Perisai Mukmin Sejati: shalawat adadiyah Perisai Mukmin Sejati: shalawat adadiyah

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label shalawat adadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalawat adadiyah. Tampilkan semua postingan

19 Juli 2016

SHOLAWAT ADADIYAH



أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَا عَلِمْتَ، وَزِنَةَ مَا عَلِمْتَ، وَمِلْءَ مَا عَلِمْتَ
Alloohumma sholli alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi washohbihi wasallim adada maa alimta, wa zinata maa alimta, wa mil-a maa alimta.
 
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad, Nabi yang ummi, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah apa Yang Engkau ketahui, seindah apa Yang Engkau ketahui, dan sepenuh apa Yang Engkau ketahui."

Penjelasan: Shalawat ini bersumber dari Sayyid Syamsuddin Muhammad Al-Hanafi R.a (Sultan Hanafi). la termasuk salah seorang keturunan Abu Bakar As-Shiddiq R.a. la telah menjabat kedudukan sebagai kutub para wali (quthb awliya) selama 46 tahun 3 bulan dan beberapa hari. Selama masa jabatannya itu, ia merupakan quthbul ghawts mufrad jam’i .

Banyak sekali cerita-cerita berkenaan dengan riwayat hidup dan karomahnya, Di antaranya ia tidak pernah berdiri satu kali pun bila menyambut kedatangan para raja. Bahkan, jika ada salah seorang di antara raja-raja itu datang kepadanya, raja tersebut merendahkan diri di hadapannya, duduk dengan sopan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan selama berada di hadapan beliau.

Semoga Bermanfaat, Barokallahu Fik.