Profil Lengkap KH Abdul Wahab Hasbullah: Sang Inisiator Nahdlatul Ulama dan Pahlawan Nasional
KH. Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) adalah ulama kharismatik yang dikenal sebagai "Bapak Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)". Beliau merupakan sosok multi bakat: seorang organisator ulung, politisi cerdas, pejuang kemerdekaan, sekaligus pendidik pesantren yang berpandangan modern.
- Nama Lengkap: KH Abdul Wahab Hasbullah
- Lahir: 31 Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur
- Wafat: 29 Desember 1971 (Usia 83 tahun)
- Orang Tua: Putra pertama dari KH Hasbullah Said (pengasuh Pesantren Tambakberas) dan Nyai Hj. Lathifah
- Hubungan Keluarga: Silsilah beliau bertemu dengan KH Hasyim Asy'ari pada datuk yang sama, yaitu Kiai Shihah.
Riwayat Pendidikan: Pengembaraan Ilmu 20 Tahun
- Pendidikan Dasar:Dibimbing langsung oleh ayahnya di Pesantren Tambakberas hingga usia 13 tahun.
- Pesantren di Jawa: Nyantri di Pesantren Langitan (Tuban), Mojosari (Nganjuk), Tawangsari (Sepanjang), hingga berguru pada Syaikhona Kholil Bangkalan (Madura).
- Pesantren Tebuireng: Menjadi murid langsung Hadratusy-syekh KH. Hasyim Asy'ari.
- Mekah (1914): Belajar selama 5 tahun di tanah suci di bawah bimbingan Syekh Mahfudz at-Tarmasi dan Syekh Said al-Yamani.
Peran Kunci dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)
- Tashwirul Afkar (1914):Forum diskusi intelektual dan kursus perdebatan bagi santri di Surabaya.
- Nahdlatul Wathan (1916): Organisasi pemuda Islam yang menanamkan rasa nasionalisme (Kebangkitan Tanah Air).
- Nahdlatut Tujjar (1918): Organisasi pemberdayaan ekonomi kaum santri.
- Komite Hijaz: Delegasi yang dikirim ke Mekah untuk memperjuangkan kebebasan bermazhab di depan Raja Ibnu Saud.
Kontribusi bagi Bangsa dan Kemerdekaan
- Panglima Laskar Hizbullah: Memimpin laskar santri dalam melawan penjajah Jepang dan Belanda.
- Pencipta Lagu "Ya Lal Wathon": Lagu semangat nasionalisme yang diciptakan tahun 1934 untuk menumbuhkan cinta tanah air di kalangan santri.
- Negarawan: Pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan aktif meredam gejolak politik di era Presiden Soekarno.
- Pelopor Kebebasan Berpikir: Menggagas sistem kepemimpinan dua badan di NU (Syuriyah dan Tanfidziyah) untuk menyatukan kaum tua dan muda.
Penghargaan dan Warisan
Atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemerdekaan dan keutuhan NKRI, KH. Abdul Wahab Hasbullah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ijazah Amalan "Huwal Habib"
Salah satu ijazah amalan yang paling masyhur dari KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah pembacaan penggalan Qasidah Burdah, khususnya bait "Huwal Habib". Mbah Wahab sering memberikan ijazah ini kepada para santrinya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, terutama saat menghadapi situasi genting atau urusan besar bagi bangsa dan Nahdlatul Ulama.
Teks Amalan:
Huwal habiibulladzii turjaa syafaa’atuhu, likulli hawlin minal ahwaali muqtahimi)
Waktu Pengamalan: Biasanya dibaca secara rutin setiap habis salat Maghrib.
Tujuan/Fadhilah: Digunakan sebagai ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah agar segala urusan dipermudah, dijauhkan dari malapetaka, serta diberikan kelancaran dalam perjuangan.
Tata Cara Mengamalkan (Berdasarkan Tradisi Tambakberas):
- Tawasul (Kirim Fatihah): Khususnya kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan KH Abdul Wahab Hasbullah.
- Membaca Surat Pendek: Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, dan Ayat Kursi.
- Membaca Sholawat Burdah: Bait Huwal Habib dibaca berulang kali sesuai arahan atau kebutuhan.






0 comments:
Posting Komentar