Perisai Mukmin Sejati Perisai Mukmin Sejati

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

10 Mei 2025

Cara Berdzikir Yang Berdampak Positif

Cara Berdzikir Yang Berdampak Positif
Agar amalan dzikir merasuk dalam diri dan memberikan dampak positif yang mendalam, penting untuk mendekatinya dengan kesungguhan hati, konsistensi, dan pemahaman yang benar.

Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
Niat yang Ikhlas:Mulailah dengan niat yang tulus semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah. Niat yang ikhlas akan membuat amalan lebih bermakna dan mendalam.

Konsistensi:
Lakukan dzikir secara rutin setiap hari. Jadikan dzikir sebagai bagian dari rutinitas harian, seperti setelah shalat atau saat sedang tidak melakukan aktivitas lainnya.

Pemahaman Makna:
Pahami makna dan maksud dari dzikir yang dilakukan. Mengetahui arti dan tujuan dari kalimat dzikir akan membantu menghayati dan meresapi setiap kata yang diucapkan.

Ketenangan Hati dan Pikiran:
Cari waktu dan tempat yang tenang untuk berdzikir. Hindari gangguan agar bisa fokus dan merenungi dzikir yang diucapkan.

Hadirkan Hati:
Berusaha untuk menghadirkan hati dan perasaan saat berdzikir, bukan sekedar melafalkan kata-kata. Rasakan kehadiran Allah dalam setiap lafaz yang diucapkan.

Membaca Dzikir dari Sumber yang Sahih:
Pastikan dzikir yang dibaca berasal dari sumber yang sahih dan terpercaya. Mengikuti dzikir yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW akan memberikan ketenangan dan keberkahan.Minta Pertolongan Allah:Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam berdzikir. Memohon pertolongan Allah untuk menjaga hati agar tetap istiqamah dalam amalan dzikir.

Mengikuti Majelis Ilmu:
Ikuti majelis dzikir atau pengajian yang membahas tentang dzikir dan keutamaannya. Dengan mengikuti majelis ilmu, kita dapat memperdalam pemahaman dan kecintaan terhadap dzikir.

Implementasikan dalam Kehidupan Sehari-hari:
Jadikan dzikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada saat-saat tertentu saja. Ucapkan dzikir dalam berbagai situasi, baik saat senang maupun susah.

Bersabar dan Tawakkal:
Bersabar dalam proses dan bertawakkal kepada Allah. Mungkin tidak langsung merasakan dampaknya, namun dengan kesabaran dan tawakkal, perlahan dzikir akan merasuk dan mempengaruhi hati dan jiwa.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan dzikir dapat merasuk ke dalam diri dan memberikan ketenangan, keberkahan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Sumber:Nyai Kanjeng Ratu Kahuripan

Meninggal Sesuai Keadaan Hidupnya

SETIAP HAMBA AKAN DIBANGKITKAN SESUAI DENGAN KEADAANNYA KETIKA MENINGGAL
SETIAP HAMBA AKAN DIBANGKITKAN SESUAI DENGAN KEADAANNYA KETIKA MENINGGAL

Sahabat perisai mukmin sejati, kita semua tahu bahwasanya kematian bisa datang tiba-tiba, tidak peduli dengan kondisi seorang hamba tersebut, Apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah yakni ketika sujud dalam shalat atau dalam keadaan sedang bermaksiat apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat, semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa kita ketahui ajal setiap manusia.
Dalam sebuah hadist dari kitab Qutuful Falihin menjelaskan, bahwa Rasulullaah SAW bersabda:
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal.” (HR. Muslim)
Hadits tersebut adalah hadits yang ke-19 dari kitab Qutuful Falihin yang dirangkum oleh Al-Habib Umar Bin Salim Bin Hafizh. Yaitu suatu hadits yang menerangkan bahwa keadaan hamba yang dibangkitkan oleh Allah SWT itu tergantung dari bagaimana keadaannya pada saat dia meninggal dunia,
- Jika meninggal dunianya dalam keadaan beribadah.
- Meninggal dunianya dalam keadaan taat.
- Meninggal dunianya dalam keadaan sujud.
- Meninggal dunianya dalam keadaan membaca Al-Qur’an.
- Meninggal dalam keadaan shalat tahajjud.
- Meninggal dalam keadaan mendapat Ridho daripada ibunya maka meninggalnya dia dalam keadaan Khusnul Khotimah, Kelak ia dibangkitkan dalam keadaan tersebut.
Akan tetapi jika dia meninggalnya dalam keadaan bermaksiat, seperti;
- dicabut nyawanya dia sedang mabuk.
- dicabut nyawanya sedang meninggalkan sholat.
- dicabut nyawanya dalam keadaan berzina.
- dicabut nyawanya dalam keadaan ibunya murka kepadanya, maka meninggalnya dalam Su’ul Khotimah, maka nanti dibangkitkan dalam keadaan yang penuh dengan penderitaan (Naudzubillahi min dzalik).
Sehingga Rasulullah SAW bersabda dalam hadits ini:
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal.(HR. Muslim).
Dibangkitkan nanti bagi setiap ab’din, baik orang itu orang merdeka atau hamba sahaya, baik dia yang meninggal itu laki-laki atau perempuan dia dibangkitkan dalam keadaan matinya.
Sahabat Perisai Mukmin Sejati, didalam bahasa arab kematian adalah Al-Maut hanya beberapa huruf, dalam bahasa indonesia diambil dari kalimat bahasa arab tersebut kematian atau Al-Maut, kalimatnya singkat pendek tidak banyak tetapi sangat berpengaruh terhadap manusia, orang sakit apa saja masih bisa disembuhkan masih ada obatnya, kecuali kematian.
Penyakit yang namanya kematian itu tidak ada obatnya. Sehebat-hebatnya kita melupakan kematian tetap saja kematian itu tidak akan melupakan kita, sehebat-hebat kita lari dari kematian tetap kematian itu akan mengejar kita ke tempat yang paling jauh kita bersembunyi.
Dimana Allah SWT telah berfirman:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu” (QS. Al-Jumu’ah)

Seandainya kalian lari dari kematian, kalian tetap akan berjumpa dengan kematian tersebut, Oleh karena itu sampai Allah SWT dalam Al-Qur’an mengatakan dalam wahyunya;
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS An-Nisa Ayat 78)
Walaupun kalian lari bersembunyi di lubang yang paling kecil tetap akan ketemu dengan kematian.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ
"Setiap yang berjiwa akan merasakan mati". (QS. Ali Imran: 185, Al-Anbiya: 35 dan Al-Ankabut: 57).
Setiap orang yang hidup pasti akan menemui dengan yang namanya kematian.
- Seorang Nabi (Mati),
- Seorang Rasul (Mati),
- Orang sakti (Mati),
- Ibu kita bapak kita (Mati),
- Orang yang paling kekar/orang yang paling kuat (Mati),
- Orang yang bisa terbang (Mati),
- Orang yang luar biasa terkenalnya (Mati),
- Orang lemah (Mati),
- Malaikat (Mati), sampai malaikat yang meniup terompet sangkakala pun akan Mati tidak ada yang hidup.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ
"Setiap yang berjiwa akan merasakan mati". (QS. Ali Imran: 185, Al-Anbiya: 35 dan Al-Ankabut: 57).
Semuanya pasti akan menjumpai dengan kematian, jadi matinya kita semua yang hidup, baik saya/anda/orang tua kita/Nabi/Rasul semuanya sama pasti akan Mati, yang membedakannya adalah:
- Ada orang yang kematiannya membawa amal,
- Ada orang yang matinya membawa bangkai,
- Ada orang yang kematiannya dalam Khusnul Khotimah,
- Ada orang yang mati dalam Su’ul Khotimah.
Sehingga kata Rasulullaah SAW dalam hadits ini disebutkan ia dibangkitkan tergantung kematiannya, kita dianjurkan melalui hadits ini oleh Baginda Rasulullaah SAW untuk memperbaiki amal, kalau ngaji yang betul, kalau sholat yang betul, kalau zakat/puasa/haji itu yang betul, karena yang diterima oleh Allah SWT adalah ibadah kita yang betul-betul atau yang sungguh-sungguh dan yang serius, karena yang serius itu yang di terima oleh Allah SWT.
Kalau kalian berdoa maka berdoalah kalian dengan yakin kalau doa itu diterima oleh Allah SWT, kalau kalian sholat maka khusyu-lah sampai kalian cari khusyunya. Sampai Nabi SAW pernah bersabda: “sholatlah kalian sholat perpisahan”.
SahabatKu perisai mukmin, kalau kita tahu tentang kematian datang setelah kita sholat Isya dikasih kabar: “Anda setelah mengucapkan Assalaamu'alaikum dalam sholat Isya, Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun” bagaimana..??. Masihkah garuk-garuk dalam sholat kita..??,
Kalau sudah dikasih tahu: “Nanti habis sholat Subuh sebelum makan nasi uduk dijemput sama malaikat izroil”, bagaimana setelah sholat subuh tidur lagi atau ambil Qur’an..??, Tidur lagi atau Taubat..??
Maka Nabi SAW selalu berpesan: “Sholatlah, seperti sholat itu sholat yang terakhir”. Kalau ada orang yang mau dipotong “Anda akan saya potong”.
Apa yang anda inginkan..?? Kasih saya waktu 5 menit, untuk apa..?? Saya mau sholat. Kira kira sholat kita bercanda atau Khusyu..?, Habis Assalaamu'alaikum kemudian dipotong. Ini perintah Rasulullaah SAW kalau anda sholat yakini seakan-akan itu sholat yang terakhir, jikalau anda puasa rasakan kalau itu Ramadhan terakhir, kalau anda berhari raya rasakan kalau hari raya itu terakhir, kalau anda mengaji rasakan seakan-akan ngaji itu terakhir. Oleh karenanya sempurnakan ibadah kita dengan penuh kesempurnaan yaitu dengan menghidupkan sunnahnya Nabi SAW, menjaga akhlaknya, menjaga adabnya.
Kalau minta sama Allah “Yaa Allah mudah-mudahan saya meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah”. Karena meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah itu hakekatnya bukan kemauan kita tetapi kemauan Allah SWT.
“Kalau Allah SWT sayang dengan seorang hamba, maka dipergunakan hamba tersebut dikasih tugas, sahabat bertanya: “Tugas apa yaa Rasulullah SAW..?” yaitu diberi Taufiq untuk beramal sholeh sebelum ia meninggal dunia”
Sebelum meninggal dunia dibikin itu orang menjadi ahli tahajjud. Untuk mati dalam keadaan khusnul khotimah maka kita jadi orang sholeh dulu (mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang sholeh, Aamiin yaa Robbal alamiin).
Karena Rasulullaah SAW bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal.” (HR. Muslim)
Kesehariannya ngapain dia..?, Kesehariannya baca Al-Qur’an maka dicabut nyawanya dalam keadaan membaca Al-Qur’an.
- Sayyidina Utsman bin Affan kesehariannya membaca Al-Qur’an, maka ketika Sayyidina Utsman di tombak beliau sedang membaca Al-Qur’an.
- Sayyidina Umar bin Khatab lagi menjadi imam di tusuk.
- Ada orang yang ahli Tahajjud, maka selagi Tahajjud dicabut nyawanya.
- Ada orang yang istiqomah di masjid maka dicabut nyawanya ketika dia berada dimasjid.
- Ada orang yang ahli sujud, maka dicabut nyawanya dalam keadaan sujud, tergantung kesehariannya.
Ketika ajal menjemput kita maka kita bermunajat kepada Allah “Mudah-mudahan kita dicabut dalam keadaan beribadah kepada Allah SWT, Aamiin yaa robbal aalamiin”.
Ini semua permohonan kita kepada Allah SWT sang pemilik ruh dan jiwa, kita ini lemah tidak ada daya dan upaya, sangat beruntung kalau ada orang rajin mengemis kepada Allah SWT minta dicabut nyawanya dalam keadaan baik atau dalam keadaan Khusnul Khotimah. Karena yang menjadi patokan bukan kehidupan tetapi yang menjadi patokan ialah keadaan akhir ketika nyawanya dicabut oleh Allah SWT.
“Target yang dicatat malaikat yang dipinta oleh Allah SWT itu tergantung penghabisannya”.
Kita lihat ada orang balapan naik kuda, ada 3 ekor kuda, yakni kuda A, B, C didalam perlombaan, kuda yang B dan C ada di nomor 1, akan tetapi garis finish yang pertama adalah kuda A, maka yang dapat piala juara 1 adalah kuda A. Saudara kita seumur hidupnya bagus dalam beribadah, akan tetapi diakhir amalnya bermaksiat, sampai ketika dicabut nyawaNya dalam keadaan maksiat. Naudzubillahi min dzalik dalam keadaan bermaksiat, maka ketutup itu semua amal ibadah yang lain dicabut dalam keadaan Su’ul Khotimah.
Bisa jadi pesan Nabi SAW “Amalnya Bagus, amalan-amalan surgawi, ibadah pagi siang malam, lalu ada kesempatan ia bermaksiat, maka dalam keadaan maksiat nyawaNya di cabut maka tempatnya neraka”, kata Rasulullah SAW.
Oleh karenanya kita tidak boleh menghinakan orang yang berbuat dosa, kita doakan, kita nasehati. Ini motivasi dari Rasulullaah SAW supaya terus menambahkan amal sholeh dan bisa istiqomah.
Tanda-tanda kematian sudah ada di dalam diri kita, kulit kita yang halus dan kencang sudah menjadi keriput, rambut kita ubanan, tubuh kita yang segar mulai batuk-batuk, ini utusan kematian.
Tidak ada yang mengtahui kapan ajal kematian datang menghampiri kita, hikmah dari Allah SWT adalah rahmat buat kita, kalau kita bisa mengtahui kapan ajal kematian datang kepada kita, contoh: fulan akan mati pada umur 52 tahun, tanggal sekian, jam 8 pagi lebih 5 menit, maka 50 tahun kita akan bermaksiat kepada Allah SWT, Kenapa..??, Karena masih ada sisa 2 tahun untuk bertaubat kepada Allah SWT.
Ini menjadi sesuatu bola api atau malapetaka untuk orang tersebut, oleh karena itu sangat dirahasiakan agar kita selalu mencari dan mencari amal sholeh istiqomah sehingga kita meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Sama seperti halnya malam Lailatul Qodar disembunyikan, karena jika diberitahu oleh Rasulullaah SAW Lailatul Qodar datangnya hari sekian, jam sekian, dikhawatirkan jika ada orang yang tahu malam Lailatul Qodar tersebut ada orang yang tidak sholat tetapi bermaksiat kepada Allah SWT, maka bisa menjadi dosa yang begitu besar akan berlipat-lipat ganda dan murkanya Allah SWT untuk orang tersebut.
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.
Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat". (QS. An-Nashr: 1-3).
Itulah surat An-Nashr, memang kita dianjurkan untuk bertahmid dan beristighfar, tapi bukan itu maksudnya, maksud surat itu arahnya ialah ajalnya Nabi SAW sudah dekat, jikalau Allah SWT sudah memberikan kemenangan kesuksesan lalu datang orang masuk islam berbondong-bondong cepat-cepat baca tahmid ungkapan terima kasih kepada Allah dan istighfar minta ampun kepada Allah SWT berarti tugasnya Nabi SAW sebentar lagi sudah selesai, nampaknya sebentar lagi Nabi akan meninggal dunia.
Ini utusan kematian untuk baginda Nabi kita Muhammad SAW sehingga Sayyidina Aisyah R.A mengatakan: “Nabi Itu tidak pernah melaksanakan sholat wajib setelat turun surat An-Nashr pasti Nabi SAW setelah Sholat mengucapkan Subhanaaka Robbanaa wabihamdika Allahumaghfirli (Maha Suci Engkau Yaa Allah maka ampunilah dosaku) setelah itu ayat turun setiap selesai Sholat Nabi tidak pernah meninggalkan Tahmid dan Istighfar kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, tidak ada yang lebih indah bagi kita setelah mendengar dari hadist ini yang pertama yaitu berburu-buru taubat, khawatir kalau ajal menjemput kita sedangkan kita belum bertaubat kepada Allah SWT. Kalau orang meninggal punya dosa belum taubat maka meninggalnya Su’ul Khotimah (Naudzubillahi min dzalik).
Semangat beribadah kepada Allah SWT, cari dunia tapi jangan sampai terlenakan dengan dunia berbaik sangka kepada Allah SWT kalau Allah SWT akan menerima taubat kita, 3 hari kata Imam Jabir, 3 hari sebelum Nabi SAW meninggal dunia Nabi SAW pernah berpesan:
“Jangan sekali-kali ajal menjemput kalian/meninggal dunia melainkan kalian harus berbaik sangka kepada Allah SWT, Allah SWT sayang kepada kalian, Allah SWT akan ampuni dosa-dosa kalian, Allah SWT akan cabut nyawa kita dalam keadaan Khusnul Khotimah (Aamiin yaa robbal alamiin). Ini perintah dari Nabi kita Muhammad SAW, tinggal kita ini meletakkan sesuatu pada realnya, kalau kita ingin dicabut keadaan kita dalam keadaan khusnul Khotimah maka rajin-rajin kita beribadah, rajin-rajin kita beramal sholeh”.
“Kalau anda mencari jalan selamat maka lewat jalannya, karena perahu tidak akan berjalan diatas gunung, perahu tidak akan bisa berjalan diatas daratan, perahu itu jalannya diatas air.
Kalau kita ingin meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah maka jalani jalan itu sampai kepada Khusnul Khotimah”. Menangis minta ampun sama Allah SWT.
Rasulullaah SAW pernah bersabda: “tanda orang yang matinya Su’ul Khotimah yang matanya kering”.
Matanya kering tidak pernah menangis mau dalam keadaan sendiri/depan orang/diatas sajadah tidak pernah menangis, senang terus bergembira, padahal Rasulullah SAW bilang “Banyak-banyak mengingat kematian”, ini orang yang tidak pernah menangis itu tanda orang yang meninggalnya Su’ul Khotimah (Yaa Allah),
Yang ke-2 yaitu yang hatinya beku/keras dengar suara adzan tidak terpanggil, dengar nasihat tidak dia tengok, dengar suara himbauan beramal sholeh tidak dia hiraukan, diajak ngaji/sholat/beramal sholeh tidak mau itu tanda orang yang matinya Su’ul Khotimah.
Yang ke-3 yaitu orang yang Cinta kepada Dunia sampai tidak beribadah maka matinya Su’ul Khotimah.
Yang ke-4 yaitu orang yang tinggi angan-angan, ingin jadi orang baik tapi tidak taubat-taubat, ingin jadi orang sedekah, uang punya tapi tidak disedekahkan, ingin jadi orang yang masuk surganya Allah SWT tapi amalnya didunia busuk (Naudzubillahi min dzalik).
Tanda-tanda yang menyebabkan orang mati dalam keadaan su’ul khotimah ialah orang yang suka mabuk, kalau uangnya banyak dia beli yang mahalan dikit, kalau uangnya sudah mulai menipis ia beli bir, sudah mulai cekak beli yang murahan. Ini yang suka mabuk itu matinya su’ul Khotimah, satu tetes hal yang memabukkan masuk kedalam tubuh kita maka 40 hari ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT, kalau sebelum 40 hari tersebut ia meninggal dunia maka matinya Su’ul Khotimah, dan yang durhaka kepada orang tua.
Kalau ngaji bawa pulpen, apa yang anda dapat anda catat, Kalau anda punya istri anda ajarkan kepada istri, Kalau anda punya anak ajarkan kepada anaknya, Jadi ilmu tidak berlalu begitu saja bertahun-tahun tidak ada yang bisa dipakai. Makanya dicatat “segala sesuatu yang dicatat meresap menempel selama-lamanya, segala sesuatu yang dihafal lupa”.
Jadi tanda orang yang meninggalnya Su’ul Khotimah ada 4 yang pertama ialah menyepelekan Sholat, yang ke-2 mabuk-mabukan, yang ke-3 Durhaka kepada orang tua, amalnya luar biasanya bagusnya tetapi ketika dia mati ibunya murka maka matinya dalam keadaan Su’ul Khotimah, yang ke-4 ialah jahat sama orang terutama sama orang muslim, sama orang usil sama orang itu jahil, tidak enak kalau mulutnya tidak menghujat, tidak menghina, tidak enak tangannya kalau tidak memukul orang, tidak enak kalau tidak menipu orang ini, orang yang termasuk jahat terhadap orang muslim maka dikhawatirkan matinya dalam keadaan Su’ul Khotimah.
Saudaraku kalau orang mati tetapi dia berusaha mendekatkan diri kepada orang sholeh, yang kedua rajin baca Qur’an baik dalam bulan Ramadhan ataupun diluar bulan Ramadhan. Ramadhan bakal balik lagi (panjang umur, Aamiin Allahumma Amiin).
Dan do’a kita minta sama Allah, jangan berdoa nangis di bulan Ramadhan saja sampai detik ini Allah SWT ada, ingin di Qobul maka berdoa, pahala juga tidak dikasih dalam bulan Ramadhan saja, hari ini kita beramal sholeh Allah bisa kasih pahalanya.
Beribadahnya kita ini karena Allah, bukan karena bulan suci Ramadhan, sembah Allah SWT dengan istiqomah beribadah sampai ajal kematian datang kepada kita, tanda orang yang dalam keadaan Khusnul Khotimah yakni;
- Cinta pada ulama dan dekat kepada mereka,
- Rajin baca Qur’an
- yang ketiga rajin Tahajjud, Tahajjudnya Sholat bukan nonton bola tapi tahajjudnya ibadah,
- yang keempat sering duduk sama ulama,
- yang kelima hatinya lembut pemaaf kepada orang, seakan akan hati tersebut hati orang yang sujud keapda Allah SWT.
Dan terakhir melalui hadits ini Rasulullah SAW pernah memberi nasehat kepada seorang anak kecil Abdullah Bin Umar dipegang pundaknya, bersabda Rasulullah SAW: “Wahai kamu, jadilah kamu didunia ini laksana turis, atau seperti orang yang berteduh”, ini dunia oleh karenanya kata beliau Nabi SAW “kalau kamu ada di sore hari jangan berharap kamu sampai pagi esok hari masih hidup, dan kalau kamu ada dipagi hari belum tentu sampai kepada sore hari, mungkin saja kematian menjemput kita”.
Mudah-mudahan kita semua di berkahi panjang umur, andai kata kematian tersebut menjemput kita, mudah-mudahan kita minta kepada Allah SWT agar dalam keadaan sujud, dalam keadaan beribadah, dalam keadaan membaca Al-Qur’an, dalam keadaan Ridho ibu dan bapak kita sehingga kita wafat dalam keadaan Khusnul Khotimah. Aamiin yaa robbal aalamiin. Semoga Bermanfaat.
يَااَللهِ بِهَا يَااَللهِ بِهَا، يَااَللهِ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
YAA ALLOH BIHAA YAA ALLOH BIHAA, YAA ALLOH BI HUSNIL KHOTIMAH
"Wahai Allah, dengan mereka (Ahlul Bait), wahai Allah dengan mereka, wahai Allah, berilah akhir yang baik (khusnul Khotimah)".
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

Sholawat Nariyah dari KH. Sofyan Miftahul Arifin Situbondo

 SHOLAWAT NARIYAH DARI KH. SOFYAN MIFTAHUL ARIFIN SITUBONDO

Sholawat Nariyah dari KH. Sofyan Miftahul Arifin Situbondo
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
إِلىَ حَضَرَةِ النَّبِيِّ المُصْطَفَى وَحَبِيْبِ المُجْتَبَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَسُوْلِ اللهِ  وَعَلَى آلِهِ وَأَوْلاَدِهِ وَأَزْواَجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَأَنْصاَرِهِ وَأَهْلِ سِلْسِلَةِ أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمْهُمْ وَيُعْلِى دَرَجاَتِهِمْ فىِ الجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْناَ مِنْ بَرَكاَتِهِمْ وَأَسْراَرِهِمْ وَأَنْواَرِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحاَتِهِمْ فىِ الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ , الفاَتِحَةَ ؛
إِلىَ أَرْواَحِ أَباَئِهِمْ وَأَزْواَجِهِمْ وَأَوْلاَدِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ مِنَ الأَنْبِياَءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَإِلىَ المَلاَئِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ ثُمَّ إِلىَ أَرْوَاحِ ساَدَتِناَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْماَنَ وَعَلِى وَإِلىَ بَقِيَّةِ الصَّحاَبَةِ وَالقَرَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتاَبِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ  
خُصُوْصاً إِلىَ حَضَرَةِ قُطُبِ الغَوْثِ وَمُحْيِ السُّنَّةِ وَالدِّيْنِ إِماَمِناَ وَقُدْوَتِناَ وَسَيِّدِناَ سُلْطاَنِ الأَوْلِياَءِ الشَّيْخِ عَبْدُ القاَدِرْ الجَيْلاَنِى وَالشَّيْخِ أَبِى الحَسَنْ الشَّاذِلىِ وَالشَّيْخِ أَبِى عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدْ بِنْ مُحَمَّدْ بِنْ يُوْسُفْ السَّنُوْسِى قَدَّسَ اللهُ سَرَّهُمْ وَنَفَّعَناَ وَأَزْوَاجَناَ وَأَوْلاَدَناَ وَذُرِّياَتِناَ وَجَمِيْعَ أَهْلِ الإِسْلاَمِ بِهِمْ وَبِبَرْكَتِهِمْ وَبِكَرَماَتِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ آمِيْنَ
خُصُوْصًا إِلىَ صاَحِبِ شَمْسُ المَعاَرِفْ الشَّيْخُ أَحْمَدْ بِنْ عَلِى البُوْنِى وَإِلىَ صاَحِبِ خَزِيْنَةُ الأَسْراَرِ الشَّيْخُ مُحَمَّدْ حَقِىُّ النَّازِلىِ ثُمَّ إِلىَ أَرْوَاحِ الأَئِمَّةِ الأَرْبَعَةِ المُجْتَهِدِيْنَ وَإِلىَ أَوْلِياَءِ اللهِ تَعاَلىَ الصَّالِحِيْنَ فىِ مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغاَرِبِهاَ حَيْثُ كَانُوْا وَكاَنَ الكاَئِنُ , الكاَئِنُ وَخُصُوْصًا إِلىَ سِلْسِلَةِ النَّارِيَّةِ وَمَشاَيِخِهِ نَفَّعَناَ اللهُ بِهِمْ ؛ الفاَتِحَةْ
الاخلاص ٣x
الفلق
الناس
الفاتحة
البقرة :ـ١-ـ٥
اية كرسي
استغفرالله العظيم ٣x
افضل الذكر فاعلم انه: لااله الاالله ١٠٠x
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
صلــوات ناريه
أَللَّـهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كاَمِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تاَماً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ نِ الَّذِى تَنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَتُناَلُ بِهِ الرَّغاَئِبُ وَحُسْنُ الخَوَاتِمِ وَيَسْتَسْقَى الغَماَمُ بِوَجْهِهِ الكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فىِ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ ٣١٣/١٠٠٠/٤٤٤٤/٤٠x
Artinya :
"Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam"
---------------------
دعاء 
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنامحمدوعلى اله وصحبه اجمعين. اللهم انانسالك ونتوسل اليك ونتشفع عندك بالصلاةعلى نبيك محمد صلى الله عليه وسلم. ان تقضي حاجاتنا فانه لايقضي حاجة احدالاانت ياحي ياقيوم برحمتك نستغيث (يامغيث اغثنا ٣x) 
أَللَّـهُمَ اجْعَلْ صَلَواَتِكَ وَبَرَكاَتِكَ عَلَى سَيِّدِ المُرْسَلِيْنَ وَإِماَمِ المُتَّقِيْنَ وَخاَتِمِ النَّبِيِّيْنَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ إِماَمِ الخَيْرِ وَقاَئِدِ الخَيْرِ وَرَسُوْلِ الرَّحْمَةِ أَللَّـهُمَّ ابْعَثْهُ المَقاَمَ المَحْمُوْدَ الَّذِيْ يَغْبِطُهُ فِيْهِ الأَوَّلُوْنَ وَالأَخِرُوْنَ ,  وصلى الله على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.   آمِيْنَ
-------------------
Penjelasan dan Fadhilah
Dalam kitab Afdhalush Shalawat 'Alaa Sayyidis Saadaat karya ulama besar Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dijelaskan mengenai shalawat di atas sebagai berikut:
هذه الصلاة التفريجية ذكرها الشيخ العارف محمد حقي أفندي النازلي في خزينة الأسرار ونقل عن الإمام القرطبي أن من داوم عليها كل يوم إحدى وأربعين مرة أو مائة أو زيادة فرج الله همه وغمه وكشف كربه وضره ويسر أمره ونور سره وأعلى قدره وحسن حاله ووسع رزقه وفتح عليه أبواب الخيرات والحسنات بالزيادة ونفذ كلمته في الرياسات وأمّنه من حوادث الدهر وشر نكبات الجوع والفقر وألقى له محبة في القلوب ولا يسأل من الله تعالى شيئاً إلا أعطاه ولا تحصل هذه الفوائد إلا بشرط المداومة عليها 

Artinya:
"Shalawat tafrijiyah atau shalawat pembebas ini telah disebutkan oleh Asy-Syaikh Al-Arif Billah Muhammad Haqqi Afandi an-Nazili dalam kitab karyanya yang berjudul Khazinatul Asraar, telah dinukil dari al-Imam al-Qurthubi bahwasanya barangsiapa mendawamkan atau mengistiqamahkan diri untuk mengamalkan setiap hari sebanyak 41 kali, atau 100 kali, atau lebih, maka Allah akan membebaskannya dari kesusahan dan kesedihan, menyingkapkan kekalutan dan kesulitannya, memudahkan urusannya, menyinari sanubarinya, mengangkat derajatnya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya, membukakan baginya pintu-pintu kebaikan, kebagusan dengan limpahan yang sangat banyak, kata-katanya akan terlaksana dalam kekuasaan, akan terjaga dari peristiwa-perisitwa masa yang tidak dikehendaki dan dari keburukan masa lapar dan kefakiran, dan akan mempertemukan baginya kecintaan dalam hati setiap manusia, dan tidaklah ia meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah akan memberikannya dan tidaklah seluruh khasiat atau fadhilah ini berhasil diraih kecuali dengan syarat mudawamah atau mengamalkannya secara istiqamah."  

وهذه الصلاة كنز من كنوز الله وذكرها مفتاح خزائن الله يفتح الله لمن داوم عليها من عباد الله ويوصله بها إلى ما شاء الله
Artinya:
"Shalawat ini merupakan kanzun min Kunuzillah (perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Allah). Mengamalkannya merupakan kunci penting untuk membuka perbendaharaan Allah yang akan Allah bukakan bagi siapa saja yang bersedia mendawamkannya diantara para hamba-hambaNya, dan orang yang telah dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkannya." (Lihat: Kumpulan Shalawat Milik Syaikh Ahmad bin Idris Pendiri Thariqah Idrisiyah).

وقال في موضع آخر من كتابه المذكور ومن الصلوات المجربات الصلاة التفريجية القرطبية ويقال لها عند المغاربة الصلاة النارية لأنهم إذا أرادوا تحصيل المطلوب أو دفع المرهوب يجتمعون في مجلس واحد ويقرؤونها أربعة آلاف وأربعمائة وأربعة وأربعين مرة فينالون مطلوبهم سريعاً 
Artinya:
"Dalam tempat lain dari kitabnya tersebut, Syaikh An-Nazili menyebutkan bahwasanya diantara sighat shalawat yang mujarab yaitu shalawat At-Tafrijiyah al-Qurthubiyah yang di negeri Maghrib dikenal dengan sebutan shalawat Nariyah, sebab dikatakan demikian karena apabila mereka menginginkan sesuatu yang dikehendaki atau ingin menolak hal-hal yang tidak disukai, mereka berkumpul dalam satu majelis dan membaca shalawat tersebut sebanyak 4444 kali. Maka segera saja mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan tersebut."
ويقال لها عند أهل الأسرار مفتاح الكنز المحيط لنيل مراد العبيد وهي هذه اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاماً تاماً على سيدنا محمد إلى آخرها كذا أجاز لي الشيخ محمد السنوسي في جبل أبي قبيس ثم الشيخ المغربي ثم الشيخ السيد زين مكي رضي الله عنهم وزاد السنوسي في كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك

Artinya:
"Di kalangan para ulama ahli asrar, shalawat Tafrijiyah atau Nariyah ini dikenal dengan nama Shalawat Miftahul Kanzil Muhith Linaili Muraadil 'Abiid (Kunci perbendaharaan luas untuk memperoleh harapan para hamba). Berikut ini shalawatnya:
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْمكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Allahumma shalli shalatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'alaa sayyidinaa Muhammadin tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawaiju wa tunaalu bihir raghaaibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumillak.

Artinya:
"Ya Allah, bershalawatlah dengan shalawat yang sempurna dan bersalamlah dengan salam yang sempurna pula kepada sayyidina Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang dengannya ikatan-ikatan terlepas, dengannya kesedihan-kesedihan lenyap, dengannya kebutuhan-kebutuhan didapat, dengannya kesenangan-kesenangan didapat, dengannya semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat pribadinya yang mulia, juga kepada para keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak segala yang ada dalam pengetahuanMu."

Demikianlah Asy-Syaikh Muhammad As-Sanusi mengijazahkan kepadaku (penulis kitab Afdhalush Shalawat) di gunung Abu Qubais, kemudian Syaikh Al-Maghribi, kemudian Syaikh Zain al-Makki semoga Allah meridhai mereka semua.  Imam As-Sanusi menambahkan lafal:

فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Fii Kulli Lamhatin wa Nafasin Bi 'Adadi Kulli Ma'luumil-lak
Artinya:
"Dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuanMu."

وقال من داوم عليها كل يوم إحدى عشرة مرة فكأنها تنزل الرزق من السماء وتنبته من الأرض
Artinya:
"Syaikh Al-Imam As-Sanusi berkata, "Barangsiapa yang mendawamkan diri untuk mengamalkannya setiap hari sebanyak 41 kali maka seakan-akan rizki turun langsung dari langit dan bumi menumbuhkannya." (Lihat: Shalawat 'Ala Ruhi Muhammad dan Khasiatnya).
وقال الإمام الدينوري من قرأَ هذه الصلاة دبر كل صلاة إحدى عشرة مرة ويتخذها ورداً لا ينقطع رزقه وينال المراتب العلية والدولة الغنية ومن داوم عليها بعد صلاة الصبح كل يوم إحدى وأربعين مرة ينال مراده أيضاً ومن داوم عليها كل يوم مائة مرة يحصل مطلوبه ويدرك غرضه فوق ما أراد ومن داوم على قراءتها كل يوم بعدد المرسلين عليهم السلام ثلاثمائة وثلاث عشرة مرة لكشف الأسرار فإنه يرى كل شيء يريده ومن داوم عليها كل يوم ألف مرة فله ما لا يصفه الواصفون مما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر
Artinya:
"Al-Imam Ad-Dinawari mengatakan, "Barangsiapa membaca shalawat Nariyah ini setiap kali selesai shalat sebanyak 11 kali dan ia menjadikannya sebagai wirid hariannya, maka rizkinya tidak akan terputus, dan ia juga akan mendapatkan derajat tinggi serta kekuasaan yang cukup. Barangsiapa yang mendawamkan diri untuk mengamalkannya setiap hari setelah selesai shalat subuh sebanyak 41 kali maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Barangsiapa yang mendawamkan diri membacanya setiap hari 100 kali, maka ia akan berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya bahkan lebih dari itu. Barangsiapa yang mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari sebanyak jumlah bilangan keseluruhan para rasul yaitu sebanyak 313 kali, maka rahasia-rahasia akan tersingkap, dan sesungguhnya ia akan melihat setiap sesuatu yang diinginkannya. Barangsiapa yang mendawamkan diri mengamalkannya setiap hari sebanyak 1000 kali, maka baginya anugerah yang tidak dapat disifati dengan suatu sifat, yang tidak pernah sekalipun mata melihatnya, yang tidak pernah sekalipun telinga mendengarnya, dan yang belum pernah terpikir oleh rasa manusia."

وقال الإمام القرطبي من أراد تحصيل أمر مهم عظيم أو دفع البلاء المقيم فليقرأ هذه الصلاة التفريجية وليتوسل بها إلى النبي صلى الله عليه وسلم ذي الخلق العظيم أربعة آلاف وأربعمائة وأربعاً وأربعين مرة فإن الله تعالى يوفق مراده ومطلوبه على نيته 

Artinya:
"Al-Imam Al-Qurthubi mengatakan, "Barangsiapa ingin mendapatkan sesuatu yang sangat penting dan agung, atau ingin menolak bala' yang sudah akut, maka hendaklah ia membaca shalawat At-Tafrijiyah ini, dan hendaklah ia bertawasul dengannya kepada kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang memiliki akhlaq aqung sebanyak 4444 kali. Maka seungguhnya Allah ta'ala akan mengabulkan keinginan dan permohonannya sesuai dengan permintaannya tersebut."

وكذا ذكر ابن حجر العسقلاني خواص هذا العدد فإنه إكسير في سبب التأثير انتهى جميع ذلك من خزينة الأسرار
Artinya:
"Demikian pula Al-Imam Ibn Hajar Al-Asqalaani telah menyebutkan mengenai khasiat atau keistimewaan bilangan ini, karena sesungguhnya ia merupakan elexir sebuah obat keajaiban sebagai penyebab untuk membuat sesuatu menjadi nyata. Semua yang dikutip dalam bab ini disebutkan dalam kitab Khazinatul Asraar."

Cara Pengamalan :
Dari penjelasan di atas, yang secara utuh kami kutipkan dari kitab Afdhalush Shalawat 'Alaa Sayyidis Saadaat, maka dapat diambil beberapa kesimpulan cara pengamalan beserta khasiatnya sebagai berikut:

Barangsiapa yang bersedia mengamalkannya setiap hari sebanyak 41 kali, 100 kali, atau lebih, maka Allah akan membebaskannya dari berbagai macam kesulitan, kesusahan, kesedihan, kekalutan. Selain itu Allah juga akan emmpermudah urusan duniawi dan ukhrawinya, hatinya akan disinari cahaya, derajatnya akan ditinggikan, keadaannya akan diperbaiki, rizkinya akan diluaskan, pintu-pintu kebaikan akan dibukakan, kata-katanya akan terlaksana, akan terjaga dari segala hal yang tidak dikehendaki, terhindar dari kefakiran, akan dicintai manusia, dan lain sebagainya.

Barangsiapa yang mengamalkannya sebanyak 4444 kali, maka Allah akan memberikan apa yang diinginkannya, menolak segala hal yang tidak disukainya, dan menyegerakan untuk mengabulkan apa yang diharapkannya. Allah juga akan memberikan sesuai dengan apa yang dimintanya.
Barangsiapa yang mengamalkannya sebanyak 11 kali secara istiqamah setiap hari, maka seakan-akan rizki turun langsung dari langit.

Barangsiapa yang mengamalkannya setiap kali selesai shalat sebanyak 11 kali dan menjadikannya sebagai wirid harian, maka rizkinya tidak akan pernah terputus, derajatnya kan ditinggikan, dan kekuasaannya akan dicukupi. 

Barangsiapa yang mengamalkannya secara istiqamah sebanyak 313 kali, maka ia akan mendapatkan anugerah yang tidak dapat disifati dengan suatu sifat apapun, yang tidak pernah dilihat oleh pandangan mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terpikir oleh rasa manusia.

Untuk mendapatkan fadhilah ataupun khasiat dari shalawat Nariyah ini, maka kunci utama dalam pengamalannya yaitu ikhlas, istiqamah, dan penuh kepercayaan terhadap keagungan serta ke-Mahakuasaan Allah Ta'ala. Selamat menikmati malam jumat, malam yang mulia, Sayyidul Ayyam, dan hari raya mingguan umat islam. Mari memperbanyak diri melantukan shalawat kepada Kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam karena memperbanyak shalawat di malam Jumat akan mendapatkan berbagai macam anugerah dan fadhilah besar dari Allah ta'ala. 
------------
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]

{هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}
“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” (HR. An-Nasa'i.)
------------------
Nah sekalian saya jelasin secara ilmu alatnya, 
Saya akan membahas berdasarkan ilmu nahwu (gramatika arab), kalimat2 yg hanya dijadikan persoalan oleh golongan wahabi. Karena wahabier menilai bahwa subyek/pelaku dalam kalimat2 sholawat nariyah adalah nabi muhammad sehingga mereka mengatakan musyirik kepada pembaca sholawat nariyah. Benarkah pendapat orang2 yg mngaku salafi dan mngikuti manhaj salaf tersebut?

Sebelum pembahasan, perlu diketahui bahwa bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah terhadap orang yang beriman untuk memohonkan rahmat kepada Nabi. Langsung saja ke TKP:
الذى = yang
Penjelasan : 
الذى disini Adalah Isim maushul tunggal laki2 yg menjadi na’at/shifat dari محمّد تَنحلّ به العُقد

Dengannya akan terlepas beberapa ikatan (kesusahan2)
تَنحلّ adalah Fiil mudlori’ dari madli َانحلّ yang mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى yang artinya adalah akan terlepas.
muthowa'ah adlah hasilnya bekas/kesan/akibat tatkala fi'il muta'adi berhubungan dengan maf'ulnya.
   
Contoh Muthowa’ah :
حلّل الله ُ العقدَ فانحلّ = Allah telah melepas beberapa ikatan (kesusahan), maka beberapa ikatan (kesusahan) terlepas.

Jadi terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan) akibat dari Allah telah melepasnya. Begitu juga pd kalimat تَنحلّ menjadi jelas bahwa yg melepas adalah Allah karena faidah kalimat tsb adalah hasilnya bekas/kesan/akibat

وتَنفرج به الكُرب=Dan dengannya akan terbuka beberapa kesulitan
تَنفرج adalah fi’il mudlori’ mabni ma’lum (kalimat aktif) dari madli انفرج mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu yang artinya adalah akan terbuka

Penjelasannya sama dgn تَنحلّ dan tidak perlu di ulang......
وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ =dan dengannya akan dipenuhi/ditunaikan beberapa kebutuhan
تُقْضَى adalah fi’il mudlori’ mabni majhul (kalimat pasif) dari madli قضي dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu. الْحَوَائِجُ adalah naibul fa’ilnya

Fi’il Mabni Majhul adalah Fi’il yg tidak menyebutkan fa’ilnya (subyek) karena sudah diketahui atau disamarkan. Dan yang mengganti posisi fa’il dinamakan naibul fa’il

Naibul Fa’il adalah Isim yg dirofa’kan baik secara lafadh atau mahal, menggantikan dan menempati tempatnya Fa’il yg tidak disebutkan.

Contoh :
تَقْضِى اللهُ الْحَوَائِجَ = Allah akan memenuhi beberapa kebutuhan
Karena yg memenuhi kebutuhan hanyalah Allah (sudah diketahui), maka fa’ilnya tdk disebutkan dan fi’ilnya dijadikan mabni majhul, menjadi تُقْضَى الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ  = dan akan diperoleh beberapa keinginan dan kematian yang baik (husnul khotimah) dan awan menurunkan hujan (kesedihan menjadi kebahagiaan) dengan wajahnya yang mulia

Semua fi’il2nya berbentuk Majhul (tidak menyebutkan fa’il) karena sdh diketahui fa’ilnya yakni Allah. Penjelasannya sama seperti sebelumnya
بِهِ = dengannya/sebab beliau Ba' adalah Huruf jer yang mempunyai arti sababiyyah(sebab) dan berta’alluq (terhubung) pada fi’il. Jadi nabi dijadikan sebab (wasilah/perantara) atas terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan2) dan terbukanya beberapa kesulitan, dst.

Kesimpulan :
Setelah membahas kalimat2 dari sholawat nariyah berdasarkan gramatika arab, maka menjadi jelas bahwa subyek/pelakunya adalah Allah, sedangkan nabi muhammad hanya dijadikan wasilah dalam permohonan rahmat kepada Allah.
======
Tambahan Satu lagi , makna huruf BA , pada kata "BIHI ", adalah بأ بمعنى سبب Ba' yang bermakna Sebab jadi تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ maksudnya Dengan Sebab Nabi Muhammadlah Hajat kita dikabulkan Oleh Alloh Swt. karena Kita bisa beriman karena adanya Rasul , Sah Syahadat kita karena Ada Syahadat Rasul , Ibadah kita diterima karena Bimbingan Rasul , maka Doa kita pun dikabulkan Itu karena Sebab Rasul.

Semoga bermanfaat
Wallahu'alam