RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK
Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.
SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI
Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!
THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL
Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang
DOA ABU DZAR AL-GHIFARI
Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati
DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP
awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).
KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR
keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.
HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH
Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih
Tampilkan postingan dengan label Berkah Mengamalkan Shalawat Nariyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkah Mengamalkan Shalawat Nariyah. Tampilkan semua postingan
30 Juli 2023
Berkah Mengamalkan Shalawat Nariyah
BERKAT SHOLAWAT BERANGKAT HAJI TANPA NAIK PESAWAT
Banyak di antara jama'ah calon haji yang berangkat ke Mekkah dengan cara menabung hingga puluhan tahun bahkan ada yang sampai menjual sebagian tanahnya untuk biaya naik haji. Namun ada di antara calon haji itu yang berangkat dengan cara yang luar biasa di luar akal, seperti yang pernah diceritakan KH. Subhan Ma'mun, beliau berkisah: "Dahulu ada orang yang besar keinginannya untuk bisa berhaji ke Baitullah namun karena kemiskinannya dia hanya berharap saja. Namun karena keinginannya yang begitu besarnya itu akhirnya dia mendapat tahu bahwa jika kita mempunyai hajat besar yang ingin terkabul maka amalkanlah membaca Sholawat Nariyah sebanyak 4444x dalam satu duduk dalam semalam selama 40 hari.
Pada akhirnya dia amalkan bacaan Sholawat Nariyah ini secara istiqomah selama 40 hari. Ketika memasuki malam ke-41 dia didatangi Nabi Khidir as dalam wujud seorang tua. Nabi Khidir as mendatangi pria itu dan minta digendong untuk diantarkan kerumahnya. Pria itu pun menggendong Nabi Khidir as sampai tiba diperbatasan desa, begitu sampai perbatasan desa Nabi Khidir as minta diturunkan, setelah diturunkan, Nabi Khidir bertanya, "Apakah kamu mau naik haji?" "Iya," jawabnya
"Kalau begitu aku akan menggendong kamu sampai ke Baitullah, tapi selama kamu aku gendong kamu harus memejamkan kedua matamu, bagaimana sanggup?" tanya Nabi Khidir as.
"Insya Allah, sanggup," jawab pria itu penuh kebahagiaan.
Singkat cerita Nabi Khidir as menggendong pria itu menembus batas ruang dan waktu hingga sampai tepat di depan Baitullah.
"Sekarang buka matamu," kata Nabi Khidir as.
Pria itu membuka matanya dan langsung tersungkur bersujud bersyukur kepada Allah begitu tahu di depannya telah ada Baitullah. Maka Nabi Khidir as pun mengajak pria itu berhaji bersama-sama hingga selesai ritual ibadah haji. Selama di Mekkah dan Madinah dia bertemu tetangga-tetangganya yang telah berangkat haji sebelumnya.
Di akhir ritual haji, Nabi Khidir as kembali menggendong pria itu untuk kembali kediamannya melalui cara yang sama menembus batas ruang dan waktu. Sesampainya di rumahnya Nabi Khidir as mohon pamit dan kemudian hilang dalam pandangan.
Kemudian pria itu menceritakan pengalamannya berhaji bersama Nabi Khidir as kepada para tetangganya. Namun para tetangganya tidak ada yang percaya bahkan menganggapnya gila, hingga akhirnya para tetangganya percaya ketika ada jama'ah haji didesanya pulang dan bercerita bahwa berhaji di Mekkah bersama pria itu.
Begitulah kisah seorang pria yang berhaji karena keberkahan Sholawat Nariyah seperti yang diceritakan KH. Subhan Ma'mun. Wallaahu A'lam













