALBAN KHAASYI’AN, WA AS-ALUKA ILMAN NAAFI’AN, WA AS-ALUKA YAQIINAN SHAADIQAN, WA AS-ALUKA DIINAAN QAYYIMAN, WA AS-ALUKAL AAFIYAH MIN KULLI BALIYAH, WA AS-ALUKA TAMAAMAL AAFIYAH, WA AS-ALUKA DAWAAMAL AAFIYAH, WA AS-ALUKASY-SYUKRA ALAL AAFIYAH, WA AS-ALUKAL GHINAA ANIN-NAAS

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadamu iman yang langgeng, dan aku meminta kepadamu hati yang khusuk, dan aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat, dan aku meminta kepadamu keyakinan yang benar-benar, dan aku meminta kepadamu agama yang lurus, dan aku meminta kepadamu selamat dari semua musibah, dan aku meminta kepadamu kesehatan yang sempurna, dan aku meminta kepadamu kesehatan yang terus-menerus, dan aku meminta kepadamu bersyukur atas kesehatan yang diberikan, dan aku meminta kepadamu sikap tidak butuh (tidak bergantung) kepada manusia."


Doa ini dari tausiyahnya Ustadz Sholeh Basalamah di majelisnya Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau mendapat doa ini dari gurunya Almarhum Al-Maghfurlah Sayyid Alawi Al-Maliki.

7 Tingkatan Neraka Menurut Al-Qur’an

7 Tingkatan Neraka dalam Al-Qur’an dan Penjelasannya

Sebagai muslim kita semua mempercayai tentang adanya Surga dan Neraka. Surga di peruntukan bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, sedangkan Neraka di peruntukkan bagi mereka yang telah menyimpang dari jalan Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ menyebutkan bahwa Neraka memiliki beberapa tingkatan, yang masing-masing disediakan bagi golongan orang kafir, munafik, dan pelaku dosa besar yang tidak bertobat.

Neraka ialah tempat yang penuh kehinaan dan kesedihan, karena didalamnya berisikan siksaan dan azab yang sangat pedih, tidak ada 1 pun orang yang mengunjunginya, selain itu juga neraka diperuntukan kepada orang yang ingkar dan durhaka kepada syariat Allah Swt serta mengingkari Rasulullaah SAW, Naudzubillahi min dzalik, Semoga para pembaca Blog Perisai Mukmin Sejati ini dijauhkan dari siksa yang amat menyedihkan dan menghinakan ini, Aamiin. Berikut ini saya akan menjelaskan 7 tingkatan nama Neraka dan penghuninya menurut Al-Qur’an, kata Neraka sering disebutkan dalam Al-Qur’an dan jumlahnya sangat banyak sekali, dalam bahasa arab disebut (Naar) atau (An-naar), sebagaimana Allah SWT berfirman:


وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا

(QS. Al-Kahfi [18]: 29)

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek.

Cerita dari Malaikat Jibril As kepada Nabi Muhammad SAW: “Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi 2, untuk laki-laki dan perempuan. Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalanan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 kali lipat dari pintu yang di atasnya. Musuh-musuh Alloh diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu Malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu.

Rantai itu dimasukkan kedalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan kedalam dada hingga tembus ke bahu. Setiap orang durhaka itu di rantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari Neraka lantaran kesengsaraan mereka, Niscaya mereka dikembalikan kedalam Neraka.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Api kamu ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian api di Neraka Jahannam.”

Para Sahabat mengatakan: “Yang inipun sudah cukup berat panasnya.”

Nabi berkata lagi: “Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak 69 kali lipat panasnya api di dunia, Api neraka Jahannam telah dinyalakan 1000 tahun hingga menjadi marah, kemudian dibakar lagi selama 1000 tahun hingga menjadi putih, kemudian dibakar lagi selama 1000 tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita. Jahannam memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70.000 gunung, pada setiap gunung itu pula terdapat 70.000 lereng api dan pada setiap lereng itu terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70.000 lembah dari api. Di setiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70.000 ular dan kala, dan setiap kala itu mempunyai 70.000 ekor, dan pada setiap ekor pula memiliki 70.000 ruas, pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 qullah bisa.”

Adapun Neraka neraka itu dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai kadar dan macam dosa yang diperbuat seseorang. Diantaranya adalah:

1️⃣Neraka Hawiyah (الْهَاوِيَةُ)

Penghuninya: Orang munafik dan yang paling rendah imannya.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat Al-Qori’ah ayat 9 dan 10, Neraka ini diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki-laki dan perempuan yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan ajaran agama islam, seperti wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rezeki dengan cara yang tidak halal, memakan riba dan sebagainya Neraka Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya.

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10)
نَارٌ حَامِيَةٌ (11)

"Tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah, Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu?, (Ia adalah) api yang sangat panas".(QS. Al-Qari‘ah [101]: 9–11)


2️⃣Neraka Jahim (الْجَحِيمُ)

Penghuninya: Orang musyrik dan penyembah berhala.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat Asy-syuara ayat 91, dimana Neraka Jahim ialah tempat penyiksaan orang-orang yang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran islam Syirik adalah salah satu dosa yang paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Alloh SWT dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Alloh SWT.

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغَاوِيْنَ

"(Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat".(QS. Asy-Syuara [26]: 91)

فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ

"Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat (teman)-nya itu di tengah-tengah (neraka) Jahim".(QS. Ash-Shaffat [37]: 55)


3️⃣Neraka Saqar (سَقَرُ)

Penghuninya: Orang yang meninggalkan shalat, Orang tidak pernah memberi makan orang-orang miskin, Ahli membicarakan yang bathil, Orang mendustakan hari akhir yaitu tidak percaya dengan kiamat.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat Al-Muddatsir ayat 42 dan 44, yaitu Neraka yang diperuntukkan bagi orang munafik yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan Rasulnya. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum islam melalui lisan Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka meremehkan syariat islam. Dan didalam Neraka ini ditempati orang-orang penyembah berhala.

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42)
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43)
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44)

"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?, Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat, dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin".(QS. Al-Muddatsir [74]: 42–44)


4️⃣Neraka Wa'il (اَلْوَیْلْ)

Penghuninya: Iblis, setan, dan orang yang mengikuti mereka.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat Al-Mutaffifin ayat 1-3, dimana Neraka ini disediakan untuk Para pengusaha atau Pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dan dosa-dosa mereka.

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ (1)
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ (2)
وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ(3)

"Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), (Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, (Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi".(QS. Al-Mutaffifin [83]: 1–3)


5️⃣Neraka Al-Huthamah (الْحُطَمَةُ)

Penghuninya: Orang yang suka menghina, tidak mau mengeluarkan zakat harta, mengumpat, dan menggunjing.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat Al-Humazah ayat 4 dan 5, dimana Neraka ini disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa Emas, Perak atau platina, mereka yang serakah dan tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di Neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk di minumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta.

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ (1)
ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ (2)
يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ (3)
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ (4)

"Celakalah setiap pengumpat lagi pencela yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya, Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah".(QS. Al-Humazah [104]: 1–4)


6️⃣Neraka Sa‘ir (السَّعِيرُ)

Penghuninya: Iblis, setan, dan orang yang mengikuti mereka.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 10 dan 56, Neraka ini berisi orang-orang kafir yang tidak percaya terhadap akhirat, juga orang senang ketika mendapat rezeki dan marah ketika susah memperoleh rezeki.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا

"(Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)".(QS. An-Nisa’ [4]: 10)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

"Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.(QS. An-Nisa’ [4]: 56)


7️⃣Neraka Jahannam (جَهَنَّمُ)

Penghuninya: Orang kafir yang ingkar kepada Allah.

Nama neraka ini tercantum didalam Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 43, dimana berisi orang-orang yang menjadi pengikut syaithon, para pengikut syaithon kebanyakan para wanita, mengapa demikian..? karena didalam diri seorang wanita terdapat roh-roh syaithon. Dan Syaithon itu bentuknya ada 3 (tiga) macam yaitu:

  • 1.Ucapan para dukun atau peramal.
  • 2.Hawa Nafsu (egoisme).
  • 3.Mengkultuskan kepada seseorang.
وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ

"(Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semua".QS. Al-Hijr [15]: 43)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهٗ ۗ اَلَيْسَ فِيْ جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِيْنَ

"Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan kebenaran ketika (kebenaran) itu datang kepadanya? Bukankah dalam (neraka) Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?".QS. Al-Ankabut [29]: 68)

وَنَسُوْقُ الْمُجْرِمِيْنَ اِلٰى جَهَنَّمَ وِرْدًا ۘ

"dan Kami menggiring para pendurhaka ke (neraka) Jahanam dalam keadaan dahaga.".QS. Maryam [19]: 86)


Catatan:"Neraka Lazho" juga merupakan salah satu nama Neraka yang disebutkan dalam Al-Qur’an diantara lain ada yang menyebut Neraka Lazho ialah"

فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ (1)
لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ (2)
الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ(3)

"Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala, Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).(QS. Al-Lail [92]: 14–16)


  • 1. Orang-orang yang mendustakan kebenaran agama yang dibawa oleh Rasulullaah SAW dan berpaling dari keimanan, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas.
  • 2. Orang yang selalu menumpuk-numpuk harta benda tanpa menghiraukan yang halal dan yang haram, dan tidak pula mau menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah SWT. Hidupnya selalu menjauh dan membelakangi agama, apa yang diperintahkan agama tidak dipenuhi dan apa yang di larangnya selalu di langgar. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
  • كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ (1)
    ۨنَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ (2)
    تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ (3)
    وَجَمَعَ فَاَوْعٰى (4)

    "Sekali-kali tidak dapat, Sesungguhnya Neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakangi dan berpaling (dari agama serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya".(QS. Al-Ma’aarij [70]: 15–18)

    🌹 Penutup

    Tujuh tingkatan neraka ini menunjukkan betapa beratnya azab bagi mereka yang berpaling dari kebenaran. Semoga kita semua dijauhkan dari api neraka dan termasuk golongan orang yang senantiasa bertaubat, beramal saleh, dan istiqamah di jalan Allah.

    Semoga dari penjelasan saya diatas tentang beberapa tingkatan dari neraka menurut Al-Qur’an bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita, dengan selalu berpegang teguh pada perintah Allah Swt dan menjauhi segala hal yang dilarangnya, menghindari segala sesuatu yang bisa membuat diri terjerumus kedalam api neraka, mudah-mudahan bermanfaat, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

    اللهم أجرنا من النار وادخلنا الجنة مع الأبرار

    Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang saleh.

8 Tingkatan Surga Menurut Al-Qur’an

8 Tingkatan Surga dalam Al-Qur’an dan Penjelasannya

Surga (Al-Jannah) adalah tempat di alam akhirat yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan yang disediakan Allah SWT bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa, yang taat kepada Allah dan Rasulnya dan orang yang ikhlas, sebagaimana Allah SWT berfirman:


وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal didalamnya.” (QS.Al-Baqarah[2]: 82).

Didalam Surga terdapat kenikmatan yang tidak pernah di lihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, serta tidak sedikitpun terlintas didalam benak setiap manusia. Gambaran tentang Surga di dalam Al-Qur’an antara lain sebagai berikut:

SURGA LUASNYA SELUAS LANGIT DAN BUMI

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Alloh dan rasul-rasulnya. Itulah karunia Alloh, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid [57]: 21).

Adapun Surga itu dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai kadar dan amalan yang diperbuat seseorang ketika di dunia. Diantaranya adalah:

1️⃣SURGA FIRDAUS (فِرْدَوْسِ)

Allah SWT menyebutkan surga Firdaus sebagai tingkatan surga paling tinggi dan pertama. Hal ini tertulis dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi. Dan para penghuninya ialah Orang yang memelihara shalat, Memelihara amanat-amanat, Menjaga kemaluannya kecuali kepada istri-istri mereka

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107)
خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا (108)

"Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal, Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana".(QS. Al-Kahfi [18]: 107-108)


Surga Firdaus diperuntukkan bagi orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, selalu menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji dan memelihara shalatnya.

Surga Firdaus diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat Al-Mukminun ayat 1-11, ialah

  • Orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
  • Orang yang memelihara sholat.
  • Orang yang berpaling dari pekerjaan yang sia-sia.
  • Orang yang menjaga kemaluannya kecuali kepada istri-istri mereka.
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ، الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ، وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ، وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُوْنَ، وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ، اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ، فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَ، وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ، وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ، اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَ، الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya). Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka. Orang-orang yang memelihara shalat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Muminun [23]: 1-11).


2️⃣SURGA ADN (جَنَّاتِ عَدْنٍ)

Penghuninya: Orang-orang yang bersabar dan orang yang benar-benar bertaqwa

Surga Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al-Qur’an yaitu Firman Allah Swt didalam surat Thaaha ayat 76.

جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗوَذٰلِكَ جَزَاۤءُ مَنْ تَزَكّٰى

"(Yakni) surga Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keadan) bersih (saat didunianya dari berbagai dosa )".(QS. QS.Thaaha [20]: 76)


Surga Adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih dan calon penghuninya dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ (22)
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ (23)
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ (24)

"Orang-orang yang bersabar demi mencari keridhaan Tuhan mereka, mendirikan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dan membalas keburukan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang shaleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu. (Malaikat berkata,) “Salamun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu". (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).(QS. Ar-Rad [13]: 22–24)


وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ (60)
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ (61)

"Kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, mereka akan masuk surga dan tidak dizalimi sedikit pun. (Yaitu,) surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh (Allah) Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) gaib. Sesungguhnya janji-Nya pasti ditepati. (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga)".(QS. Maryam [19]: 60-61)


وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ (49)
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ (50)

"Ini adalah kehormatan (bagimu dan kaummu). Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik.(Yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka".(QS.Shaad [38]: 49- 50)


3️⃣SURGA NA’IM (جَنَّةُ نَّعِيْمِ)

Penghuninya: Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan bertaqwa

Surga Na'im ini dijelaskan dalam Al-Qur’an yaitu dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 56. Allah Swt berfirman:

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

"Maka orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".(QS.Al-Hajj [22]: 56)


Surga Na'im diciptakan oleh Allah SWT dari Perak putih dan calon penghuninya dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتُ النَّعِيْمِۙ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, baginya surga-surga yang penuh kenikmatan."(QS.Luqman [31]: 8)


اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya."(QS.Al-Qalam [68]: 34


4️⃣SURGA MA’WA (جَنَّةُ الْمَأْوَى

Penghuninya: Orang-orang yang bertaqwa dan takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk

Surga Ma’wa ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al-Qur’an yaitu Firman Allah Swt didalam surat As-Sajdah, ayat 19 Allah Swt berfirman:

اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰىۖ نُزُلًا ۢبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka akan mendapat surga-surga (sebagai) tempat kediaman sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.".(QS.As-Sajdah [32]: 19)


Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari Zamrud Hijau dan calon penghuninya dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ

"Di dekatnya ada surga tempat tinggal.".(QS.An-Najm [53]: 15)


اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰىۖ نُزُلًا ۢبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka akan mendapat surga-surga (sebagai) tempat kediaman sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.".(QS.As-Sajdah [32]: 19)


وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ (40)
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ (41)

"Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya)".(QS. An-Naziat [79]: 40–41)


5️⃣SURGA DARUSSALAM (دَارُ السَّلامِ)

Penghuninya: Orang-orang yang kuat iman dan islamnya, dan memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

Mengenai surga Darussalam ini telah banyak dijelaskan didalam Al-Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surah Yunus ayat 25:

وَاللّٰهُ يَدْعُوْآ اِلٰى دَارِ السَّلٰمِ ۚوَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْم

"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk)".(QS. Yunus [10]: 25)


Arti kata Darussalam ialah tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. Hidayah Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari Yaqut Merah dan calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surah Al-An’am ayat 127:

لَهُمْ دَارُ السَّلٰمِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dialah pelindung mereka karena apa (amal kebajikan) yang mereka kerjakan.".(QS. Al-A'am [6]: 127)


6️⃣SURGA DAARUL MUQOOMAH (دَارَ الْمُقَامَةِ)

Penghuninya: Surga Darul Muqamah diperuntukkan bagi orang-orang yang selalu berbuat kebaikan dan menjauhi larangan Allah Swt selama hidupnya.

Surga Darul Muqomah diciptakan oleh Allah SWT dari Permata putih dan calon penghuninya ialah orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan, sesuai dengan penegasan Allah SWT didalam Al-Qur’an surah Faathir ayat 34-35:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَۗ اِنَّ رَبَّنَا لَغَفُوْرٌ شَكُوْرٌۙ (34)
الَّذِيْٓ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖۚ لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُغُوْبٌ (35)

"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karuniaNya".(QS. Faathir [35]: 34–35


7️⃣SURGA MAQOOMUL AMIIN (مَقَامٍ أَمِينٍ)

Penghuninya: Orang-orang yang bersabar dan orang yang benar-benar bertaqwa

Surga Al-Maqomul Amin diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya ialah orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)".(QS. Ad-Dukhan [44]: 51)


8️⃣SURGA KHULDI (جَنَّةُ الْخُلْدِ)

Penghuninya: Surga abadi ini diperuntukkan bagi orang-orang yang taat terhadap perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya

Surga Khuldi diciptakan oleh Allah SWT dari Marjan Merah dan kuning. Calon penghuninya ialah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Hal ini tercantum dalam firman Allah:

قُلْ اَذٰلِكَ خَيْرٌ اَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاۤءً وَّمَصِيْرًا

"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan dan tempat kembali bagi mereka?".(QS. Al-Furqan [25]: 15)


🌹 Penutup

Keindahan dari surga banyak dijelaskan di dalam Al-Quran. Allah SWT sendiri yang memberikan gambaran bentuk surga, suasana di dalamnya dan kriteria calon penghuninya. Surga memiliki beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Rasulullah Muhammad SAW juga menyebutkan bahwa setiap tingkatan dari surga jaraknya sejauh bumi dan langit.

"Surga itu terdiri dari seratus tingkat. Jarak antara yang satu dan yang lainnya seperti antara bumi dan langit. Dan tingkatan tertinggi adalah Surga Firdaus." (HR Abu Sa'id Al Khudri)

Semoga pembahasan tentang nama-nama surga diatas bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita semua kepada Allah Swt, Aamiin Yaa Robball Aalamiin

Ijazah Amalan Dari Al-Habib Salim Bin Abdillah Bin Umar Asy-Syathiri Agar Dimudahkan Menyeberangi Shiroth

Ijazah Amalan Dari Al-Habib Salim Bin Abdillah Bin Umar Asy-Syathiri Agar Dimudahkan Menyeberangi Shiroth
Di akhirat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita sebagai seorang Mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari kiamat kelak, baik yang disebutkan dalam Al-Qur’an maupun yang terdapat dalam hadits yang shahih.

Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam urusan beriman dengan segala peristiwa tersebut, baik itu sesuai dengan logika ataupun tidak. Segala hal yang akan terjadi di akherat tidak bisa kita qiyaskan dengan peristiwa di dunia ini. Karena semua peristiwa di akhirat adalah peristiwa yang penuh dengan keluarbiasaan dan kedahsyatan, dan diantara peristiwa yang akan menakjubkan sekaligus menakutkan di alam akhirat kelak, peristiwa melewati Shiroth (jembatan) yang terbentang di atas Neraka menuju ke surga. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk bisa melewatinya kelak di akhirat nanti.

Landasan keyakinan tentang adanya shiroth pada hari Kiamat berdasarkan kepada "ijma" para ulama Ahlus Sunnah yang bersumberkan kepada dalil-dalil yang akurat dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Shiroth adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya, sesuai dengan amalan mereka, ada yang terjatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.

Datang penamaan dengan Ash-Shirath dalam hadist Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu :
فيُضربُ الصِّراطُ بين ظهرانَي جهنَّم….
“Maka dibuatlah Ash-Shirath di atas jahannam….”(HR. Bukhori dan Muslim)

Dan dalam hadist lain dijelaskan : 
وتُرسَلُ الأمانةُ والرَّحم، فتقومان جنبَتَي الصِّراط يميناً وشمالاً
“Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath….” (HR. Muslim)

Diriwayatkan bahwa Ash-Shiroth ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sebagaimana ucapan Abu Said Al-Khudry radhiyallahu anhu: 
 بلغني أن الجسر أدق من الشعرة وأحد من السيف
“Sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shiroth) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim 1/167)

Beberapa dalil yang menerangkan tentang adanya shiroth. Dan diantara ulama berhujjah dengan firman Allah Azza wa Jalla sebagai berikut : 
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
"Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan akan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan". (QS. Maryam: 71).

Diriwayatkan dari kalangan para Sahabat, di antaranya Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dan Ka’ab bin Ahbar bahwa yang dimaksud dengan mendatangi neraka dalam ayat tersebut adalah melewati shiroth. (Tafsir Ibnu Katsir: 5/254).

Sementara itu, banyak sekali riwayat dari Rasulullaah Shollalloohu alaihi wa sallam tentang ini, di antaranya: Rasulullooh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : 
ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجَسْرُ قَالَ مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ
"Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan diatas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullaah, bagaimana (bentuk) jembatan itu..?”. Jawab beliau, “Llicin (lagi) mengelincirkan. Diatasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan …” (HR. Muttafaqun alaih).

Dan disebutkan lagi dalam hadits bahwa shiroth tersebut memiliki cangkok-cangkok besar, yang mencangkok siapa yang melewatinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits :
وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاري
"Dan dibentangkanlah jembatan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu: “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah”. Pada shiroth itu, terdapat pencangkok-pencangkok seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihatnya.?” Para Sahabat menjawab, “Pernah, wahai Rasulullaah. Maka ia seperti duri pohon Sa’dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka”. (HR. Bukhori).

Di samping itu, para ulama menyebutkan pula bahwa shiroth tersebut lebih halus daripada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih panas daripada bara api, licin dan mengelincirkan.

Hal ini berdasarkan pada beberapa riwayat, baik yang disandarkan langsung kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ataupun kepada para sahabat tetapi dihukumi marfu’. Sebab, para sahabat tidak mungkin mengatakannya dengan dasar ijtihad pribadi mereka tentang suatu perkara yang ghaib, melainkan hal tersebut telah mereka dengar langsung dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Abu Sa’id Radhiyallahu anhu berkata: “Sampai kepadaku kabar bahwa shiroth itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang” (HR. Muslim: 1/117).

Setelah kita cermati hadits dan riwayat diatas dapat kita ikhtisarkan disini sifat dan bentuk shiroth tersebut yakni :

1. Shiroth tersebut amat licin, sehingga sangat mengkhawatirkan siapa saja yang melewatinya dimana ia mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh kedalamnya.

2. Shiroth Menggelincirkan.
Para ulama telah menerangkan maksud dari "menggelincirkan" yaitu ia bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

3. Shiroth tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri, ujungnya bengkok. Ini menunjukkan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkeramannya.

4. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak, dan tersambar oleh pengait besi atau tidak, semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing orang.

5. Shiroth tersebut terbentang membujur di atas neraka Jahannam. Barang siapa terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait, maka ia akan terjatuh ke dalam neraka Jahannam.

6. Shiroth tersebut sangat halus, sehingga sulit untuk meletakkan kaki di atasnya.

7. Shiroth tersebut juga tajam yang dapat membelah telapak kaki orang yang melewatinya. Karena sesuatu yang begitu halus, namun tidak bisa putus, maka akan menjadi tajam.

8. Sekalipun shiroth tersebut halus dan tajam, manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa untuk menjadikan manusia mampu berjalan di atas apapun.

9. Kesulitan untuk melihat shiroth karena kehalusannya, atau terluka karena ketajamannya, semua itu bergantung kepada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

BAGAIMANA KEADAAN MANUSIA KETIKA MELEWATI SHIRATH...??
Setelah kita menyimak sekilas tentang sifat-sifat shiroth yang terdapat dalam hadits-hadits shahih. Kemudian kita lihat pula bagaimana keadaan manusia ketika melewati shiroth tersebut.

1. Riwayat Pertama. 
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ))، قَالَ : قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ ؟ قَالَ: ((أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ )) رواه مسلم
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullaah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda : “Lalu diutuslah Amanah dan Rohim (tali persaudaraan) keduanya berdiri disamping kanan kiri shiroth tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”.

Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat..?” Rasulullaah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata..?, Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shiroth sambil berkata: “Ya Allah selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak”.

Beliau menuturkan (lagi): “Di kedua belah pinggir shiroth terdapat besi pengait yang bergatungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka”. (HR. Muslim).

2. Riwayat Kedua
الْمُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا ( متفق عليه)
"Orang Mukmin (berada) di atasnya (shiroth), ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda yang amat kencang berlari, dan ada yang secepat pengendara. Maka ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada pula yang dilemparkan kedalam neraka. Mereka yang paling terakhir merangkak secara pelan-pelan”. (HR. Muttafaqun alaih).

3. Riwayat Ketiga
فَمِنْهُمْ مَنْ يُُوْبَقُ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ يُُخَرْدَلُ ثُمَّ يَنْجُو( متفق عليه)
"Diantara mereka ada yang binasa disebabkan amalannya, dan diantara mereka ada yang tergelincir namun kemudian ia selamat". (HR. Muttafaqun alaih).

4. Riwayat Keempat
وَيُضْرَبُ الصِّرَأطُ بَيْنَ ظَهْرَي جَهَنَّمَ فَأَكُونُ أنَا وَأُمَّتِيْ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَلاَ يَـَتكَلََّمُ يَوْمَئِذٍ إِلاَّ الرُسُلُ وَدَعْوَى الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ فَمِنْهُمْ الْمُؤُمِنُ بَقِيَ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ الْمُجَازَى حَتىَّ يُنَجَّى (رواه مسلم)
"Dan dibentangkanlah shiroth di atas permukaan neraka Jahannam. Maka aku dan umatku menjadi orang yang pertama kali melewatinya. Dan tiada yang berbicara pada saat itu kecuali para rasul. Dan doa para rasul pada saat itu: “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah, di antara mereka ada yang tertinggal dengan sebab amalannya dan di antara mereka ada yang dibalasi sampai ia selamat”. (HR. Muslim).

Melalui riwayat-riwayat yang disebutkan diatas dapat kita simpulkan disini bagaimana kondisi manusia saat melintasi shiroth :

1. Ketika manusia melewati shiroth, amanah dan ar-rohim (hubungan silaturrahim) menyaksikan mereka. Ini menunjukkan betapa pentingnya menunaikan amanah dan menjalin hubungan silaturrahim. Barangsiapa melalaikan keduanya, maka ia akan merasa gemetar ketika disaksikan oleh amanah dan ar-rahm saat melewati shiroth.

2. Kecepatan manusia saat melewati shiroth yang begitu halus dan tajam tersebut sesuai dengan tingkat kecepatan mereka dalam menyambut dan melaksanakan perintah-perintah Allâh Azza wa Jalla di dunia ini.

3. Diantara manusia ada yang melewati shiroth secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung terbang, dan ada pula yang secepat kuda yang berlari kencang.

4. Diantara manusia ada yang melewatinya dengan merangkak secara pelan-pelan, ada yang berjalan dengan menggeser pantatnya sedikit demi sedikit, ada pula yang bergelantungan hampir-hampir jatuh ke dalam neraka dan ada pula yang dilemparkan ke dalamnya.

5. Besi-besi pengait baik yang bergantungan dengan shiroth maupun yang berasal dari dalam neraka akan menyambar sesuai dengan keimanan dan ibadah masing-masing manusia.

6. Yang pertama sekali melewati shiroth adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan umatnya.

7. Setiap rasul menyaksikan umatnya ketika melewati shiroth dan mendoakan umat mereka masing-masing agar selamat dari api neraka.

8. Ketika melewati shirot setiap mukmin agar diberi cahaya sesuai dengan amalnya masing-masing. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dalam menafsirkan firman Allah Azza wa Jalla : 
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
"Pada hari itu, engkau melihat orang-orang mukmin cahaya mereka menerangi dari hadapan da kanan mereka". (HR. Al-Hadid:12).

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata : “Mereka melewati shiroth sesuai dengan tingkat amalan mereka. Di antara mereka ada cahayanya seperti gunung, ada cahayanya yang seperti pohon, ada cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi lampu kakinya, sesekali nyala sesekali padam” (Tafsir Ibnu Katsir 8/15).

Al-Habib Salim ibni Abdulloh ibni Umar Asy-Syathiri hafidzahullahu ta’alaa pernah mengatakan :
“Siapa yang membaca wirid atau amalan ini setelah sholat fardhu Subuh, tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyyat akhir shalat) sebanyak 4 kali dengan membaca: 
 (٤x) أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَا اللهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. إِلَهََا وَاحِدََ ا وَرَبََا شَا هِدََا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, ILAHAAN WAAHIDAN WA ROBBAAN SYAAHIDAAN WA NAHNU LAHU MUSLIMUUN. (4 kali)
(Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang Maha Esa , tiada sekutu bagiNya, Tuhan yang Maha Ahad (satu), Tuhan yang Maha Menyaksikan, kepadaNya-lah kami berserah diri).

Maka jembatan shirothol mustaqim yang panjangnya bisa ribuan tahun dihari kiamat kelak, akan dipendekkan oleh Alloh SWT sehasta (sepanjang lengan orang dewasa), sehingga kita bisa melompat dengan mudah ke Jannah diseberangnya, bagi siapa saja yang mau mengistiqomahkan dalam mengamalkannya/membiasakannya.”

Semoga amaliyah tersebut bisa bermanfaat untuk saudaraKu semua untuk bisa mengamalkannya disetiap shalat subuh. Aamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM. 

Semoga Bermanfaat

Kesabaran Kunci Kesuksesan

Kesabaran Kunci Kesuksesan

Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Allah pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (QS. Az-Zumar : 10).

Sabar adalah sikap tidak mengeluh sedikit pun. Ini adalah kesabaran tingkat tabiin, sabar itu selalu menerima segala ketetapan Allah, kesabaran seperti ini adalah tingkat zahid.

Sabar menghadapi cobaan dan musibah dengan senang hati karena yakin semua itu datangnya dari Allah. Kesabaran seperti ini adalah sikap para shiddiqin (orang-orang yang jujur).

Bersabarlah, sesuatu yang baik selalu datang kepada siapa saja yang sabar menunggunya, cukuplah Allah sebagai penolong manusia, karena Dialah sebaik-baik penolong. Dan kesabaran adalah cermin dari ketakqwaan, ketaqwaan dan kesabaran jika digabungkan akan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

""Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar".(QS. Al-Baqarah : 153)


Allah menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi orang-orang yang sabar menghadapi ujian. Barang siapa yang mencela takdir dan tidak bersabar maka pada dasarnya ia telah mencela Allah, hidup adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran unuk bisa meraih kemenangan.

Berikanlah aku kekuatan, agar selalu dengan-Mu. Berilah aku keimanan, agar senantiasa di jalanMu. Berilah aku kesabaran, agar kuperoleh rahmatMu.

Barangsiapa menjaga kehormatan diri maka Allah akan menjaganya. Dan barangsiapa merasa cukup maka Allah akan memberikan kecukupan. Dan barangsiapa bersabar, niscaya Allah akan menjadikannya sabar, tidak ada seorang pun yang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas selain kesabaran, siapapun, dimanapun dan kapanpun kita semua butuh kesabaran untuk mempertemukan harapan jadi kenyataan.

Kesabaran seseorang akan semakin teruji seiring dengan banyaknya masalah yang dihadapinya, dengan demikian dia dapat bertindak lebih bijak karena sudah memiliki pangalaman yang matang dalam menghadapi segala permasalahan hidup.

Sebelum kita bersabar terhadap segala sesuatu, bersabarlah terlebih dahulu terhadap diri kita sendiri.. mereka yang tidak memiliki kesabaran takkan mampu meraih apa yang mereka inginkan. Bersabarlah karena kebaikan akan datang kepada mereka yang menunggu.

Ketika anda sabar dalam menahan amarah, maka anda telah menyelamatkan ribuan penyesalan.

Rahasia dari kesabaran adalah melakukan sesuatu dalam ketidakpastian namun penuh dengan harapan, disitulah atas izin Allah semua harapan akan menjadi kenyataan, Insya Allah. Semoga Bermanfaat