Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam urusan beriman dengan segala peristiwa tersebut, baik itu sesuai dengan logika ataupun tidak. Segala hal yang akan terjadi di akherat tidak bisa kita qiyaskan dengan peristiwa di dunia ini. Karena semua peristiwa di akhirat adalah peristiwa yang penuh dengan keluarbiasaan dan kedahsyatan, dan diantara peristiwa yang akan menakjubkan sekaligus menakutkan di alam akhirat kelak, peristiwa melewati Shiroth (jembatan) yang terbentang di atas Neraka menuju ke surga. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk bisa melewatinya kelak di akhirat nanti.
Landasan keyakinan tentang adanya shiroth pada hari Kiamat berdasarkan kepada "ijma" para ulama Ahlus Sunnah yang bersumberkan kepada dalil-dalil yang akurat dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Shiroth adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya, sesuai dengan amalan mereka, ada yang terjatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.
Datang penamaan dengan Ash-Shirath dalam hadist Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu :
Dan dalam hadist lain dijelaskan :
Diriwayatkan bahwa Ash-Shiroth ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sebagaimana ucapan Abu Said Al-Khudry radhiyallahu anhu:
Beberapa dalil yang menerangkan tentang adanya shiroth. Dan diantara ulama berhujjah dengan firman Allah Azza wa Jalla sebagai berikut :
Diriwayatkan dari kalangan para Sahabat, di antaranya Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dan Ka’ab bin Ahbar bahwa yang dimaksud dengan mendatangi neraka dalam ayat tersebut adalah melewati shiroth. (Tafsir Ibnu Katsir: 5/254).
Sementara itu, banyak sekali riwayat dari Rasulullaah Shollalloohu alaihi wa sallam tentang ini, di antaranya: Rasulullooh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
Dan disebutkan lagi dalam hadits bahwa shiroth tersebut memiliki cangkok-cangkok besar, yang mencangkok siapa yang melewatinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits :
Di samping itu, para ulama menyebutkan pula bahwa shiroth tersebut lebih halus daripada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih panas daripada bara api, licin dan mengelincirkan.
Hal ini berdasarkan pada beberapa riwayat, baik yang disandarkan langsung kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ataupun kepada para sahabat tetapi dihukumi marfu’. Sebab, para sahabat tidak mungkin mengatakannya dengan dasar ijtihad pribadi mereka tentang suatu perkara yang ghaib, melainkan hal tersebut telah mereka dengar langsung dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Abu Sa’id Radhiyallahu anhu berkata: “Sampai kepadaku kabar bahwa shiroth itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang” (HR. Muslim: 1/117).
Setelah kita cermati hadits dan riwayat diatas dapat kita ikhtisarkan disini sifat dan bentuk shiroth tersebut yakni :
1. Shiroth tersebut amat licin, sehingga sangat mengkhawatirkan siapa saja yang melewatinya dimana ia mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh kedalamnya.
2. Shiroth Menggelincirkan.
Para ulama telah menerangkan maksud dari "menggelincirkan" yaitu ia bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.
3. Shiroth tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri, ujungnya bengkok. Ini menunjukkan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkeramannya.
4. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak, dan tersambar oleh pengait besi atau tidak, semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing orang.
5. Shiroth tersebut terbentang membujur di atas neraka Jahannam. Barang siapa terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait, maka ia akan terjatuh ke dalam neraka Jahannam.
6. Shiroth tersebut sangat halus, sehingga sulit untuk meletakkan kaki di atasnya.
7. Shiroth tersebut juga tajam yang dapat membelah telapak kaki orang yang melewatinya. Karena sesuatu yang begitu halus, namun tidak bisa putus, maka akan menjadi tajam.
8. Sekalipun shiroth tersebut halus dan tajam, manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa untuk menjadikan manusia mampu berjalan di atas apapun.
9. Kesulitan untuk melihat shiroth karena kehalusannya, atau terluka karena ketajamannya, semua itu bergantung kepada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.
BAGAIMANA KEADAAN MANUSIA KETIKA MELEWATI SHIRATH...??
Setelah kita menyimak sekilas tentang sifat-sifat shiroth yang terdapat dalam hadits-hadits shahih. Kemudian kita lihat pula bagaimana keadaan manusia ketika melewati shiroth tersebut.
1. Riwayat Pertama.
Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat..?” Rasulullaah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata..?, Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shiroth sambil berkata: “Ya Allah selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak”.
Beliau menuturkan (lagi): “Di kedua belah pinggir shiroth terdapat besi pengait yang bergatungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka”. (HR. Muslim).
2. Riwayat Kedua
3. Riwayat Ketiga
4. Riwayat Keempat
Melalui riwayat-riwayat yang disebutkan diatas dapat kita simpulkan disini bagaimana kondisi manusia saat melintasi shiroth :
1. Ketika manusia melewati shiroth, amanah dan ar-rohim (hubungan silaturrahim) menyaksikan mereka. Ini menunjukkan betapa pentingnya menunaikan amanah dan menjalin hubungan silaturrahim. Barangsiapa melalaikan keduanya, maka ia akan merasa gemetar ketika disaksikan oleh amanah dan ar-rahm saat melewati shiroth.
2. Kecepatan manusia saat melewati shiroth yang begitu halus dan tajam tersebut sesuai dengan tingkat kecepatan mereka dalam menyambut dan melaksanakan perintah-perintah Allâh Azza wa Jalla di dunia ini.
3. Diantara manusia ada yang melewati shiroth secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung terbang, dan ada pula yang secepat kuda yang berlari kencang.
4. Diantara manusia ada yang melewatinya dengan merangkak secara pelan-pelan, ada yang berjalan dengan menggeser pantatnya sedikit demi sedikit, ada pula yang bergelantungan hampir-hampir jatuh ke dalam neraka dan ada pula yang dilemparkan ke dalamnya.
5. Besi-besi pengait baik yang bergantungan dengan shiroth maupun yang berasal dari dalam neraka akan menyambar sesuai dengan keimanan dan ibadah masing-masing manusia.
6. Yang pertama sekali melewati shiroth adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan umatnya.
7. Setiap rasul menyaksikan umatnya ketika melewati shiroth dan mendoakan umat mereka masing-masing agar selamat dari api neraka.
8. Ketika melewati shirot setiap mukmin agar diberi cahaya sesuai dengan amalnya masing-masing. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dalam menafsirkan firman Allah Azza wa Jalla :
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata : “Mereka melewati shiroth sesuai dengan tingkat amalan mereka. Di antara mereka ada cahayanya seperti gunung, ada cahayanya yang seperti pohon, ada cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi lampu kakinya, sesekali nyala sesekali padam” (Tafsir Ibnu Katsir 8/15).
Al-Habib Salim ibni Abdulloh ibni Umar Asy-Syathiri hafidzahullahu ta’alaa pernah mengatakan :
“Siapa yang membaca wirid atau amalan ini setelah sholat fardhu Subuh, tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyyat akhir shalat) sebanyak 4 kali dengan membaca:
(Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang Maha Esa , tiada sekutu bagiNya, Tuhan yang Maha Ahad (satu), Tuhan yang Maha Menyaksikan, kepadaNya-lah kami berserah diri).
Maka jembatan shirothol mustaqim yang panjangnya bisa ribuan tahun dihari kiamat kelak, akan dipendekkan oleh Alloh SWT sehasta (sepanjang lengan orang dewasa), sehingga kita bisa melompat dengan mudah ke Jannah diseberangnya, bagi siapa saja yang mau mengistiqomahkan dalam mengamalkannya/membiasakannya.”
Semoga amaliyah tersebut bisa bermanfaat untuk saudaraKu semua untuk bisa mengamalkannya disetiap shalat subuh. Aamiin.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.
Semoga Bermanfaat













