Perisai Mukmin Sejati Perisai Mukmin Sejati

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

29 Juni 2016

TERAPI PUNYA KETURUNAN DENGAN SURAT AL-FAJR



terapi punya anak dengan surat al-fajr
Oleh: H. Rizqi Dzulqornain Al-Batawiy

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Lail. Nama “Al-Fajr” diambil dari kata “Al-Fajr” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “fajar”.

Pokok-pokok isinya:
Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan; beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan; kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka; celaan terhadap orang orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin; kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dari orang yang amat mencintai harta; malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat; orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Surat Al Fajr dan artinya.
Surat yang ke 89 dan memiliki 30 ayat.
بسم الله الرحمن الرحيم
وَالْفَجْرِ(١
وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤
هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ (٥
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (٦
إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (٧
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ (٨
وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (٩
وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ (١٠
الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلادِ (١١
فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (١٢
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (١٣
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (١٤
فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦
كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (١٧
وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (١٨
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا (١٩
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (٢٠
كَلا إِذَا دُكَّتِ الأرْضُ دَكًّا دَكًّا (٢١
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (٢٢
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (٢٣
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (٢٤
فَيَوْمَئِذٍ لا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ (٢٥
وَلا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ (٢٦
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩
وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠
Bismillahirrohmaanirrahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).
89-1: Demi fajar.
89-2: Dan malam yang sepuluh.
89-3: Demi genap, demi ganjil.
89-4: Dan malam apabila ia berlalu.
89-5: Bukankah pada yang demikian itu suatu sumpah bagi orang yang berakal?
89-6: Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Rab (Tuhan) engkau lakukan kepada kaum ‘Ad?
89-7: (Iaitu penduduk) Iram yang mempunyai bangunan tinggi.
89-8: Yang belum pernah dibina serupa itu di negeri-negeri lain.
89-9: Dan kaum Samud, (iaitu orang) yang memotong batu-batu besar di lembah.
89-10: Dan Fir’awn yang mempunyai bala tentera.
89-11: Yang melampaui batas di negeri itu.
89-12: Mereka banyak melakukan kerosakan di dalamnya.
89-13: Maka Rab (Tuhan) engkau menimpakan cemeti azab ke atas mereka.
89-14: Sesungguhnya Rab (Tuhan) engkau sentiasa mengawasi.
89-15: Maka perihal manusia itu apabila Rab (Tuhan)nya menguji dengan memuliakan serta diberikan nikmat, maka dia akan berkata: “Rab (Tuhan)ku memuliakan daku.”
89-16: Tetapi apabila Dia (Allah) menguji dengan menyempitkan rezeki, maka dia berkata: “Rab (Tuhan)ku menghinakan daku.”
89-17: Sekali-kali bukan (demikian), bahkan kamu tidak memuliakan anak-anak yatim.
89-18: Dan kamu tidak saling mengajak kepada memberi makan orang miskin.
89-19: Dan kamu memakan harta warisan orang dengan loba.
89-20: Dan kamu terlalu mencintai harta secara melampau-lampau.
89-21: Sekali-kali tidak, apabila bumi ini dihancurkan sehancur-hancurnya.
89-22: Dan datang Rab (Tuhan) engkau dengan malaikat berbaris-baris.
89-23: Dan pada hari itu didatangkan Neraka Jahanam, dan pada hari itu manusia akan ingat tetapi tidak berguna ingatan itu.
89-24: Dia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku (dahulu) bersedia untuk penghidupan ini.”
89-25: Maka pada hari itu tidak ada sesiapa dapat menyeksa sebagaimana seksaan-Nya (seksaan Allah).
89-26: Dan tidak ada sesiapa dapat mengikat seperti ikatan-Nya (ikatan Allah).
89-27: Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan).
89-28: Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan reda dan diredai.
89-29: Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah).
89-Bismillahi al-Rahman al-Rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).
89-1: Demi fajar.
89-2: Dan malam yang sepuluh.
89-3: Demi genap, demi ganjil.
89-4: Dan malam apabila ia berlalu.
89-5: Bukankah pada yang demikian itu suatu sumpah bagi orang yang berakal?
89-6: Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Rab (Tuhan) engkau lakukan kepada kaum ‘Ad?
89-7: (Iaitu penduduk) Iram yang mempunyai bangunan tinggi.
89-8: Yang belum pernah dibina serupa itu di negeri-negeri lain.
89-9: Dan kaum Samud, (iaitu orang) yang memotong batu-batu besar di lembah.
89-10: Dan Fir’awn yang mempunyai bala tentera.
89-11: Yang melampaui batas di negeri itu.
89-12: Mereka banyak melakukan kerosakan di dalamnya.
89-13: Maka Rab (Tuhan) engkau menimpakan cemeti azab ke atas mereka.
89-14: Sesungguhnya Rab (Tuhan) engkau sentiasa mengawasi.
89-15: Maka perihal manusia itu apabila Rab (Tuhan)nya menguji dengan memuliakan serta diberikan nikmat, maka dia akan berkata: “Rab (Tuhan)ku memuliakan daku.”
89-16: Tetapi apabila Dia (Allah) menguji dengan menyempitkan rezeki, maka dia berkata: “Rab (Tuhan)ku menghinakan daku.”
89-17: Sekali-kali bukan (demikian), bahkan kamu tidak memuliakan anak-anak yatim.
89-18: Dan kamu tidak saling mengajak kepada memberi makan orang miskin.
89-19: Dan kamu memakan harta warisan orang dengan loba.
89-20: Dan kamu terlalu mencintai harta secara melampau-lampau.
89-21: Sekali-kali tidak, apabila bumi ini dihancurkan sehancur-hancurnya.
89-22: Dan datang Rab (Tuhan) engkau dengan malaikat berbaris-baris.
89-23: Dan pada hari itu didatangkan Neraka Jahanam, dan pada hari itu manusia akan ingat tetapi tidak berguna ingatan itu.
89-24: Dia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku (dahulu) bersedia untuk penghidupan ini.”
89-25: Maka pada hari itu tidak ada sesiapa dapat menyeksa sebagaimana seksaan-Nya (seksaan Allah).
89-26: Dan tidak ada sesiapa dapat mengikat seperti ikatan-Nya (ikatan Allah).
89-27: Wahai al-nafsu mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan).
89-28: Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan reda dan diredai.
89-29: Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah).
89-30: Dan masuklah ke dalam jannah (taman/syurga)-Ku (jannah Allah).
Sidi Husain Mughanniyah rahimahullah dalam kitab Mujarrabatus Syifa Bil Qur'an menyebutkan keutamaan surat al-Fajr bahwa siapa yang menghafal surat al-Fajr kemudian dia pegang batang zakarnya dengan tangan kirinya dan ia baca surat al-Fajr sebanyak 11 kali setelah itu ia melakukan jima (hubungan seks) kepada istrinya maka dengan izin Allah Taala ia akan dikaruniai anak yang menyejukkan pandangannya.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 75.

TERAPI STROKE DENGAN AL-QUR’AN



terapi stroke dengan al-qur'an
Oleh: H. Rizqi Dzulqornain Al-Batawiy

Penyakit stroke adalah jenis penyakit yang menyerang pada bagian saraf saraf tubuh, bisa mengakibatkan kelumpuhan, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan cepat. Ada beberapa faktor penyebab stroke di antaranya; merokok, dan juga bisa disebabkan oleh penyakit darah tinggi.

Imam Abdullah Bin Muslim ad-Dinawariy yang kesohor dengan sebutan Ibnu Qutaibah (wafat tahun 276 Hijriyah) menyebutkan: Saat aku pergi haji ada salah satu jamaah lelaki paruh baya yang terserang stroke lumpuh separuh tubuh hingga sulit melakukan ibadah dan beraktifitas dengan sempurna. Jangankan untuk berjalan, menggerakan tangannya pun tak bisa lantaran keplek tak berdaya upaya lemes seperti kanebo basah.


Betapa terkejutnya diriku beberapa hari kemudian aku liat orang tersebut sudah bisa berjalan tawaf dengan gagah. Akupun bertanya: Ya fulan, semoga Allah selalu memberikan kasih sayangNya kepadamu. Beberapa hari lalu aku melihatmu lumpuh, dengan sebab apa kau bisa sembuh total..?


Lelaki itu menjawab; Saat aku lumpuh aku dipayang (direndeng) menuju sumur zamzam lalu aku mengambil air zamzam satu gelas dan aku membawa kertas yang akhirnya aku tulis surat al-Hasyr ayat; 22-24:
بسم الله الرحمن الرحيم
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖعَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖهُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ (22)
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(23).
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚسُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.

(24).
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚيُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Aku tambahkan surat al-Isra ayat 82;
(82). وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Setelah itu aku berdoa;
اَللّٰهُمَّ اِنَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍا يَقُوْلُ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ وَالْقُرْأَنُ كَلَامُكَ اِشْفِنِيْ بِعَافِيَتِكَ
Alloohumma inna Nabiyyika Muhammadin Yaqulu Ma-u Zamzam Lima Syuriba lahu, wal Qur’anu kalamuka, isyfiniy bi Afiyatika.
Artinya; Ya Allah, sesungguhnya Nabimu Nabi Muhammad bersabda; Air Zamzam menjadi mediasi terkabulnya hajat yang diniatkan saat meminumnya, al-Qur'an adalah firmanMu sembuhkan penyakitku dengan Afiat yang segera."

Kemudian kertas itu aku letakan disebuah nampan dan aku sirami air zamzam sehingga tulisan ayat-ayat al-Qur'an tadi terhapus dan air siraman zamzam aku minum tiba-tiba tangan dan kakiku ngobyos (mengeluarkan kringat) hingga akhirnya aku bisa menggerak-gerakan kaki dan tanganku sedikit demi sedikit hingga sempurna seperti yang kau lihat sekarang."



Adapun sanad muttashil kepada imam Ibnu Qutaibah Radhiyallahu Anhu sebagai berikut;
الحاج رزقي ذو القرنين البتاوي عن فضيلة الدكتور الشيخ يوسف خطار محمد عن الحافظ السيد عبد الله بن محمد الصديق الغماري عن الشيخ عمر حمدان المحرسي عن الشيخ فالح بن محمد الظاهري عن الشيخ محمد علي الخطاب السنوسي عن السيد محمد مرتضى الزبيدي عن شمس الدين محمد بن سالم الحفني عن الشيخ عبد العزيز الزيادي عن شمس الدين محمد بن العلاء البابلي عن الشيخ سالم بن محمد السنهوري عن نجم الدين محمد بن احمد الغيطي عن القاضي زكريا الانصاري عن الحافظ احمد بن علي بن حجر العسقلاني عن الشيخ البدر محمد قوان عن الشيخ احمد بن ابي طالب الحجار عن الشيخ احمد القطيعي عن الي الكرم المبارك السهرزوري عن الشيخ محمد بن علي المهندي بالله عن الحافظ علي بن عمر الدارقطني عن عبيد الله التميمي عن الامام عبد الله بن مسلم ابن قتيبة الدينوري رضي الله عنه
Cara menulis ayat-ayat di atas bisa menggunakan pulpen yang biasanya dipakai para pembuat wafaq kemudian diisi dengan pewarna makanan yang aman dikonsumsi.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 258.

25 Juni 2016

5 JENIS PUASA KEJAWEN

puasa kejawen warisan leluhur
Konon Dipercaya Bisa Memberikan Manfaat Besar (warisan leluhur)
Selama ini mungkin kita menganggap kalau hanya umat Islam saja yang memiliki ibadah berbentuk puasa. Padahal, hampir semua agama ada ritual semacam ini. Kristen, Hindu dan Buddha pun punya ritual puasa mereka sendiri, tapi tentu saja dengan aturan masing-masing. Nah, tak hanya itu, ada juga bentuk-bentuk puasa lainnya di luar konteks ibadah keagamaan. Salah satunya adalah puasa kejawen.

Ya, seperti yang kamu tahu kalau di Indonesia, Jawa khususnya, puasa semacam ini kadang kerap dilakukan masyarakat. Uniknya, puasa kejawen ini banyak jenisnya. Tak hanya jenis, puasa-puasa kejawen memiliki syarat yang berbeda-beda, di samping juga memberikan manfaat yang tak sama pula. Lebih jauh tentang puasa kejawen, berikut adalah jenis-jenis puasa ala orang Jawa yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Puasa Mutih Untuk Ilmu Gaib dan Keberhasilan
Salah satu puasa kejawen yang paling dikenal adalah Puasa Mutih. Seperti namanya, dalam ritual ini seseorang yang menjalaninya dilarang untuk mengonsumsi apa pun selain yang berwarna putih. Biasanya, para pelakunya hanya akan makan nasi dan air putih saja.

Puasa Mutih biasanya dimasukkan dalam salah satu bagian dari sebuah ritual panjang. Tujuannya sendiri macam-macam, namun umumnya adalah untuk menguasai ilmu-ilmu gaib tertentu. Ada juga yang melakukannya untuk tujuan keberhasilan. Puasa ini tak terikat waktu, bisa hanya 3 hari saja atau bahkan 40 hari. Puasa ini juga harus didampingi oleh seorang guru.

2. Puasa Ngableng Untuk Menguatkan Sukma dan Mengabulkan Keinginan
Jika umumnya durasi puasa itu hanya dari subuh sampai magrib, tidak demikian dengan ritual puasa yang bernama Ngableng ini. Durasi Ngableng adalah sehari penuh alias 24 jam. Jadi, jika ada seseorang yang menjalani puasa Ngableng 3 hari, itu artinya ia tidak makan minum selama 3 hari penuh.

Menurut para praktisinya, puasa ini bertujuan untuk menguatkan sukma alias jiwa. Dengan berpuasa penuh seperti itu, diharapkan nafsu terhadap hal-hal keduniawian bisa sirna. Makanya, puasa ini sendiri sering dibarengi dengan semedi. Tak hanya itu, puasa Ngableng konon juga sering dilakukan dengan tujuan untuk mengabulkan keinginan.

3. Puasa Pati Geni, Demi Terkabulnya Keinginan yang Sangat Besar
Tak hanya Mutih dan Ngableng, puasa yang dipercaya bisa mengabulkan hajat adalah Pati Geni. Bahkan dikatakan pula jika Pati Geni ini ampuh untuk kabulnya hajat-hajat yang luar biasa besar. Secara teknis, Puasa Pati Geni dan Ngableng ini hampir sama. Tapi, ada beberapa perbedaan yang cukup ekstrem.

Sama seperti Ngableng, puasa Pati Geni hitungan seharinya adalah 24 jam. Nah, yang unik dari puasa ini adalah si pelakunya tak boleh keluar dari kamar sampai seharian itu. Bahkan untuk buang air. Di dalam kamar pun si pelaku Pati Geni juga dilarang untuk melakukan aktivitas apa pun selain berdoa.

4. Puasa Ngeluwang Untuk Mendapatkan Kesaktian
Puasa satu ini bisa dibilang cukup unik. Tidak hanya melakoni puasa seperti biasa, dalam salah satu rentetan ritualnya si pelaku harus dikubur. Teknik menguburnya bukan seperti mayit yang dikubur, tapi lebih tepatnya dipendam sampai ke bagian tubuh tertentu.

Cukup ekstrem ya puasa satu ini. Makanya, puasa ini dipercaya akan mendatangkan hal besar. Salah satunya adalah dimampukan untuk menguasai berbagai jenis ilmu gaib tertentu. Puasa ini konon memiliki ujiannya. Jadi, ketika dipendam, si pelaku biasanya akan didatangi oleh makhluk-makhluk gaib dan kemudian menakutinya.

5. Puasa Weton Untuk Proteksi Diri Terhadap Kesialan
Dari sekian banyak puasa kejawen yang ada, Weton adalah salah satu yang paling populer dilakukan. Puasa ini sendiri tidak dilakukan sering-sering karena hanya perlu dilakoni saat tiba hari ulang tahun saja, makanya kemudian dinamakan Weton.

Puasa ini menurut ahlinya bisa dilakukan dengan dua cara. Ada yang seperti puasa biasa (subuh sampai magrib) atau pun hitungan 24 jam. Puasa ini sendiri dipercaya membawa manfaat besar. Salah satunya adalah sebagai anti sial si pelakunya. Ada juga yang mengatakan puasa Weton dapat membantu mengembalikan apa yang sudah hilang, entah harta atau apa pun.

Inilah puasa-puasa kejawen yang konon masih banyak dipraktikkan hingga hari ini. Puasa-puasa ini sendiri katanya tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus ada tuntunan dan tujuannya. Melakukannya secara sembarangan akan membawa dampak buruk bagi pelakunya.

AMALAN PARA PETANI UNTUK MENANAM PADI



amalan para petani untuk menamam padi
Doa ini saya kutip dari kitab Mujarrabat Imamiyah, Kitab kumpulan amalan dan doa-doa yang telah ditajrib (dieksperimen) oleh banyak orang, khusus doa ini sebagian orang yang hidup di daerah pertanian di Jawa timur telah mempraktekkannya.

Alhamdulillah berkat doa ini mereka berhasil, dan pertanian mereka terjaga dari hama saat pertanian yang lain terkena hama. Semoga doa ini dapat membantu anda, tentu setiap doa harus dimulai dengan suatu keyakinan yang kuat terhadap bantuan yang teristimewa dari Allah swt, dan disertai niat yang tulus-ikhlas karena Allah Yang Maha Dermawan dan Maha Penolong.

Doa ini diajarkan oleh salah seorang waliyullah dari keturunan Rasulullah saw, yaitu Imam Muhammad Al-Baqir Ra, Imam Muhammad Al-Baqir adalah putera Ali zainal Abidin bin Husein bin Fatimah Az-Zahra binti Rasulillah saw. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Jika kamu hendak bertani atau menanam suatu tanaman, maka hendaknya kamu mengambil segenggam bibit dengan tanganmu sendiri. Kemudian menghadap ke kiblat sambil membaca ayat Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah: 64, yang artinya: “Apakah kamu yang menumbuhkan atau Kami yang menumbuhkannya.”
أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ‏.
A-antum tazro unahu amnahnuz zari’un.
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya?

Kemudian membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَرْثًا مُبَارَكًا، وَارْزُقْنَا فِيْهِ السَّلاَمَةَ وَالتَّمَامَ، وَاجْعَلْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا، وَلاَ تَحْرِمْنِي خَيْرَ مَا أَبْتَغِي، وَلاَ تَفُتَّنِي بِمَا مَتَّعْتَنِي بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
Allohummaj’alhu hartsan mubarokan, warzuqna fihis salamata wat-tamam, waj’alhu habban mutarokiba, wala tahrimni khoyro ma abtaghi, wala tafuttani bima matta’tani bihaqqi Muhammadin wa alihith thoyyibinath thohirin.
 
Ya Allah, jadikan bibit ini menghasilkan pertanian yang penuh berkah, karuniakan kepada kami dalam pertanian ini keselamatan dan kesempurnaan. Jadikan bibit ini keberhasilan yang melimpah. Jangan halangi aku dari kebaikan yang aku harapkan, dan jangan binasakan aku karena hasil yang menyenangkan, dengan hak Muhammad dan keluarganya yang baik dan suci.

Kemudian ditutup Doa Sapu jagad 3x: Robbana aatinaa fiddunyaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa adzabannar.

Kemudian taburlah atau tanamlah bibit yang ada dalam genggaman tanganmu itu, insya Allah, tanamanmu akan berhasil.

Catatan: Ketika anda mengambil bibit hendaknya dimulai dengan membaca Basmalah dan shalawat, usahakan dalam keadaan punya wudhu dan suci dari hadas.