RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK
Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.
SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI
Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!
THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL
Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang
DOA ABU DZAR AL-GHIFARI
Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati
DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP
awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).
KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR
keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.
HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH
Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih
08 Juli 2015
Adab Minum Rasulullaah SAW
By Jakaswara 23.42
adab minum rasulullaah SAW, cara minum rasulullaah, meraih pahala, minum yang baik No comments
Rasulullaah Shallallaahu alaihi wasallam telah menunjukkan contoh teladan
yang terbaik kepada setiap umatnya.Adab Dan Cara Minum Rasulullaah SAW yang bisa sahabat pembaca ikuti, selain untuk menjaga kesehatan dan tubuh agar senantiasa sehat untuk menjadikan lebih bersemangat menjalani ibadah kepada Allah SWT.
Dari keterangan
hadits saya akan mencoba menjelaskan kepada sahabat sekalian, hal-hal yang
tidak boleh saat minum sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW, di antaranya yaitu:
Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam (SAW)
mengajarkan kepada kita
untuk makan dan memegang minuman dengan menggunakan tangan kanan dan
melarang umatnya untuk
menggunakan tangan kiri karena hal itu adalah sifat syaitan dan ciri-ciri orang yang tamak.
Dari Jabir R.a. berkata, Rasulullaah SAW bersabda: “Jangan engkau makan dengan (tangan) kirimu, sesungguhnya
syaitan itu makan dan minum dengan (tangan) kirinya.” (HR Muslim).
Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang
dari kamu hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin
minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan makan dengan
tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).
Hendaklah kita semua ketika akan minum berniat untuk menyegarkan dan menyehatkan tubuh kita supaya mudah kita beribadah karena Allah SWT, sehingga rasa
malas menyingkir dalam diri kita.
Hadits dari Umar bin Khattab R.a, Rasulullaah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan itu hanya
dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapat balasan mengikuti apa yang diniatkan.” (Hadits Riwayat al-Bukhari).
Sebelum anda minum mulailah dengan membaca Basmalah: “Bismillahir-rohmanir-rohim”
Membaca Basmalah sebelum makan
untuk menjauhkan segala penyakit. Karena bakteri dan racun pernah membuat perjanjian dengan
Allah SWT, apabila Basmalah dibaca maka bakteri dan racun akan musnah
dari sumber makanan itu.
“Apabila seseorang di antara
kamu minum dan memakan makanan, katakanlah “Bismillah” Apabila lupa pada
permulaannya, katakanlah “Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi”. (HR. Abu Dawud dan
at-Tirmidzi).
Alloohumma innii asyrobuhu litaghfiro lii wali
taf-alabii, faghfirlii awif’al
Ya Allah,
Sesungguhnya aku meminumnya dengan harapan engkau mengampuni aku dan
mengabulkan maksudku, Maka ampunilah aku serta kabulkanlah.
Minum dengan tiga kali tegukan
dan berhenti bernafas di dalam gelas minuman. Setiap kali berhenti
minum hendaklah diarahkan nafas kita ke tempat lain jangan ke dalam gelas
tersebut. Dari Abu Qatadah, Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam bersabda, “Jika kamu minum maka janganlah bernafas
dalam bekas air minumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nabi Muhammad SAW sering meminum dengan tiga
kali teguk, sambil bernafas di luar gelas dan mengucapkan “Alhamdulillah” di antara tiga kali tegukan. Nabi Muhammad SAW juga akan teruskan minum
dengan setiap tegukan diselingi
bernafas di luar gelas sehingga habis.
Di riwayatkan dari Anas rodhiyalaahu anhu (r.a.) bahwa
Rasulullaah SAW
bernafas tiga kali ketika minum, “Rasulullaah SAW biasa bernafas tiga kali
sewaktu minum.”
(HR. Muttafaq alaih).
Anas bin Malik R.a. berkata lagi: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sungguh, ini lebih mengenyangkan,
menyembuhkan, dan menyegarkan”. (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Anas bin Malik
rodhiyallahu anhu beliau mengatakan,
“Ketika Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam minum beliau mengambil nafas
di luar bekas air minum sebanyak tiga kali.” Dan Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hal itu lebih segar, lebih sedap dan lebih nikmat.”
Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan
Muslim no. 2028).
Jangan bernafas dan meniup air minum di
dalam gelas, terutama meniup air yang
panas, karena perbuatan itu akan
menjadikan minuman bertoksid disebabkan Co2 yang dihembuskan kedalamnya.
Ubay bin Ka’ab berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah meniup
makanan dan minuman, tidak bernafas di dalam cawan. Bahkan beliau melarang
meniup makanan dan minuman.”
Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallaahu alaihi wasallam melarang
untuk bernafas atau meniup bekas air minum.” (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud
no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani).
Dalam Syarah Shahih
Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan
bernafas dalam bekas air minum adalah termasuk etika karena di khawatirkan hal
tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau
dibimbangkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang terjatuh ke dalamnya dan
hal-hal semacam itu.”
Rasulullaah SAW telah mengajarkan adab meminum air
dengan cara duduk, menempelkan bibir ke air, bernafas di luar gelas serta tidak
minum dengan cara menonggang. Maksudnya adalah mencegah masuknya udara ke dalam
perut.
Janganlah kita minum
dalam keadaan berdiri walaupun ia dibolehkan tetapi itu makruh yang menghampiri
kepada yang haram.
Anas R.a juga berkata: “Rasulullaah SAW telah melarang minum
sambil berdiri”.
(HR Muslim).
Jika tidak ada tempat untuk
duduk adalah diharuskan minum sambil berdiri.
Adapun Rasulullaah SAW pernah sekali minum
sambil berdiri, dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi Nabi Muhammad SAW untuk duduk, seperti
penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan.
Ingat hanya sekali karena darurat!
Dari Ibnu Abbas R.a beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada
Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam. Maka Nabi Muhammad SAW lantas minum dalam
keadaan berdiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kamu minum sambil berdiri.
Sesiapa terlupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk
memuntahkannya.” (HR. Ahmad).
Hindari diri kita minum dari tempat minuman yang besar seperti teko dan
cerek. Apabila kita minum dari tempat
yang besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita
tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita.
Sewaktu kita hembuskan, tentunya kita akan mengeluarkan CO2
iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi
H2CO3, yaitu sama
dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Ibnu Abbas R.a menambahkan: “Rasulullaah SAW telah melarang minum
dari mulut teko”. (HR
Bukhori dan Ibnu Majah).
10. Menutup makanan dan minuman
Tutuplah tempat minuman
terutama pada malam hari. Rasulullaah
SAW mewajibkan menutup makanan untuk melindunginya dari pencemaran, sebagaimana
dinyatakan dalam hadits
Nabi
Muhammad SAW bersabda: “Tutuplah makanan dan minuman”. (HR.
Bukhari).
Dari Jabir bin Abdillah R.a, ia berkata, aku mendengar
Rasulullaah SAW
bersabda, “Tutupilah
bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam,
ketika itu turun wabak, tidaklah ia melalui bejana-bejana yang tidak tertutup,
ataupun wadah air yang tidak di ikat melainkan akan turun
padanya sesuatu penyakit.” (HR. Muslim).
Setiap kali berhenti
minum (pada setiap pernafasan) dan setelah selesai minum bacalah
“Alhamdullilah” tanda kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT karuniakan.
Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan
gigi dari sisa makanan dan bakteri. Namun
Rasulullaah SAW menekankan
pentingnya berkumur setelah minum susu: “Berkumurlah kalian setelah minum
susu, karena di dalamnya mengandung lemak”. (HR. Ibnu Majah).
Nah, para sahabat
sekalian itulah beberapa penjelasan adab minum yang Rasulullaah SAW ajarkan
kepada setiap umat, disamping mengandung fadhilah serta keberkahan, juga
bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita, Semoga bisa bermanfaat. Amiin.
SHALAWAT TAISIR
By Jakaswara 22.38
kelancaran rizki, mendapatkan pahala, pembuka segala yang susah, shalawat taisir, terkabulnya permohonan No comments
Shalawat Taisir adalah suatu
Shalawat yang bermanfaat selain mendapat pahala bagi pembacanya juga mempunyai
ke ajaiban yang sangat menakjubkan sekali bagi pembacanya baik disadari ataupun
tidak disadari.
Adapun kejaiban dari
Shalawat tersebut mempunyai aura atau manfaat yang sangat hebat sehingga dapat
berfungsi untuk membuka hijab yang sangat sulit untuk ditembus atau dibukakan,
sesuai dengan namanya Shalawat Taisir yang artinya Shalawat untuk membuka atau
memecahkan atau mempermudah segala sesuatu yang sulit-sulit/rumit-rumit.
Para Auliya Allah dan para ulama yang mengetahui kehebatan
Shalawat Taisir ini mengatakan banyak sekali manfaatnya diantaranya :
* Untuk kelancaran rizqi,
* Untuk mempermudah melamar pekerjaan,
* Untuk pedagang / sales agar banyak relasinya,
* Untuk pejabat agar disegani dan dihormati,
* Untuk bawahan agar di sayangi,
* Untuk para guru agar siswa/santri banyak dan menurut,
* Untuk para murid agar dimudahkan dalam mendapatkan ilmu,
* Dicintai dan disenangi masyarakat,
* Dll.
Tata cara pengamalan :
Bacalah Shalawat Taisir ini
dengan istiqomah (terus – menerus) sesudah sholat lima waktu sebanyak tujuh (7)
kali.
Selain dibaca tujuh (7) kali
sesudah sholat lima waktu, membaca lagi Shalawat Taisir tersebut diluar waktu
shalat (boleh juga dibaca setelah sholat) sebanyak seratus sebelas (111) kali,
membacanya boleh siang ataupun malam, yang penting dalam satu hari satu malam
(24 jam) jumlah bacaannya mencapai seratus empatpuluhenam (146) kali.
Sebelum mengamalkan shalawat
ini kalau dapat untuk tawasul/kirim Al Fatihah terlebih dahulu kepada Nabi
Muhammad saww., para keluarga dan sahabatnya, Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani,
KH. Tatang Shihabuddin (Ponpes Rawa Merta Kerawang), Ustadz Ahmad Dasuki bin
Dahlan (Parung Kored Tangerang), Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar bin Ahmad
Al ‘Aydrus (pemberi ijazah), dan para muslim dan muslimat, dan mu’min dan
mu’minat.
Ini Shalawat Taisirnya :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَىَg آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ، صَلَاةً تَفْتَحُ لِي بِهَا بَابَ الرِّضَا وَالتَّيْسِيْرِ، وَتَغْلِقُ
بِهَاعَنِّى بَابَ الشَّرِّ وَالتَّعْسِيْرِ، وَتَكُوْنُ لِى بِهَا وَلِيًّا وَ نَصِيْرًا،
يَانِعْمَ الْمَوْلَى وَيَانِعْمَ النَّصِيْرُ، وَعَطِفْ قُلُوْبَ الْعَالَمِيْنَ بِاَسْرِهِمْ
عَلَيَّ وَالْبِسْنِيْ قَبُوْلاً بِشَلْمَهَتْ
Bismillaahir Rohmaanir
Rohiim. Allaahumma
sholli alaa sayyidinaa muhammadin wa alaa aali sayyidinaa muhammadin, sholaatan
taftahu lii bihaa baabar ridhoo wat taisiir(i), wa taghliqu bihaa annii baabasy
syarri wat ta’siir(i), wa takuunu lii bihaa waliyyan wa nashiiron, yaa ni’mal
maulaa wa yaa ni’man nashiir, wa athif quluubal aalamiina bi-asrihim alayya wal
bisnii qobuulan bisyalmahat.
Artinya : Ya Allah,
berikanlah shalawat kepada junjungan kita sayyidina Muhammad saww. dan untuk
keluarga sayyidina Muhammad saww., yang dengan shalawat itu Engkau membukakan
kepada saya dengannya pintu keridho’an dan kemudahan, dan Engkau tutup
dengannya untuk saya pintu kejelekan dan kesukaran/kesusahan, dan Engkau
jadikan/mengadakan kepada saya dengannya pelindungan dan pertolongan, Yang (Dia
Allah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong, dan lembutkanlah seluruh
hati manusia kepada saya dan serta kabulkanlah permohonanku.
Di Ijazahkan oleh
Al-Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al-Aydrus bagi yang siapa saja yang ingin
mengamalkan Shalawat Taisir, Shalawat Taisir tersebut di dapatkan ijazahnya
dari Ustadz Ahmad Dasuki bin Dahlan (Parung Kored Tangerang), beliau
mendapatkan dari guru beliau KH. Tatang
Shihabuddin (Ponpes Rawa Merta Kerawang).




















