![]() |
(Alm) Al-Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa |
Terkadang
sebagian orang ada yang memperselisihkan masalah memajang foto para ulama dan
habaib, sebagaimana Kutipan
sabda Rasulullaah SAW: “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah
yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar”, dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi
shallallahu alaihi wasallam. Tentu sudah bisa jadi jawaban tentang rumah-rumah
yang tidak akan dimasuki malaikat. Seperti yang telah disebutkan, kita bisa
mengetahui bahwa Malaikat tidak sembarang mendatangi rumah umat Islam dan hal
ini disabdakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Ini otomatis berarti Malaikat akan
memilih rumah-rumah tertentu untuk dimasuki. Lalu apakah memasang foto para
sholihin diperbolehkan, Berikut
adalah penjelasan Guru Mulia Al-Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa perihal hukum memajang
foto :
Limpahan
rahmatNya semoga selalu menghiasi hari-hari Anda. Saudaraku yang
kumuliakan, mengenai “Foto” berbeda hukumnya dengan lukisan. Hadits yang
melarang gambar, yang dimaksud adalah lukisan makhluk yang bernyawa. Foto tidak dilarang, karena foto adalah
menangkap bayangan dari cahaya yang dipantulkan. Itu terlepas dari hukum
dilarangnya melukis makhluk yang bernyawa. Rasulullah
SAW bersabda: “Sungguh setan itu menyingkir bila melihat bayangan Umar.”
Mengenai foto foto itu tak dilarang dalam syariah untuk
memajangnya, karena adanya pelarangan adalah pada lukisan, bukan foto, karena
foto itu bukan perbuatan tangan manusia yg membentuk gambar tubuh dan wajah,
tapi foto adalah merekam bayangan dg alat dan menampilkannya kembali, hal itu
jauh dari makna melukis, maka hukumnya mubah saja, namun yang menjadi pelarangan
tentunya bila foto itu adalah foto wanita yang tak menutup auratnya, misalnya
rambutnya terlihat, atau lehernya, atau lainnya, dan diruang tamu adalah orang
umum yg keluar masuk padanya, hal seperti ini membuka masalah pelarangan dalam
memajangnya, kecuali bila dipajang dikamar pribadi, maka sebaiknya dihindari.
Di jelaskan dalam
beberapa hadits shahih bahwa malaikat rahmat tidak menginjak rumah atau ruangan
yang ada lukisan makhluk yang bernyawa padanya. Ini maksudnya bahwa di zaman
Nabi Saw. orang-orang kafir melukis Nabi-nabi mereka dan sesembahan mereka
untuk kemudian disembah. Maka tentunya para malaikat tak akan masuk ruangan
yang ada lukisan berhalanya, maksudnya bahwa rahmatNya akan terjauhkan dari
rumah para penyembahan berhala.
Namun ada juga pendapat
para fuqaha yang mengatakan bila ada lukisan makhluk yang bernyawa, malaikat
tak akan masuk ke ruangan itu. Tentu sebabnya tidak lain karena hadits Nabi
Saw. yang melarang lukisan.
Lukisan yang dilarang
bukanlah semua lukisan, tapi para ulama mengklasifikasikan bahwa yang dilarang
adalah lukisan makhluk yang bernyawa dengan tubuh sempurna, bukan setengah
badan atau hanya kepala misalnya.
Namun ada pula pendapat
ulama dan fuqaha kini yang berpendapat bahwa lukisan yang dilarang adalah
lukisan berhala, atau apa-apa yang disembah selain Allah. Misalnya lukisan
Bunda Maria, Yesus, Dewa Syiwa dan selainnya yang disembah oleh manusia. Selain
dari lukisan-lukisan itu maka makruh hukumnya dan tidak haram. Demikian
sebagian ulama berpendapat, namun sebagian besar mengharamkannya kecuali bila
lukisan makhluk bernyawa itu tidak sempurna.
Mengenai foto-foto
orang shalih maka tak ada ikhtilaf (perbedaan pendapat) dalam hal ini
tentang kebolehannya, karena foto adalah menangkap bayangan dari pantulan
cahaya. Dan bayangan orang shaleh mempunyai kekhususan tersendiri, sebagaimana
hadits Rasulullah Saw. yang mengatakan: “Sungguh setan itu menyingkir bila
melihat bayangan Umar.” Menunjukkan bahwa bayangan orang-orang shaleh
mempunyai kewibawaan di sisi makhluk Alah Swt. Maka demikian istinbath
atas foto-foto orang shaleh, karena foto adalah merekam bayangan.
Guru Mulia, Habibana Mundzir bin Fuad Al-Musawa
berkata :
Banyak saudara saudara kita mereka dianggap
musyrik hanya karena memajang foto orang shalih, padahal mereka sama sekali tak
menyembahnya, atau berziarah kubur yang itu jelas- jelas sunnah, namun
dikatakan Musyrik, Sepanjang adanya foto orang shalih di ummat ini yang
memajangnya adakah yang menganggapnya Tuhan..?, lalu ada apa dengan penuduhan
musyrik ini..?.
Rasulullah SAW bersabda : “Maukah kalian
kuberitahu tentang yang termulia diantara kalian..?, mereka adalah yang jika
dilihat wajahnya akan membuat orang mengingat Allah” (Adabul Mufrad oleh Imam
Bukhari).
Ummat ummat terdahulu menyembah patung, lalu muslimin sujud pula pada Ka’bah, bukankah Ka’bah itu batu..?, kenapa sujud padanya..?, Rasul SAW sudah mengarahkan kiblat ke Ka’bah saat ka’bah masih dipenuhi ratusan patung, baru setelah pembukaan Mekkah patung-patung itu dibersihkan.
Lalu mengapa malaikat diperintah sujud pada makhluk..?, dalam peristiwa ini menurut versi pemikiran mereka, maka yang tauhidnya suci hanyalah Iblis, karena hanya Iblis yang tak mau sujud pada makhluk, dan para malaikat itu semuanya musyrik, karena sujud pada makhluk.
Rasul SAW bersabda : "Aku tidak takut kemusyrikan menimpa kalian, yang aku takutkan adalah keluasan dunia yang menimpa kalian hingga kalian saling hantam memperebutkannya” (sebagaimana salah satu Negara muslim yang berakidah ini, kaya raya dan membayar pasukan non muslim untuk membantai saudara muslimnya demi minyak dan kekayaan duniawi, dan mereka tak menyadarinya namun memusyrikkan orang muslim ) (Shahih Bukhari).
Jelaslah sudah bahwa Rasul SAW telah menjawab seluruh fitnah mereka, bahwa Rasul SAW tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, hanya Iblis saja yang tak rela muslimin memuliakan ulama, Iblis ingin muslimin ini sama sama dengannya, tak memuliakan siapapun selain Allah SWT, namun justru tempat mereka adalah kekal di neraka.
Maka mengenai foto tersebut, ia bukanlah lukisan, karena foto adalah bukan guratan tangan tapi merupakan bayangan yang ditangkap oleh cahaya, dan di rekam di foto, maka hukumnya bukan lukisan, tak bisa disamakan sebagaimana orang yang shalat dibelakang imam, tak bisa disamakan dengan orang yang bermakmum pada imam yang di masjidil haram lewat TV, tentunya tidak sah shalatnya, demikian pula lukisan tangan jika dibandingkan dengan foto.
Dan dengan
semaraknya foto foto non muslim dan fasiq di jalan-jalan dan di televisi dan
dimana mana, maka sangat mulia jika foto foto para shalihin juga ditampilkan,
agar jangan mata muslimin terus terkotori dengan aurat non muhrim, atau
memuliakan wajah orang yang tidak pernah sujud pada Allah, maka selayaknya kita
kenalkan foto foto shalihin.
Di riwayatkan oleh hujjatul Islam Al-imam Ibn Hajar Al-Asqalaniy pada Fathul Baari bisyarah shahih Bukhari, bahwa salah seorang istri Rasul SAW ketika ditanyai bagaimana indahnya wajah Rasul SAW, maka ia mengeluarkan cermin yang pernah dipakai oleh Rasul SAW, dan sejak cermin itu dipakai bercermin oleh Rasul SAW maka wajah Rasul SAW terus tampil di cermin itu bagaikan foto, cermin itu tak lagi berfungsi sebagai cermin, karena ia tak mau menampilkan wajah lain selain wajah Rasul SAW, berkata Istri rasul SAW itu jika aku rindu pada Rasul SAW maka aku melihat cermin ini, sahabat itupun menyaksikan gambar Rasul SAW yang terlihat jelas pada cermin tersebut.
Rumah-rumah Yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat Menurut
Hadits
Seperti hadits yang di atas, sabda Rasulullah
menyatakan bahwa rumah-rumah yang di dalamnya terdapat gambar patung dan anjing
tidak akan dimasuki Malaikat, tapi tidak hanya itu saja. Ada rumah lain yang
tidak dimasuki Malaikat seperti yang ditambahkan oleh Abu Hudzaifah Ibrahim bin
Muhammad di bukunya yang berjudul Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat.
1.
Rumah yang
terdapat patung di dalamnya sudah jelas seperti bunyi hadits di atas.
2.
Rumah yang
terdapat lukisan atau gambar makhluk hidup.
3.
Rumah yang
terdapat peliharaan anjing. Ini bukan merupakan hal yang aneh karena memang
anjing itu dianggap najis menurut Imam Qurtubi menjelaskan tentang sebabnya.
4.
Rumah yang
dihuni oleh orang-orang junub yang artinya punya kebiasaan tidak bersuci atau
mandi dari junub.
5.
Rumah milik
orang yang penuh kedurhakaan terhadap orang tuanya.
6.
Rumah milik
orang yang terus-menerus durhaka.
7.
Rumah milik
orang yang melakukan dosa besar dan untuk kekejian juga tidak luput menjadi
salah satu penghalang Malaikat Rahmat masuk ke rumah.
8.
Rumah milik
orang yang suka dengan mantera-mantera dan hal-hal syirik.
9.
Rumah yang
memiliki bau tidak enak atau rumah milik seorang pria yang melumuri tubuhnya
dengan kunyit.
10.
Rumah milik
orang yang punya sajian berhala dan orang yang suka melakukan perjudian. Kedua
hal yang haram dan dibenci Allah.
11.
Rumah milik
orang yang suka berfoya-foya, menghamburkan uang atau sama dengan hidup boros.
12.
Rumah yang
terdapat lonceng di dalamnya juga termasuk rumah yang tidak dimasuki Malaikat.
13.
Rumah yang
ditempati untuk minum khamr atau minuman keras.
14.
Rumah yang
orangnya mementingkan hawa nafsu serta di dalamnya tidak terdapat shalawat.
15.
Rumah yang di
mana Asma Allah tidak disebutkan di dalamnya.
16.
Rumah yang
memutar atau mengadakan lagu selain dzikir di dalamnya.
17.
Rumah yang
dihuni oleh orang yang suka makan riba.
18.
Rumah milik
orang yang tidak menjaga hubungan silaturahmi atau memutuskannya.
19.
Rumah milik
orang yang tamak dan suka makan harta anak yatim.
20.
Rumah milik
orang-orang yang suka mencaci-maki.
Dengan membuat daftar atau mengulas tentang ciri rumah
yang dijauhi Malaikat ini bukanlah bermaksud untuk menakut-nakuti, melainkan
untuk memberikan pengetahuan lebih lagi serta menjadikannya sebagai acuan bagi
kita supaya lebih pandai dalam mengurus rumah. Menjaga rumah agar Malaikat
rahmat suka dengan rumah kita adalah tujuan utama mengetahui semua ini. Tentu
menjadi hal baik dan menjadi berkah juga kalau sang Malaikat berkunjung ke
rumah karena sama saja rahmat Allah disampaikan kepada keluarga kita.
Jika tidak mau sang Malaikat menjauhi rumah kita dan
enggan memasukinya, pastikan bahwa rumah kita tidak termasuk di dalam ciri-ciri
yang disebutkan di atas. Tempat kita berteduh ini kudu bebas dari apa yang
tidak disukai Malaikat supaya Malaikat senang dan betah saat berkunjung. Dan
semoga dengan mengetahui seperti apa rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat
menjadi informasi berguna bagi kita.
Demikian saudaraku yang ku muliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita cita, Aamiin.
Semoga
Bermanfaat.
0 comments:
Posting Komentar