Menangisi dosa-dosa kita..?
Menangisi kelemahan kita di hadapan Allah..?
Kita tidak bisa tiba-tiba menangis karena Allah begitu saja, kita tidak bisa merencanakan tangisan ini, kita tidak bisa menangis sesuai keinginan kita. Akan tetapi tangisan ini, timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.
Allah Ta’ala berfirman,
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,
قال لي النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : ” اقْرَأْ علَّي القُرآنَ ” قلتُ : يا رسُولَ اللَّه ، أَقْرَأُ عَلَيْكَ ، وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ ؟ ، قالَ : ” إِني أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي ” فقرَأْتُ عليه سورَةَ النِّساء ، حتى جِئْتُ إلى هذِهِ الآية : { فَكَيْفَ إِذا جِئْنا مِنْ كُلِّ أُمَّة بِشَهيد وِجئْنا بِكَ عَلى هَؤلاءِ شَهِيداً } [ النساء / 40 ] قال ” حَسْبُكَ الآن ” فَالْتَفَتَّ إِليْهِ ، فَإِذَا عِيْناهُ تَذْرِفانِ)
Dari Haani’ Maula Ustman radhiallahu ‘anhu berkata,
كان عثمان إذا وقف على قبر ؛ بكى حتى يبل لحيته ! فقيل له : تذكر الجنة والنار فلا تبكي ، وتبكي من هذا ؟! فقال إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” إن القبر أول منزل من منازل الآخرة ، فإن نجا منه ، فما بعده أيسر منه ، وإن لم ينج منه ؛ فما بعده أشد منه
Beliau berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama dari beberapa persingggahan di akhirat, jika ia selamat maka ia dimudahkan, jika tidak selamat maka tidaklah datang setelahnya kecuali lebih berat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2308, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi no. 1878).
Dalam "Kitab Daqa’iqul Akhbar" dijelaskan bahwa pada hari Kiamat, akan didatangkan seorang Hamba, setelah ditimbang amal perbuatannya, kejahatannya lebih berat daripada kebaikannya, maka ia diperintahkan untuk dibawa ke Neraka.
Sehelai bulu dari Bulu Matanya berbicara:
“Ya Tuhanku, Rasul-Mu Muhammad SAW pernah Bersabda: "Barangsiapa yang pernah menangis karena takut Kepada Allah Swt, Maka Allah Mengharamkan Matanya tersentuh Api Neraka. Sesungguhnya mataku biasa menangis karena takut Kepada Engkau Ya Rabb".
Akhirnya Allah SWT yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Mengampuni dosa-dosa Hamba tersebut dan menyelamatkannya dari Api Neraka, berkat pengaduan sehelai Bulu Mata yang biasa menangis karena takut kepada Allah SWT, ketika masih di Dunia.
Kemudian Malaikat Jibril mengumumkan bahwa telah selamat si Fulan bin Fulan dari Neraka berkat sehelai Bulu Matanya yang menangis karena takut kepada Allah SWT.
Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata:
Ka’ab Al-Ahbar berkata:
Yuuk mulai sekarang, mari sering bermuhasabah diri kita disetiap keheningan malam, meratapi segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, Jangan sia-siakan air mataMu keluar begitu saja yang bukan karena Allah. Semoga kita semua bagian dari hamba-hamba Allah yang selalu takut kepada Allah SWT agar hidup selamat di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMA













