Perisai Mukmin Sejati: ragunan Perisai Mukmin Sejati: ragunan

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label ragunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragunan. Tampilkan semua postingan

06 April 2019

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat

Makam Keramat Jaya, Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat

Makam keramat ini tersembunyi di areal rekreasi Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan. Sehingga tidak mengherankan kalau banyak orang awam, dan bahkan warga sekitar Ragunan, yang tidak mengetahui secara persis keberadaannya. Namun meskipun letaknya tersembunyi, makam keramat yang direnovasi pada tanggal 22 Juli 2004 ini, sebenarnya kerap dikunjungi oleh sejumlah petinggi republik ini untuk minta berkah.
 
Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat
Makam Seno Wijaya Sakti

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat
Areal MakamSeno Wijaya Sakti

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat
Pintu Masuk Makam

Makam Keramat Jaya Ragunan Dikunjungi Berbagai Lapisan Masyarakat
Biasanya, pada malam Jumat para peziarah akan berdatangan dan memenuhi areal pemakaman hingga menjelang Subuh. Mereka berdoa, meminta barokah dan karomah, agar berbagai keinginannya dapat terkabul. Makam keramat yang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia itu, adalah makam Seno Wijaya Sakti, waliyullah setingkat Pangeran Jayakarta. Namun makam kebanyakan orang mengenalnya sebagai Keramat Jaya, dan hal itu dipertegas dengan tulisan yang menempel di luar makam.
Ketika bertandang ke makam keramat ini, awal Mei 2013, pintu masuk ke areal pemakaman yang mirip rumah joglo itu, masih terkunci gembok. Makam Seno Wijaya Sakti terletak di dalam ruangan yang pintunya berkaca patri. Dari pintu itu, yang terlihat hanya pusara dilapisi kain merah. Di sekitar pusara ada rak yang berisi buku, dan juga air kemasan botol, serta gelas. Meski dari balik pagar, bisa mencium aroma wewangian yang menusuk hidung.

Menurut penjaga makam itu, Syaifuddin – 53 tahun, Seno Wijaya Sakti adalah keturunan raja Cirebon, Jawa Barat. Setelah berkeliling nusantara, Seno Wijaya Sakti beristirahat di daerah Kampung Kandang, Ragunan, Jakarta Selatan, hingga akhir hayatnya. Namun Syaifuddin tidak mengetahui persis kapan tepatnya Seno Wijaya Sakti meninggal dan dimakamkan di Kampung Kandang ini, yang kemudian dikeramatkan dan banyak dikunjungi oleh peziarah ini. 
“Istilahnya makam ini juga sebagai tempat istirahat Syekh Jaya,” kata Syaifudin.

Lelaki yang baru dua tahun menjaga Makam Keramat Jaya ini menyebut sebagai Syekh Jaya. Alasannya, Seno Wijaya Sakti adalah orang berilmu yang menjadi kekasih Tuhan. Sehingga segala barokah dan karomahnya bisa menyebar kepada peziarah yang mendatangi makamnya, yang memang datang agar mendapatkan barokah dan karomah dari para kekasih Tuhan itu. 
“Syekh Jaya itu gelar untuk mendapat kejayaan. Dengan barokah karomahnya maka kita semua ingin jaya,” jelasnya.
Menurut Syaifudin, kunjungan ke Makam Keramat Jaya kebanyakan dilakukan pada malam hari. Biasanya peziarah datang sejak lepas Maghrib hingga menjelang Subuh. Peziarah yang datang memiliki latar belakang profesi yang bermacam-macam, mulai dari pedagang, pengusaha, hingga pejabat. Mereka tak hanya berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, namun ada juga yang datang dari luar negeri seperti dari Hongkong.
“Kalau proses ziarah tergantung niatnya saja. Syaratnya terserah. Ada yang bawa air dan kembang,” paparnya.
Syaifudin menuturkan, berdasarkan pengamatannya, yang datang ke Makam Keramat Jaya banyak di antaranya yang telah berhasil. Seperti ada peziarah yang datang pertama kali tidak mempunyai kios untuk berdagang. Namun setelah berziarah beberapa kali, sekarang peziarah itu telah memiliki kios permanen dan dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.  
“Jadi, datang kesini untuk bertawasul. Peziarah minta barokah dari waliyullah dengan diijabah maka bisa sukses,” ungkapnya.
Terkait siapa saja yang telah berziarah ke Makam Keramat Jaya, Syaifudin menuturkan, berbagai masyarakat dari lapisan bawah hingga atas telah datang. Bahkan pejabat dan mantan petinggi republik ini, ketika belum menjabat pasti datang untuk minta barokah dan karomah dari Makam Keramat Jaya.  Selain banyak dikunjungi pejabat, dan petinggi negara, ada juga di antaranya pejabat daerah yang datang.
“SBY atau Jokowi mungkin belum, tapi pendukungnya ke sini. Kalau zaman Bu Mega, kesini juga, sampai memberikan tanaman untuk areal makam,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Syaifudin menuturkan, ketika berziarah ke Makam Keramat Jaya tidak ada pantangan yang harus dilakukan peziarah. Asalkan ketika berziarah tidak melakukan hal-hal yang kurang etis, maka siapa pun bisa berziarah. “Yang penting jalannya lurus, dan niat tujuan yang baik, pasti tidak ada pantangan, kecuali ada minta yang lain seperti keinginan yang berlebihan,” jelasnya.  
Terkait letak makam yang tersembunyi, sehingga banyak orang yang tidak mengetahuinya secara persis, namun justru banyak peziarah dari berbagai daerah dan petinggi negara yang datang, Syaifudin menuturkan, Makam Keramat Jaya memang diibaratkan karomah yang tersembunyi di tempat yang terang. Artinya meskipun di tempat rekreasi namun tidak semua orang tahu.
“Orang yang dekat sekalipun tidak ada yang tahu. Tapi bagi yang jauh, meskpun dari Aceh, Padang, pasti tahu. Mereka tahu dari penyebaran mulut ke mulut,” ungkapnya.

Bagi yang ingin berziarah ke Makam Keramat Jaya, ada pintu khusus yang diberikan pengelola Taman Marga Satwa Ragunan. Pintu khusus tersebut adalah Pintu Barat, yang langsung bisa menuju ke lokasi makam. “Pintu Barat selalu terbuka, karena itu akses yang diberikan pengelola Ragunan,” pungkasnya.

Semoga Bermanfaat
 

17 Oktober 2014

Objek Wisata Kebun Binatang Ragunan

Objek Wisata Kebun Binatang Ragunan - Kebun Binatang Ragunan merupakan objek wisata yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kebun binatang yang didirikan pada tahun 1864 ini memiliki luas 140 hektare dengan aneka koleksi 295 spesies dan 4040 spesimen.

Wisata Kebun Binatang Ragunan ini merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan  pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang". Terletak pada tanah seluas 10 hektare di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat yang merupakan pemberian Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.

Pada tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1964. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektare yang menjadi rumah bagi kebun binatang ini. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966.