Perisai Mukmin Sejati: doa Perisai Mukmin Sejati: doa

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

01 November 2025

Doa Agar Iblis Tidak Mampu Menyusahkan Kita

Doa Agar Iblis Tidak Mampu Menyusahkan Kita

Doa berupa kalimat-kalimat mulia yang termaktub didalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah senjata ampuh yang bisa melindungi kita dari godaan iblis dan bala tentaranya yang terlaknat.

Tiada yang bisa melindungi kita dari iblis, kecuali perlindungan dari Rabb yang menciptakan seluruh makhlukNya. Dialah sebaik-baik Pelindung yang mustahil bisa dilawan oleh makhluk manapun juga.

Iblis akan berupaya menjerumuskan manusia ke dalam sengsara berkepanjangan, mereka akan membisiki ke dalam hati manusia dengan perasaan khawatir, takut, sedih, dan kesusahan.

Iblis dan bala tentaranya akan senantiasa menggoda manusia hingga bergumul dalam perbuatan maksiat dan dosa sepanjang masa. Mereka bahagia ketika manusia merasa susah, lalu mencari perlindungan dari selain Allah SWT, Na'udzubillahi.

Oleh karenanya, jangan bosan untuk berdoa. Senantiasalah kita semua memohon kepada Allah SWT agar dilindungi dari bisikan dan godaan iblis yang terlaknat.

Diantaranya dengan doa yang direkomendasikan oleh Rasulullaah SAW agar iblis tidak mampu menyusahkan kita. Kapankah sebaiknya doa tersebut dipanjatkan oleh kita..??

“Sungguh” Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang disampaikan dari Abu Umamah R.a yakni: “Apabila seseorang hendak keluar dari masjid, iblis berkumpul dan mengundang bala tentara dan teman-temannya sebagaimana berkumpulnya lebah di sarangnya".

Adakah yang mampu keluar dan bebas dari kepungan iblis dan bala tentaranya ini...?,

Siapakah yang mampu melindungi kita dari sergapan jahat dan bisikan kejinya...?

Bukankah keroyokan iblis dan bala tentaranya adalah seburuk-buruk kerjasama..?

Jika demikian, apa yang harus kita lakukan..??

“Jika seseorang diantara kalian berada dipintu keluar masjid,” demikian lanjut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnus Sunni dan dinukil oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar, “hendaklah kalian membaca:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكِ مِنْ اِبْلِيْسَ وَجُنُوْدِه

ALLAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MIN IBLIISA WA JUNUUDIHI.

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari iblis dan bala tentaranya”.


Jika doa tersebut dibaca, janji Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, iblis tidak akan mampu menyusahkan kita.

Terkait doa keluar dari masjid ini, ada banyak riwayat lain yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitabnya ini. Diantaranya adalah:

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِ اَبْوَابَ فَضَلِكَ

ALLAAHUMMAFTAHLII ABWAABA FADHLIK

"Ya Allah, bukakanlah untukku pintu karunia-Mu”.


اَللّٰهُمَّ اَعُذِنِى مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

ALLAAHUMMA AWDZINII MINASY-SYAITHAANIR-RAJIIM

"Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk”.


SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

18 Mei 2016

DOA MAYYIT KETIKA MASUK KUBUR



Adab Janazah: Doa Mayyit Waktu Dimasukkan Ke Lubang Lahad (Kajian Kitab Bulugh al-Maram)

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا, عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِذَا وَضَعْتُمْ مَوْتَاكُمْ فِي الْقُبُورِ, فَقُولُوا: بِسْمِ اللَّهِ, وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم . (أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ, وَأَعَلَّهُ الدَّارَقُطْنِيُّ بِالْوَقْف)
Diriwayatkan dari ibnu Umar semoga Allah memberikan keridhaannya kepada keduanya dari Nabi Muhammad shallallahu Alaihi Wa sallam bersabda: "Apabila kalian meletakkan mayyit kalian di dalam kubur, maka ucapkanlah: Bismillah wa Ala Millati Rasulillah shallallahu alaihi wa sallam. (hadis ini di takhrij oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Nasa'i. imam Ibnu Hibban mengatakan hadis ini shahih. Imam Daraqutniy menyatakan hadis ini hadis mauquf."

Penjelasan:
Hadis ini mengajarkan salah satu adab yang kita lakukan kepada janazah, yakni disunnahkan ketika mayyit dimasukkan ke dalam kubur bahwa orang yang memasukkannya disunnahkan untuk membaca doa "Bismillah Wa Ala Millati Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa sallam"
بِسْمِ اللَّهِ، وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan atas nama ajaran utusan Allah Nabi Muhammad shallallah Alaihi Wa Sallam.

Syekh Husain Muhammad al-Maghribiy dalam kitab Badrut Tamam lebih tegas lagi menyebutkan riwayat Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak bahwa doa tersebut dibaca saat memasukkan mayyit ke lobang lahad.

Sayyid Alawiy Bin Abbas al-Malikiy berkata; "Kesunnahan membaca doa tersebut dibaca ketika memasukkan mayyit ke dalam kuburnya merupakan perintah Rasulullah Nabi yang mulia, dengan harapan semoga dengan disebutnya nama Allah Taala dan atas nama pengamalan Ajaran Rasulullah hal itu akan menjadi benteng dan bekal yang menyelamatkan si mayyit dari fitnah dan huru hara di alam kubur."

Keutamaan membaca doa tersebut sangat besar manfaatnya buat mayyit. Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdaniy dalam kitab Fathul Allam mengatakan: "Mayyit yang dibacakan doa itu ketika dimasukkan ke dalam kuburnya, dengan izin Allah Taala akan mendapat perlindungan azab kubur selama empat puluh tahun."

Syekh Muhammad as-Shan'aniy dalam kitab Subulus Salam mengatakan: bahwa hadis di atas kemauqufannya didukung oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dan Imam al-Baihaqiy dengan sanad yang lemah disebutkan bahwa: ketika telah selesai jasad puri Rasulullah yang bernama Ummu kulstum diletakkan di dalam kuburnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam membaca surat Thaha ayat: 55:
(مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ، وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ، وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى)
Kemudian beliau melanjutkan dengan membaca doa:
بسم الله وفي سبيل الله وعلى مِلَّة رسول الله .
Artinya: Dengan menyebut Nama Allah, dalam menempuh jalan Allah dan atas nama ajaran utusan Allah.

Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdani mengatakan dianjurkan bagi orang memasukkan mayyit ke dalam kubur setelah selesai bahwa ia mengamalkan seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah yakni dengan menaburkan (menuangkan) tanah dengan tangannya sebanyak 3 kali.

Taburan pertama sambil membaca :
 (مِنْهَا خَلَقْنَاكُم) اللهم لقنه عند المسألة حجته
Ya Allah, mantapkanlah argumenya ketika ia ditanya malaikat Munkar dan Nakir

Taburan kedua membaca:
(وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ) اللهم افتح أبواب السماء لروحه
Ya Allah, bukalah pintu langit (surge) buat ruhnya

Taburan ketiga membaca:
(وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى) اللهم جاف الأرض عن جنبيه
Ya Allah, Jauhkan bumi menghimpit kedua lambungnya.

Dianjurkan pula bagi orang yang hadir saat penguburan mayyit bahwa ia mengambil tanah kuburannya dan tanah tersebut dibacakan surat al-Qadr (inna anzalna) sebanyak 7 kali kemudian ia letakkan tanah tersebut pada bagian luar kain kapannya atau di kuburannya. Ada riwayat yang menyatakan siapa yang melakukan hal demikian, maka dengan izin Allah si mayyit mendapat perlindungan azab kubur."

Keutamaanya sangat besar mengamalkan ajaran Rasulullah, sangat rugi kalau ditinggalkan. ingat jangan maen pendem aja itu mayyit.

Khadimul Janabin Nabawiy
H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy