Kajian Hikmah Islam menghadirkan tulisan tentang shalawat Nabi, sejarah Islam, budaya dan wisata religi yang menghidupkan kembali semangat cinta Rasul, cinta tanah air, dan warisan para wali Allah di bumi nusantara
Surat Al-Fatihah merupakan salah satu surat yang sering dibaca setiap hari karena menjadi syarat sah shalat. Surat tersebut ternyata memiliki banyak keutamaan yang perlu untuk anda semua ketahui.
Selain menjadi syarat sah shalat, ternyata surat pembuka dalam Al-Qur'an tersebut memiliki keutamaan sebagai salah satu perantara terkabulnya hajat yang kita panjatkan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW:
ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻟﻤﺎ ﻗﺮﺋﺖ ﻟﻪ
Artinya: “Jika kita punya suatu hajat apapun, surat Al-Fatihah bisa menjadi perantara untuk hajat tersebut.”
IJAZAH KH Ghofur Sunan Drajat Lamongan
KH Abdul Ghofur Pengasuh Pesantren Sunan Drajat Lamongan mempunyai amalan khusus dalam membaca Fatihah. Menurut Kiai Ghofur, Fatihah paling manjur itu dibaca dengan cara yang tepat.
"Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."
"Takdir bisa ditata semua oleh ilmu perbintangan. Ini rahasia ya, jangan bilang-bilang ya. Kalau kalian butuh apa-apa ingin langsung berhasil seketika, maka kalian baca Al Fatihah.
Setiap 7 kali berdoa," tegas Kiai Ghofur.
Bagi Kiai Ghofur, Fatihah sangat cocok dibaca saat kita punya hutang.
Bagaimana caranya..?
- Pertama, membaca Fatihah 49 kali tiap hari.
- Kedua, kalau sudah membaca 7 kali, berdoalah secara khusus terkait hajatnya atau hutangnya.
Diulangi terus tiap baca 7 kali.
- Ketiga, membacanya dengan tulus dan betul-betul meminta kepada ALLAH SWT.
"Khususnya kalau punya hutang tidak bisa membayar hutang. Sudah dengar?
Membaca Al-Fatihah ya, setiap 7 kali berdoa,
Ya ALLAH semoga mendapat uang untuk membayar hutang. Dibaca sampai 7 kali, jumlahnya 49," tegas Kiai Ghofur.
Bagi Kiai Ghofur, kalau melihat undang-undang perbintangannya, Fatihah itu kalau dibaca 49 kali,
Setiap baca 7 kali lalu berdoa, maka manjurnya tidak ada tandingannya.
"Ini sesuai dengan penjelasan para ulama-ulama yang ma’rifat, yang matanya bisa melihat surga dan neraka,"
Kiai Ghofur mengumpamakan dengan dokter bisa mengetahui daun yang ada kandungannya vitamin A. Daun ini vitamin B, ini obatnya kencing manis, ini obatnya liver.
"Itu dokter yang menyelidiki lewat labolatorium. Kalau ini labolatorium gaib, 49 kali," pungkas Kiai Ghofur.
Menurut
perhitungan kalender Jawa, 1 Suro tahun 2023 jatuh pada tanggal 19 Juli 2023. 1
Suro sendiri jatuh pada hari Rabu, yang berarti malam 1 Suro atau malam satu
Muharram jatuh pada malam Rabu atau hari Selasa, 18 Juli 2023.
Pada malam tersebut, masyarakat Jawa biasanya
mengadakan ruwatan (pembersihan). Namun untuk umat Muslim sendiri, ada beberapa
amalan yang sebaiknya dilakukan. Salah satunya adalah membaca doa malam 1 suro.
Tujuan dari amalan ini yaitu untuk memohon ampun atas segala dosa yang pernah
diperbuat serta memohon keselamatan dan keberkahan dalam menyongsong Tahun Baru
1445 Hijriah.
Lantas, seperti apa doa yang bisa dilafalkan saat
malam 1 suro? Berikut di bawah ini informasi lengkapnya. Doa Malam 1 Suro
Dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah
Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut doa malam 1 suro yang bisa dilafalkan.
1. Doa Akhir Tahun Baru Islam 1444 H Doa malam 1
suro ini merupakan doa akhir tahun yang bisa dibaca sebanyak tiga kali
setelah sholat Ashar hingga sebelum sholat Maghrib
"Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fi
hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha 'alayya
bi fadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'autani ilat taubati min ba'di
jara'ati 'ala ma'shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlî wa ma 'amiltu fiha
mimma tardha, wa wa'attani 'alaihits tsawaba, fa'as'aluka an tataqabbala minni
wa la taqtha' raja'i minka ya karim."
Artinya: "Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas
perbuatanku di tahun ini termasuk yang Engkau larang sementara aku belum sempat
bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahanMu sementara Engkau
mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk tobat
sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakaiMu. Karenanya aku memohon
ampun kepadaMu, ampunilah aku. Ya Tuhanku, aku berharap Engkau menerima
perbuatanku yang Engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu.
Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
2. Doa Awal
Tahun Baru Islam 1445 H Doa malam 1 suro ini merupakan doa awal tahun baru
Islam atau kalender Hijriah yang bisa dibaca setelah memasuki tanggal 1
Muharam selepas sholat maghrib
"Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi
wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata
fihi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis
su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal
ikram."
Artinya: "Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal.
Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu
harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis
dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi
nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan
agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik
Kebesaran dan Kemuliaan."
Amalan Lain pada Malam 1 Suro Selain membaca
doa, terdapat amalan lainnya yang bisa dilakukan saat memasuki malam satu suro,
yaitu:
1. Perbanyak Wirid Malam satu suro merupakan salah
satu malam suci dalam Islam. Oleh karena itu, umat Muslim hendaknyamemperbanyak
wirid. Berikut ini wirid yang bisa dibaca:
- Istigfar sebanyak 100x
- Shalawat
sebanyak 100x
- Ya rohman Ya Rohim 111x
- Tasbih 63x
- Laillaha illa anta subhannaka
inni kuntu minaddolimin 63x
- Laillaha illa anta ya hayyu ya qoyyum 114x
- Hasbunallah wa ni’mal wakil 100x
- Hauqolah 100x
- Laillaha illalloh
muhammadarrasululloh 100x
- Ya Allah Ya Kabir Ya Latif ya Khobir ya Sami’ ya
Basir 100x
- Sholawat nariyah 3x
- Al fatihah 3x
2. Membaca Al Quran Membaca Al
Quran juga merupakan hal yang bisa dilakukan untuk menyambut datangnya tahun
baru. Amalan ini tentu saja dihitung sebagai hal yang baik dan berpahala.
Terlebih jika dapat mengamalkannya.
3. Melaksanakan Sholat Malam Seperti amalan
lainnya, sholat malam seperti sholat taubat, tahajud, atau hajat sebenarnya
bisa dilakukan kapan saja. Namun pada bulan Muharram sebaiknya Anda tidak
melewatkan sholat malam.
Hal ini dikarenakan pada pada malam tersebut
merupakan salah satu malam yang diutamakan untuk meminta pada Allah SWT.
4.
Niatkan untuk Puasa Tasu’a dan Asyura Amalan sunah yang diutamakan di bulan
Muharram adalah berpuasa. Selain itu, Muharram adalah bulan pertama dalam
kalender Hijriah sehingga mengawali tahun baru dengan ibadah puasa sangatlah
dianjurkan.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Puasa
paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan
Muharram." (HR Muslim).
Pada bulan Muharram, umat Muslim bisa melaksanakan
puasa Tasu'a dan puasa Asyura. Puasa Tasu'a dilakukan pada tanggal 9 Muharram,
sedangkan puasa Asyura dilaksanakan di tanggal 10 Muharram.
Dikutip dari laman
Suara Muhammadiyah, disunahkannya puasa Tasu'a bersama-sama dengan puasa Asyura
adalah agar ibadah tersebut tidak menyamai ibadah orang Yahudi. Bila ingin
melaksanakan puasa ini, berikut ini niat kedua puasa tersebut.
Assalaamu'alaikum sedulur, kalau sebelumnya saya ijazahkan Tawasul tembus langit, maka sekarang saatnya saya ijazahkan tawasul karomah atau Tawasul Kubro. Berfungsi untuk Pemberkatan, Booster amalan wirid, dan untuk do'a cepat ijabah, untuk membuka apa yang tertutup serta mempermudah penyerapan ilmu.
Tawasul ini sangatlah powerfull, Insya Allah akan hadir di hadapan kalian ruh-ruh suci yang kalian tawasuli mengamini do'a kalian jika bersungguh-sungguh.
- Tsumma ilaa hadhroti Malaikat Jibril AS, wa Malaikat Mikail AS, wa Malaikat Isrofil AS, wa Malaikat Izroil AS, wa Malaikat Ruqiyail AS, wa Malaikat Samsamail AS, wa Malaikat Shorfayail AS, wa Malaikat 'Anyail AS, wa Malaikat Kahyalin AS, wa Malaikat Dzun Nuroyn AS, wa Malaikat Dzulqornayn AS wa Malaikat Qosim A.S wa Malaikat Lanan A.S alaihiumussalam wa li Jami’il malaikat Muqorrobin wal Karubiyyin (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Jamii’il Anbiya'i wal Mursalin wa khusushon Nabiyullah Adam A.S, wa Nabiyullah Syits A.S, wa Nabiyullah Idris A.S, wa Nabiyullah Nuh AS, wa Nabiyullah Hud AS, wa Nabiyullah Ilyas A.S, wa Nabiyullah Khidir A.S, wa Nabiyullah Musa A.S, wa Nabiyullah Daud A.S, wa Nabiyullah Sulaiman A.S, wa Nabiyullah Ibrahim A.S, wa Nabiyullah Zakariyya AS wa Sayyidatuna Maryam binti Imran AS wa Nabiyullah Isa A.S, wa Nabiyullah Syam'un al Ghozi A.S wa Nabiyullah Daniyal A.S (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Khulafaur Rosyidin, Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq r.a, wa Sayyidina Umar bin Khotob r.a, wa Sayyidina Utsman bin Affan r.a wa Sayyidina Ali bin Abi Tholib karomallahu wajhahu wa khusushon Sayyidina Uwais al Qorny r.a (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti ahli baytihi Rasuulillaahi shollallahu’alaihi wa sallam, Sayyidatuna Khadijah al kubra ra, wa Sayyidatuna Aisyah ra, wa Sayyidatuna Fatimatuz Zahro ra binti Rasulullah, wa Sayyidina Ali Karomallahu wajhahu wa Imam Hasan bin Ali AS wa Imam Husein bin Ali as Syahid AS wa Imam Ali Zaenal Abidin AS wa Imam Ja'far Ash Shodiq AS , Imam Musa Kadzim AS, wa Imam Hasan Ali ar Ridlo AS, wa Imam Muhammad al Jawwad AS, wa Imam Ali bin Muhammad al Hadi AS, wa Imam Hasan al Askari AS, wa Imam Ahmad bin Isa al Muhajir A.S wa Yaa Shohibuz Zamaani Sayyidina Imam Al Mahdi AS (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti ahlul bayti Rasuulillaahi min Bani 'Alawiyyin khusushon Sayyid Muhammad Shohib Mirbath ra, wa Sayyidina Al Faqih Al Muqoddam Muhammad bin Ali Ba'alawi ra, wa Sayyidina Al Imam Muhammad Ali Shohibud dark bin Alwi al Ghuyur ra wa Sayyidina Al Imam Alwi Al Ghuyur ra wa Sayyidina Al Imam Al Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar Bin Salim ra wa Sayyid al Habib Ali bin Muhammad al Habsyi ra shohibul mawlid simtudhurror, wa Sayyid al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad ra shohibur rotib, wa Sayyid al Habib Umar bin Abdurrahman Al Atthos ra shohibur rotib (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Jamii’il Auliya'i was shoolihin wa khusushon Quthbul Ghouts Sulthonul Awliya'i Sayyidi Syeikh Muhyiddin Abdul Qodir al Jailani ra, wa Al Hujjatul Islam Imam Abu Hamid Muhammad Ghazali ra, wa Sayyidi Syeikh Abu Ya'qub Yusuf al Hamdani ra, wa Sayyidi Syeikh Ahmad ar Rifa'i ra, wa Sayyidi Syeikhusy Syuyukh Abu Madyan Syu'aib bin Husein Al Anshoriy Al Andalusiy ra, wa Sayyidi Syeikh Abdissalam bin Masyisyi ra wa Sayyidi Syeikh Abul Hasan Asy Syadziliy ra, wa Sayyidi Syeikh Abbul Abbas al Mursi ra, wa Sayyidi Syeikh Hasan al Basri ra, wa Sayyidi Syeikh Ahmad al Badawiy ra, wa Sayyidi Syeikh Abu Yazid al busthomi ra, wa Sayyidi Syeikh Muhammad Bahaa-uddin an Naqsyabandiy ra, wa Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad at-Tijaniy ra, wa Sayyidi Syeikh Abdul Kholiq al Ghujdawani ra (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Sayyidi Syeikh Abil Hasan Sarri ibnu al Mughalis as-Saqothi qodassallohu sirrohu, wa Sayyidi Syeikh Abu qosiim al junaid al baghdadi qodassallohusirrohu, wa Sayyidi Syeikh Abu Bakar as Syibli qodassallohu sirrohu wa Sayyidi Syeikh Ma’rufi al Karkhi qodassallohusirrohu, Sayyidi Syeikh Ibnu Manshour al Hallaj qodassallohu sirrohu wa Sayyidi Syeikh Maulana Jalaludin Rumi qodassallohu sirrohu, wa Sayyidi Syaikhul Akbar Ibnu Arobi al Hatimi qodassallohu sirrohu Sayyidi Syeikh Ibnu Atho'illah As Sakandari qodassallohusirrohu wa Sayyidi Syeikh Syihabuddin As Sahruwardi qodassallohusirrohu (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi Al Quthb Sayyidi Syeikh Jamaludinal Ghumuqi wa Sayyidi Maulana Syeikh Abdullah Faiz ad Dagestani qs wa Sayyidi Maulana Syeikh Nadzhim adil al Haqqani qs wa Ila Hadhroti Sayyidi Syeikh Hisyam Kabbani qs (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Sayyid Syeikh Ashouf bin Barkhiya wa Syeikh Imam Ahmad ibnu Ali Al Buuni, wa Syeikh Ibnu Hajji At Tilmisani al Maghribi, wa Syeikh Abdul Fattah As Sayyid At Toukhy, wa Syeikh Fakhruddin Thohir Jabbar Kholawiy, wa Syeikh Muhammad Haqqi an Nazili wa Syeikh Mahmoud Nashor (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Jamii’il Auliya'i tanah jawi khusushon Syeikh Subakir gunung tidar, wa Syeikh Jumadil Kubro Trowulan wa Syeikh Dzatul Kahfi gunung jati, wa Syeikh Quro Karawang, wa Embah Kuwu Sangkan Cirebon girang Pangeran Cakrabuana Raden Walang sungsang, wa Raden Kian Santang Sunan Godhog, wa Syeikh Abdul Jalil syeikh siti jenar wa Syeikh Maulana Maghribi wa Syeikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon, Syeikh Ali Rohmatullah Sunan Ampel, wa Sunan Bonang wa Sunan Giri wa Sunan Kudus wa Sunan Muria wa Raden Syahid Eyang Sunan Kalijogo wa Sunan Dombo Sunan Geseng wa Syeikh Magelung Sakti wa Syekh Jangkung wa Sunan tembayat (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi poro leluhur tanah jawi wa poro Raja-Raja, poro Ksatria poro mujahidin nuswantoro poro Wali dzhohir wa wali ghoib Khusushon Sayyid Anwar Sanghyang Nur Cahyo, wa Sayyid Anwas Sanghyang Nur Rasa wa Empu Supo wa Eyang Sri Aji Joyoboyo kediri wa Sultan Agung Mataram Sultan Hadiwijoyo Joko Tingkir, wa Raden Bagus Harun Pagotan, wa Raden Mas Ngabehi Ronggowarsito wa Presiden Soekarno wa Pangeran Diponegoro wa Jenderal Sudirman (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi Sayyidi Syeikh Muhammad Samman al Madani, wa Sayyidi Syeikh Maulana Muhammad Arsyad al Banjari, wa Sayyidi Syeikh Muhammad Abdussamad Datu Sanggul, wa Sayyidi Syeikh Ahmad Khotib Sambasy, Sayyidi Syeikh Abdur Ro'uf Singkel Aceh (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti arwahi Syaikhona Kholil Bangkalan Madura wa Syeikh Ahmad Tholhah kali sapu Cirebon, wa Hadrotusy Syeikh K.H Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, wa Syeikh Basaniyah Bujug Tumpeng Pamekasan, wa Syeikh Abu Syamsuddin Batu Ampar Madura, wa K.H Wahab Hasbullah Tambakberas jombang wa K.H. Romli Tamim njoso Peterongan Jombang (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan wa Sultan Maulana Hasanudin Banten wa Syeikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani wa Syekh Asnawi bin Abdurrahman Caringin Banten, wa KH. Muhammad Dimyathi al-Bantani (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi Al Qutub Al Habib Husin bin Abubakar Alaydrus Keramat Luar Batang wa Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Attas Empang Bogor wa Al Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi Surabaya wa Al Habib Ali bin Husein Al Attas Bungur wa al Habib Ali Kwitang, wa Habib Sholeh Tanggul Jember, wa Mbah Yai Abdul Hamid Pasuruan,wa Abuya Sayyid Muhammad bin alwi al maliki al hasani wa al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil faqih malang wa al Habib Abdullah bin abdul Qodir bil faqih malang wa K.H Mahrus Ali Lirboyo wa K.H. Abdurrohaman Wahid Gus Dur Tebuireng, Kyai Hamim Jazuli Gus Miek al falah ploso kediri, wa Syeikh Abdul Malik bin Ilyas Purwokerto, wa Mbah Yai Dalhar watucongol, wa Syeikh Abdul Karim banten, Syeikh Ahmad Shohibul Wafa' tajul arifiin Abah Anom Suryalaya Tasikmalaya wa Abah Uci al Turtusi banten, wa Hadrotusy Syekh Romo K.H. Achmad Asrori al ishaqi kedinding Surabaya, wa Syeikh Jauhari Umar Pasuruan (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa arwahi wa Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani Martapura wa Tuan Guru Haji Umar Kelayu Lombok, wa Maulana Syeikh Tuan Guru Haji Muhammad Zaini Abdul Majid Pancor, Lombok Timur, wa Tuan Guru Haji Syeikh Ahmad Tretetet Lombok wa KH. Achmad Yasin Asymuni Pethuk semen kediri wa Kyai Uzairon Thoifur temboro, (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti al Habib Umar bin Hafidz Yaman wa Abah Abuya Syar'i Ciomas Banten wa Syeikh Fadhil al jailani ra, wa al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan wa Habib Bakar Assegaf gresik (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti Jamii’il Ulamaa-il 'Aamiliina wa masyayikhina wa asatidzatinaa (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
- Tsumma ilaa hadhroti khusushon Abi wa Umi wa diriku sendiri jazadku, sukmoku, ruhku, Kakang Kawah Adi ari-ari, getih, puser, Sedulur papat kelimo pancerku, Amarah, sufiyyah, aluwammah, muthmainnah, wa Ulu, Kulit, Daging, getih, Balung, Sumsum (Syai’ul lillaahi lahum Al-Fatihah 3x)
Tawasul ini sangat cepat efeknya baik digunakan untuk mengawali amalan awrod suatu keilmuan maupun untuk mengawali memohon hajat apapun kepada Allah. Yang perlu saya tekankan ialah saya tidak mengajarkan meminta sesama makhluk dan tidak mengajarkan syirik. Sebelum bertawasul sebaiknya niatkan pada diri anda untuk mendoakan sesama makhluk Allah, Para Anbiya', Awliya'i, sholihin, Mujahid / Syahid, dan Para Leluhur dll.
Boleh ditambah Jika ada Auliya'i dari daerah kalian sendiri.
Berdasarkan hukum law of spirit dan law of nature ketika anda menebar cinta kasih / gift kepada sesama makhluk maka timbal baliknya akan kembali kepada anda sendiri. Jadi poro sedulur tidak perlu bertanya tawasul ini bermanfaat nggak, tembus nggak, worth it nggak, buktikan saja sendiri nanti. Tetapi yang lebih utama ialah ketika mengamalkan didasari atas rasa mahabbah kepada para kekasih Allah.
SHOLAWAT
MAHKOTA BIDADARI (MAHRUS SIRRI WAL HUUR WA AYNUL FATHI WAN NUUR)
Allaahumma sholli wa sallim wa baarik alaa Sayyidinaa Muhammadinin nabiyyil kaamili, Al faatihil khootimish shoodiqil amiin, Al jaami'i li asroori maa ahshoohullaahu minal uluumi fil imaamil mubiin, Bi aynil yaqiini wa aqlaamit tartiibi wat tabyiin, wa mudda min hadhroti robbihi bi jami'i asrooril hudaa wat tamkiin, wa bi syaroofihi wa karoomihi syahidat jamii'un nabiyyin wal mursaliin wal malaaikati wasy syuhadaa'i wash shoolihiin, An naashiril haqqi bil haqqi ar ro'uufir rohiim al haadi ilash shirothil mustaaqim, Shirootil ladziina an'amta alayhim ghoyril maghdhuubi alayhim wa ladh dhoolliin aamiin, Quthbi daa irotil wujuudi wal jalaali wal jamaali, wa miftaahi asrooril ghuyuubi wa khizaanati aynil kamaali, wa huwan nuurus saathi'u was sirrul maknuunu wash sholaatul kaamilatu, was salaamut taammu alaa akhiihi Jibriila al muthowwaqi bin nuuri
wa jamii'i aalihi wa ashhaabihii wa bi'adadi basthil baasithi wa basthim bisaathil mukawwanaati wa kawnit takwiini, wa bi'adadis sirri al ladzii awdaa'at-hu Yaa Allah fii ahrufi Alif Lam Miim Shod Alif Lam Miim Roo Kaf Haa Yaa Aiin Shood Thoo Siin Haa Miim Qoof Nuun, Sholaatan kaamilatan wa salaaman taamman laa nihaayata lahumaa fi ilmikal azhiim,kamaa laa nihaa yata likamaa lika wa mulkika wa ilmika yaa samii'u yaa sarii'an lii bil ijaabati yaa mujiibu yaa aliim * Salaamun qowlam mirrobbir rohiim shuwarohun mahbabah saqofaathiisun saqoothiimun ahuunun qoofun adumma hamma haa un aamiin, As alukal lohumma bis mikal a'zhom, An tusholliya alayhi wa alaa aalihii fii kulli nafasin wa lamhatin wa lahzhotin wa thorfatin wa hiinin, Bi adadi miqdaari azhomati dzatika yaa hayyu yaa qoyyum yaa aliyyu yaa azhiim, wa bi adadi asroori kalaamikal qodiim, Wa haqqi qodri jamii'i ambiya ika wa rusulika wa miqdaarihim Yaa Arhamar Roohimiin,Laa ilaaha illaa anta subhaa naka innii kuntu minazh-zhoolimiin.
Siapa saja yang sering membacanya dia akan melihat Allah Ta'ala didalam mimpinya serta melihat Baginda Rasulullah Shollallahu Alayhi wa Sallam dan Malaikat Jibril akan selalu membimbingnya
Mendatangkan rahasia-rahasia Allah, Futuh / Terbukanya dalam segala kebaikan dan ilmu Serta Cahaya yang membimbing kita dalam kebenaran dan kebaikan didunia dan diakhirat
Satu kali membaca Sholawat Mahkota Bidadari Pahalanya sebanding dengan membaca Sholawat Al-Fatih 100.000 kali, Adapun satu kali membaca Sholawat Al-Fatih sebanding Pahalanya dengan menghatamkan Kitab Sholawat Dalail Al-Khoirot 800.000 kali
Cara mengamalkannya bagi yang mampu seperti tertulis dibawah ini, Kalau tidak mampu maka bacalah satu kali tiap hari, Tidak mampu juga membaca tiap hari maka bacalah satu kali saja seumur hidup, Yang utama adalah Sholawat yang sudah diamalkan tiap hari jangan dilepas :
30 kali setelah Sholat Subuh 24 kali setelah Sholat Zuhur 20 kali setelah Sholat Ashar 15 kali setelah Sholat Maghrib 20 kali setelah Sholat Isya
Sholawat Mahrus Sirri Wal Hur / Mas Kawin Bidadari Surga ini dicatatkan oleh Al-Imam Al-Arif Billah Sayyidi Ahsan bin Muhammad bin Abi Jama'ah Al-Ba'qili Al-Bakri didalam Kitab Al-Iroo'ah
Sayyid Ash-Sholawat / Sultan Sholawat / Penghulu Sholawat / Pemimpin Dari Seluruh Sholawat
Sholawat ini diberikan langsung oleh Sayyidina Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam di dalam ru’ya/penglihatan spiritual kepada As-Sayyid Muhammad Baha'uddin An-Naqsyabandi Al-Husaini
Sholawat ini dinisbahkan kepada As-Sayyid Muhammad Baha'uddin An-Naqsyabandi Al-Husaini Pendiri Tarekat Naqsyabandi
Dikatakan oleh Sayyidina Syekh Syarafuddin ad-Daghestani Salah seorang Wali dalam Silsilah Keemasan Naqsybandi : Sholawat ini adalah Sholawat yang biasa dibaca oleh Sayyidina Baha’uddin Naqsybandi Pendiri Tarekat Naqsyabandi. Jika kalian menyebut nama Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam seratus kali maka Sayyidina Baha’uddin Naqsybandi akan membaca Sholawat ini seratus kali. Jika kalian menyebut Nabi Shollallahu Alayhi wa Sallam 1.000 kali maka Sayyidina Baha’uddin Naqsybandi akan membaca Sholawat ini 1.000 kali. Jika kalian menyebut Nabi Shollallahu Alayhi wa Sallam 10.000 kali maka Sayyidina Baha’uddin Naqsybandi akan membaca Sholawat ini 10.000 kali. Setiap kali kalian menyebut nama Nabi Shollallahu Alayhi wa Sallam maka Sayyidina Baha’uddin Naqsybandi akan membaca Sholawat ini.
Bersabda Nabi Shollallahu Alayhi wa Sallam : Yaa Baha’uddin Jika seseorang Bersholawat kepadaku siang dan malam sejak zamannya Nabi Allah Adam Alayhis Salam hingga Hari Kiamat, Terus-menerus selama 24 jam tanpa henti, Sholawat yang kuberikan kepadamu ini masih lebih berat dibandingkan semua Sholawat tadi
Satu kali membaca Sholawat ini lebih berat dalam timbangan di Mizan pada Hari Perhitungan daripada seluruh Sholawat yang dibaca untukku sejak zaman Nabi Allah Adam Alayhis Salam hingga Hari Kiamat. Karena rahasia yang terkandung di dalamnya dan cara Sholawat ini dibacakan, bagaimana ia disebutkan, Sholawat ini memberikan anzilu al-nasa manazilahum/ Sholawat ini memberikan setiap orang sesuai dengan kedudukannya, jadi cara Sholawat ini dibacakan sangat tinggi caranya.
Sholawat ini adalah yang Malaikat tidak dapat menulis jumlah ganjaran Pahalanya karena tak terhingga dan hanya dapat ditulis oleh Allah Ta'ala sendiri .
inilah Sholawatnya : Alaa asyrofil-aalamiina Sayyidinaa Muhammadinish-sholawaat, Alaa afdholil-aalamiina Sayyidinaa Muhammadinish-sholawaat, Alaa akmalil-aalamiina Sayyidinaa Muhammadinish-sholawaat, Sholawaatullaahi ta-aalaa wa malaa-ikatihi wa anbiyaa-ihi wa rusulihi wa jamii'i kholqihi alaa Sayyidinaa Muhammadin wa alaa aali Sayyidinaa Muhammad, alayhi wa alayhimus-salaam wa rohmatulloohi ta-aala wa barokaatuh, wa rodhiyal-laahu tabaaroka wa ta-aalaa an saadaatinaa ash-haabi rosuulillaahi ajma'iin
Wa-anit-taabi-iina bihim bi ihsaan, wa anil-a’immatil-mujtahidiinal-maadhiina wa anil-ulamaa’il-muttaqiina wa anil-awliyaa’ish-shoolihiina wa am-masyaa-yikhinaa fit-thoriiqatin naq-syabandiyyatil-aliyyah qodda-sallaahu ta-aalaa arwaahahumuz-zaakiyyah wa nawwaral-laahu ta`aalaa adhri hatahumul-mubaarokah wa a`aadal-laahu ta`aalaa alaynaa min barokaatihim wa fuyuu-dhootihim daa-iman wal-hamdu-lil-laahi robbil-aalamiin Al-Faatihah
Semoga Sholawat dilimpahkan atas alam yang paling mulia yaitu Sayyidina Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam
Semoga Sholawat dilimpahkan atas alam yang paling utama yaitu Sayyidina Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam
Semoga Sholawat dilimpahkan atas alam yang paling sempurna yaitu Sayyidina Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam
Semoga Sholawat Agung Allah Ta’ala para Malaikat dan para Nabi para Rasul dan seluruh makhluk atas Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam dan atas keluarga Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam, Semoga Keselamatan Rahmat dan Keberkahan Allah terlimpah pada Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam dan keluarganya dan semoga Allah merido'i pada tuan-tuan kami yaitu para Sahabat Rasulullah semuanya dan para pengikutnya dan para imam Mujtahid dan para ulama dan ahli taqwa dan para awliya yang sholeh dan guru-guru kami di dalam Tarekat Naqsybandiyyatil Aliyyah/yang Mulia yang Luhur * semoga Allah Ta’ala mensucikan ruh mereka yang suci, Dan semoga Allah melimpahkan cahaya pada kuburan mereka yang penuh berkah dan semoga Allah mengembalikan kepada kami berkah-berkah mereka dan limpahan-limpahan mereka selama-lamanya dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Al-Fatihah
Sholawat ini diberikan oleh Baginda Rasulullah Shollallahu Alayhi wa Sallam kepada Maulana Syekh Nazim Al-Haqqani dan sudah diamalkan oleh Beliau. Siapapun yang membacanya dengan penuh ikhlas dan cinta akan melihat Baginda Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam dengan cahaya hijau surgawi.
Meskipun dibaca 1 kali, 3 kali, 100 kali atau 1.000 kali, Sholawat ini akan membuka pintu jalan dengan Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Syekh Nazim Al-Haqqani berkata : "Jika mata kalian tidak mampu melihatnya maka qolbu kalian akan mampu melihatnya"
Ini adalah pintu jalan yang dipakai Maulana Syekh Nazim Al-Haqqani untuk membuka Samudera Cahaya Baginda Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam dan Samudera Ilahiyah melalui pintu Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu alaihi wasallam.
Teks Shalawat: Allaahumma sholli wa sallim alaa Nabiyyinaa Muhammad alayhis-salaam, Sholaatan taduumu wa tuhdaa ilayh, Ma marrol-layaalii wa thuulad-dawaam
"Ya Allah Limpahkanlah Sholawat dan Salam kepada, Nabi kami Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam Dengan Sholawat yang menetap dan dipersembahkan kepada Beliau Sepanjang malam-malam yang berlalu dan abadi selamanya"
PUASA NEPTU 40 MENYINGKAT PUASA 40 HARI MENJADI 3 HARI
Puasa memang ada banyak sekali jenisnya, salah satunya Puasa Neptu yang bisa menyingkat dari 40, 41 hari menjadi 3 hari saja. Puasa Neptu bukan tanpa tujuan yang jelas, karena menyingkat sebuah puasa harus ada alasan yang kuat, terlebih bila belajar untuk menguasai sebuah Ajian atau ilmu Kejawen.
Puasa Neptu sendiri adalah warisan yang dibuat oleh Raden Mas Said (Sunan Kalijaga) yang dimaksudkan untuk meringkas puasa para santrinya. Dimana dijalani 41 hari dan di ringkas menjadi 3 hari saja namun lebih berat pada tingkatan.
Kebanyakan Doa mantera, Aji-aji, Hizib, Wirid, Aurad, Ngelmu dan lain-lain sejenisnya, itu semua membutuhkan lelaku. Ada yang satu hari semalam, ada yang tiga hari semalam, ada yang tujuh hari semalam, ada pula yang sampai empat puluh hari semalam, bahkan terlebih lagi ada yang lelaku sampai satu tahun. Oleh sebab itu, bagi yang lelaku sebuah ilmu membutuhkan persyaratan hingga 40 hari dan satu tahun tadi terlalu berat dan memberatkan sekali. Maka atas wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga (Wali di Tanah Jawa yang tersohor ke-Ilmuannya di antara Wali Songo)memberi anjuran bahwa lelaku tirakat yang membutuhkan persyaratan selama 40 hari dan setahun tersebut dapat diringkas menjadi lelaku tirakat yang hanya cukup 3 hari. Artinya, lelaku tirakat 3 hari sama dengan lelaku tirakat selama 40 hari, dengan catatan harus pandai-pandai memilih waktu yang 3 hari tersebut jumlah neptu ke tiga hari tersebut harus 40.
Puasa neptu 3 hari sama dengan 40 hari, dimana seperti yang telah kita ketahui, dalam ilmu Kejawen sangat banyak sekali macam puasa. Dari yang ringan hingga yang berat, sebaliknya terdapat juga yang berat namun bisa di ringankan yaitu puasa yang akan kita bahas ini.
Perlu diketahui dalam menjalani Puasa Neptu ini, karena tidak seperti nama dan penjelasan ringkasnya. Anda yang ingin meringkas sebuah puasa yang lamanya 40 atau 41 hari dan di ringkas 3 hari saja ini harus tau detailnya supaya tidak menjadi sia-sia puasa/tirakat yang Anda jalani. Berpuasa selama 40 hari dan bisa di singkat menjadi 3 hari saja melalui Puasa Neptu. Akan tetapi, tidak sembarangan dalam menjalaninya, terdapat tata cara yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum Anda melakukan puasa ini, yang jelas terdapat pasaran tertentu dalam menjalaninya.
Mempersingkat lelaku, dalam menjalani syarat sebuah keilmuan atau tujuan contohnya dalam lelaku menuntut sebuah ilmu seseorang diwajibkan berpuasa selama 40 hari, akan tetapi jika lelaku tersebut ditempuh dengan puasa neptu hanya membutuhkan waktu 3 hari saja. Puasa 3 hari = 40 hari, puasa neptu di awali dari yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, beliau merasa bahwa lelaku yang dijalankan para santri sangatlah berat, maka itu beliau berinisiatif menciptakan puasa neptu.
Untuk mendapatkan lelaku puasa neptu, harus dimulai pada Rabu Pon, Kamis Wage, Jum’at kliwon. Tujuannya adalah untuk meminta petunjuk kemana kita harus berjalan, meminta agar segala keinginan kita tercapai dan juga salah satu lelaku dalam menuntut ilmu agar dapat diberikan pengetahuan.
Cara Menghitung dan Mulai Puasa Neptu
Untuk mengetahui perhitungan dan tata caranya puasa naptu 40, anda bisa melihat dalam kalender yang berisikan pasaran Jawa. Dan puasa Neptu dibagi menjadi 6 yaitu:\
1. Pilih hari = Selasa Kliwon, Rabu Legi dan Kamis pahing (Jumlah neptu 40)
Hari-hari pada ke lima nomor tersebut, dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan waktu lelaku tirakat anda. Apabila anda melaksanakan lelaku tepat pada hari-hari yang ada di dalam daftar tersebut, sama saja anda telah melaksanakan lelaku selama 40 hari.
Sedangkan untuk lelaku yang membutuhkan waktu 1 tahun atau perawatan khusus pada sebuah ilmu, dapat dilakukan dengan puasa 3 hari sesuai waktu pada daftar tersebut di atas sebanyak enam kali berturut-turut.
Diatas telah di contohkan untuk menghitungnya, jika Anda ingin mulai menjalaninya maka usahakan untuk mengambil harinya dulu supaya pas untuk menjalani Puasa Neptu, 40 hari di singkat menjadi 3 hari saja.
Bila anda ingin menjalani puasa neptu 40, sebagai contoh di hari (Selasa Kliwon, Rabu Legi dan Kamis pahing), Maka Senin Wage di sore harinya anda sudah mandi Jinabat, dan sahur di sore hari tersebut sebelum masuk waktu adzan maghrib, dan berbuka ke-esokan harinya di waktu maghrib, karena di sore hari sudah berganti hari menurut ajaran jawa islam.
Puasa Neptu Hanya Untuk Ilmu Tertentu Saja
Anda sebagai calon penguasai sebuah ilmu juga harus mengetahui mana jenis ilmu yang boleh di tebus dengan puasa Neptu dan yang tidak boleh. Selain itu, juga ada penjelasan mengapa diperbolehkannya Anda menjalani dengan meringkasnya.
PUASA NEPTU TERBAGI MENJADI 3 TINGKATAN
Disini kita akan memulai alasan yang mendalam tentang menjalani puasa Neptu ini, supaya Anda tidak salah kaprah dan terus di angan-angani dengan mudahnya lelaku Puasa Neptu ini.
Tingkat 1
Untuk tingkat permulaaan ini, hanya dikhususkan bagi mereka yang baru mengenal ilmu dan masih lemah taraf kekuatan diri menahan hawa nafsunya. Selain itu ilmu yang dikuasai juga adalah ilmu-ilmu kebatinan, kanuragan yang tingkat rendah dan dasar saja.
Karena pada tingkatan ini, hanya untuk memberi kemudahan dalam mencapai sebuah keyakinan memiliki ilmu sebagai tanda kebesaran dari Allah swt. Bila nanti dirasa murid tingkat 1 ini telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi, ia akan di arahkan ke puasa yang sesungguhnya dan berat, semakin berat tanpa ada ringkasan lagi.
Bila ketajaman batin dan keyakinan murid tingkat 1 ini benar-benar menjadi kuat setelah menjalani puasa Neptu ini, biasanya akan dihadapkan dengan Puasa Neptu pilihan seperti Ngeluwang atau Patigeni.
Tingkat 2
Tingkatan ini bukanlah yang tadinya menjalani tingkat 1 dan naik ke 2. Ini adalah diatasnya!
Tingkatan ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang terpilih saja dan dengan alasan yang kuat. Biasanya ia adalah seorang tokoh spiritual yang sudah menjalani berbagai olah laku batin dan puasa dengan beragam jenis.
Orang seperti ini, biasanya menjalani Puasa Neptu bukan seperti yang di tingkat 1 tadi. Ia cenderung akan langsung meringkas dengan Patigeni selama 3 malam berturut-turut atau Ngeluwang dan tapa tirakat yang berat.
Jelas ini akan berbeda di tingkatan 1 tadi. Dan juga biasanya, hanya dilakukan pada ilmu-ilmu pamungkas saja, atau hanya menyepuh (naik tingkat) sebuah ilmu yang pernah di lakoni dan biasanya dilakukan pada Bulan Muharaam (Suro) saja. Dimana dalam 1 bulan Suro, tidak genap 40 atau 41 hari, karena itulah diambil dari Puasa Neptu supaya pas.
Dari sini, 1 dan 2 yang telah kita bahas, ada tingkatan akhir yang terbilang akan membuka pengartian diri kita akan puasa Neptu ini.
Tingkat 3
Puasa Neptu yang menjalani pada tingkatan ini, bukanlah mereka yang naik dari tingkat 1 dan 2 hanya tingkat kesukarannya saja.
Disini, yang menjalani Puasa Neptu adalah mereka yang telah mumpuni dalam olah batin dan ilmu-ilmu Kejawen. Mereka bukan lagi orang sembarangan, mengunakan Puasa Neptu bagi mereka hanya untuk membantu sesama dan menyepuh ilmu yang sudah ia kuasai.
Contohnya, bila ia ingin membantu anak, cucu, soudara atau orang yang lagi membutuhkan bantuannya lalu ia gunakanlah sebuah ilmu dan mentirakatinya, supaya lebih cepat maka digunakanlah Puasa Neptu ini.
Kesimpulan dan Tujuan Dari Puasa Neptu Sunan Kalijaga
Dari pengulasan diatas hingga tingkatan Puasa Neptu yang di ciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga ini sebenarnya bukan untuk diteruskan menjadi sebuah keinginan untuk mudahnya menjalani sebuah tirakat dalam menguasai ilmu.
Sunan Kalijaga membuat puasa neptu ini, hanya untuk mempermudah orang yang masih lemah dalam olah batin karena ingin menyadarkan dan melakukan pendekatan untuk memasukan unsur-unsur keislaman pada murid dan santri-santrinya maka dibuatlah puasa Neptu supaya mereka lebih mendalami sebuah ilmu kanuragan dan olah batin.
Pada kesimpulan sebenarnya, dibuatnya Puasa Neptu ini supaya mereka juga mempelajari ajaran keislaman dan menjadi seorang Muslim sejati.
Dari kesimpulan diatas inilah, tidak bolehnya sembarangan dalam menentukan Puasa Neptu. Apa lagi menjalani tirakat dengan tujuan mempermudah. Bila itu Anda lakukan maka ilmu yang sedang Anda jalani hanya ada dalam agan-agan semata.
Dan juga perlu di ingat, dalam pengamalan Ajian yang harus melewati berbagai macam puasa dengan sekian hari. Tidaklah boleh menebusnya dengan Puasa Neptu karena jalurnya sudah ditentukan dari kitab pembuatnya.
Puasa Neptu lebih menekan kepada seorang guru spiritual yang memiliki berbagai macam murid yang lengkap dengan kuat dan lemahnya kekuatan dan fisiknya. Sebagai jalan untuk mempermudahkan mereka. Semoga artikel tentang penjelasan puasa neptu ini akan bermanfaat untuk kita semua.
Sholawat adalah doa yang menjadi wujud rasa cinta umat Islam kepada Allah SAW. Anjuran untuk membaca sholawat juga dianjurkan di dalam kitab suci Al-Quran melalui surat Al-Ahzaab: 56.
Innallaaha wa malaa'ikatahu yusholluuna alan-nabiyy, yaa ayyuhal-ladziina aamanuu shollu alaihi wa sallimu taslimaa.
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Shalawat Munjiyat adalah salah satu jenis shalawat ghairu ma’tsurah yang dikenal kalangan umat Islam. Shalawat ini juga disebut sebagai shalawat penyelamat karena diyakini dapat menyelamatkan orang yang membacanya dari berbagai macam kesulitan dan bencana. Shalawat ini memiliki bacaan, arti, dan keutamaan yang akan saya jelaskan di bawah ini.
Bacaan shalawat Munjiyat dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya adalah sebagai berikut:
Allohumma shalli alaa Sayyidinâ Muhammadin wa alaa aali Sayyidinaa Muhammadin shalaatan tunjinaa bihaa min jami’il ahwali wal aafaat wa taqdhi lanaa bihaa jami’al haajat wa tuthohhiruna bihaa min jami’is sayyi'at wa tarfa’una biha ‘indaka a’lad darojat wa tuballighuna bihaa aqshol ghoyat min jamî’il khoiroti fil hayati wa ba’dal mamaat
“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”
Shalawat Munjiyat adalah shalawat yang dibaca untuk meminta keselamatan dari segala musibah dan bencana kepada Allah SWT. Kata Munjiyat berasal dari bahasa Arab yang berarti keselamatan. Shalawat Munjiyat juga dikenal sebagai Shalawat Penyelamat.
Shalawat Munjiyat memiliki banyak keutamaan yang telah dirasakan oleh orang-orang yang mengamalkannya. Salah satu keutamaan yang paling terkenal adalah kisah tentang seorang ‘arif yang diselamatkan dari badai dan halilintar ketika berada di atas kapal bersama orang-orang lain. Kisah ini diriwayatkan oleh beberapa sumber, salah satunya adalah sebagai berikut:
“قال بعض العارفين كنت في مركب فعصفت علينا الريح فأشرفنا على الغرق فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في منامي فقال قل لهم يقولون اَللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ فاستيقظت فقلناها جميعا فسكن الريح بإذن الله تعالى”
“Seorang ‘arif berkata: Aku berada di atas kapal, lalu angin kencang menerpa kami dan kami hampir tenggelam. Aku bermimpi melihat Nabi Saw. dan beliau berkata: Katakan kepada mereka agar membaca: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Lalu aku bangun dan kami semua membacanya. Maka angin pun reda dengan izin Allah Ta’ala.”
Selain kisah di atas, ada juga beberapa keutamaan lain yang dikaitkan dengan shalawat Munjiyat, antara lain:
1. Dapat menghapus dosa-dosa besar dan kecil
2. Dapat memperoleh syafa’at Nabi Saw. di hari kiamat
3. Dapat mendapatkan kemuliaan dan ketinggian derajat di sisi Allah Swt.
4. Dapat memperoleh segala hajat dan keinginan yang baik
5. Dapat terhindar dari segala bencana dan musibah
6. Dapat mendapatkan keberkahan dalam hidup dan setelah mati
Cara Mengamalkan Shalawat Munjiyat
Shalawat Munjiyat dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah. Tidak ada batasan jumlah bacaan yang ditentukan, namun ada beberapa waktu dan situasi yang disarankan untuk membacanya, antara lain:
1. Setelah shalat fardhu
2. Setelah shalat sunnah
3. Pada malam Jumat
4. Pada malam Nisfu Sya’ban
5. Pada malam Lailatul Qadar
6. Ketika sedang menghadapi kesulitan atau bahaya
7. Ketika sedang berhajat atau memohon sesuatu kepada Allah Swt.
8. Ketika sedang sakit atau mengunjungi orang sakit
9. Ketika sedang berada di tempat suci atau ziarah
10. Ketika sedang berada di atas kendaraan atau perjalanan
Shalawat Munjiyat dapat dibaca dengan niat yang ikhlas dan penuh rasa cinta kepada Nabi Saw. serta harapan akan rahmat dan pertolongan Allah Swt. Shalawat ini juga dapat dikombinasikan dengan doa-doa lain yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan seseorang.
Salam santun dan salam rahayu buat pencinta ilmu Hikmah, Ane sekedar berbagi 3 ilmu untuk pengasihan aura, Inilah amalannya:
1. GUFRANAKA YA RAHIM 100X
(untuk mendongkrak cahaya dalam tubuh/aura pengasihan)
2. NURUN ALA NURRIN 300X
(menambah/menguatkan aura agar keluar memancar)
3. YA NUR ROHMAN YA NUR ROHIM 100X
(menambah daya
tarik/pengasihan sejati)
CARANYA:
~ pilihlah di antara amalan di atas yang di anggap cocok.
~ bila di baca semuanya maka si pengamal jadi si pemikat hati
semua makhluk.
~ bila di tirakati puasa 3 hari badan si pengamal akan terisi
energi kekuatan mahabah, dalam urusan umum asmara, jodoh, usaha akan laris
manis lebih manis dari gula, daya takluk bertambah, kharisma meningkat, wibawa
umum, pemikat lawan jenis, aura ketampanan memancar/cantik, pemanis diri, nanti
juga akan merasakannya sendri,
~ efeknya terasa PD tingkat tinggi, wajah terasa sejuk, awal
penyatuan wajah terasa strum rendah,
~ godaan nya emosi/nafsu naik turun setiap lihat cewe/cowo yang
amat cantik/tampan karna pengaruh khodam ruhani yang mendiami asma2 trsbut,
bila godaan itu bisa lolos maka kita menjadi pribadi yg baik dan bijak, semua
karakter kita yg keras jadi lembut, penuh kasih sayang kepada setiap orang.
~ maka sebelum berdzikir terlebih dahulu membaca:
1. istigfar 3X
2. Syahadat 3X
3. sholawat 3X
(bila ingin mengamalkan asma mahabah nur ini)
~ amalkan habis sholat fardhu subuh dan magrib, secara istiqomah
dengan hati khusu dan ikhlas, minta ridho ortu agar Allah juga ridho sehingga
apa yang di hajat terkabul inilah kunci nya.
~ bila mau di puasain habis maktubah (sholat fardu) + sholat
hajat, ke 3 asma itu dibaca masing2 300x.
1. puasa nya niat lillahita'ala,
2. pantangan nya yang di larang Allah dan Rasul-Nya.
3. bila ingin lihat aura nya dalam berdzikir matikan lampunya
(gelap gulita).
pesan ane jangan lah utk tujuan negative atau durjana pemetik
bunga, kelak dapat azab dari Allah, hukum Allah sangat lah adil, semga amaliah
yang ane ijazahkan kpd sdraku2 dgn sempurna atas izin dan ridho Allah swt.
semoga Allah mengabulkan yang menjadi hajat kita, cukuplah Allah
yang menjadi sandaran meminta pertolongan dan mengadu, tanamkan dlm2 hati yang
sabar, ikhlas dan tawaduh,
barakallah, Aamiin..
.
Sobibul ijazah :
Ustad
Eki baehaqi
Yg ingin mengamalkannya silahkan ucap qobiltu dan kirim surotul
fatihah untuk saya
BERTAWASSUL KEPADA NABI BESAR SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLLALLAHU ALAYHI WA SALLAM DENGAN MEMBACA QOSIDAH KARYA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KARAMALLAHU WAJHAH
Qosidah ini banyak dibaca oleh orang-orang Sholeh ketika mereka menghadapi berbagai macam kesulitan-kesulitan di kehidupan ini. Dan jika kita membaca Qosidah ini Insya Allah segala macam kesusahan hidup, kesempitan hidup dan kesulitan hidup menjadi hilang dan hajat-hajat kita dikabulkan oleh Allah Ta'aalaa.
Diceritakan ada seorang Raja yang menitipkan sebuah permata kepada salah seorang menterinya, Ternyata permata itu dibuat mainan oleh anak menteri tersebut dan permata itu pun menjadi pecah, Maka terguncang gundah-gulana sang menteri tersebut.
Maka ketika sang menteri tersebut didalam kebingungan, Sang menteripun teringat kalau ada orang didalam kesulitan maka bacalah Qosidah ini. Kemudian sang menteri pun membaca Qosidah ini dengan yaqin sebanyak 20 kali. Akhirnya beberapa hari kemudian sang Raja mengirim surat kepada menteri tersebut bahwa Raja mengalami sakit yang parah.
Dan begitu Raja berobat kepada para Tabib ternyata obat yang dijadikan resep adalah memakan tumbukan permata yang sudah dihaluskan. Dan kepada sang menteri agar membawa permata tersebut yang sudah ditumbuk dan dihaluskan. Dan betapa gembiranya sang menteri permata yang sudah pecah terbelah berkeping-keping disuruh tumbuk dan dihaluskan oleh sang Raja.
Dan akhirnya permata yang pecah itulah yang akan menjadi obat bagi sang Raja. Rasa takut dari sang menteri yang beberapa hari ini Allah berikan jalan keluar dan selamat dari murkanya sang Raja.
Inilah Barokah Qosidah karya Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah Dan kalau kita dapat kesulitan atau masalah dan bingung apa yang mesti dilakukan maka bacalah Qosidah ini 20 kali.
Inilah Qosidahnya dibaca 20 kali ketika kita mengalami kesulitan apapun : Wa kam lillaahi min luth-fin khofiyyin, Yadiqqu khofaahu an fahmidz-dzakiyyi, Wa kam yusrin ataa min ba'di usrin, Fafar-roja kurbatal qolbisy-syajiyyi, Wa kam amrin tusaa-u bihii shobaa-han, Fata'tii-kal masarrotu fil asyiyyi, Idzaa dhoo-qot bikal ahwaalu yawman, Fasiq bilwaa hidil fardil aliyyi, Tawassal binnabiyyi fii kulli sho'bin, Yahuunu idzaa tuwus-sila binnabiyyi, Walaa taj-za' idzaa maa naa ba khoth-bun, Fa kam lillaahi min luth-fin khofiyyin.
Artinya: "Dan Begitu banyak Karunia Anugerah Allah yang tersembunyi, Yang tersembunyi itu tidak ada yang mengetahuinya bahkan orang cerdik pandai sekalipun. Dan berapa banyak kemudahan mengiringi kesulitan. Maka Allah memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang hatinya sedang mengalami kepiluan. Dan begitu banyak urusan ketika di pagi hari kita anggap sesuatu yang buruk. Dan ketika sore hari menjadi kebahagia'an. Jika hari-harimu sempit dengan berbagai kesulitan. Maka percayakanlah kepada Allah yang Maha Tunggal lagi Maha Tinggi. Bertawasullah engkau dengan seorang Nabi yaitu Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam didalam kesulitan yang engkau hadapi. Setiap kesulitan itu akan menjadi mudah ketika kita bertawassul kepada Nabi Besar Sayyidina Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam. Janganlah pernah terguncang jika datang kesulitan-kesulitan didalam kehidupan. Dan Begitu banyak Karunia Anugerah Allah yang tersembunyi"