RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK
Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.
SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI
Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!
THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL
Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang
DOA ABU DZAR AL-GHIFARI
Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati
DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP
awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).
KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR
keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.
HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH
Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih
Tampilkan postingan dengan label berdoa dengan asmaul husna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berdoa dengan asmaul husna. Tampilkan semua postingan
29 Juni 2016
ASMAUL HUSNA SEBAGAI TAWASUL DALAM BERDOA
Bertawasul dengan Asmaul husna dalam berdoa
diperintahkan oleh Allah swt. Allah swt berfirman: “Allah memiliki Asmaul
husna, hendaknya kamu berdoa dengannya.” (Al-A’raf/7: 180).
“Katakanlah, berdoalah kepada Allah atau
berdoalah kepada Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu berdoa, Dia
mempunyai Asmaul husna.” (Al-Isra’/17: 110).
Rasulullah saw bersabda: “Allah azza wa jalla
memiliki sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa yang berdoa dengannya doanya
diijabah.” (At-Tawhid, 195).
Sebagian ulama berkata : Berdoalah dengan
memuji Allah swt dan sebutlah di antara Asmaul husna sesuai dengan apa yang
diharapkan. Misalnya rizki, sebutlah:
Yaa Rozzaq, Yaa Wahhab, Yaa Jawwad, Yaa Mughni,
Yaa Mun’im, Yaaa Mufdhil, Yaa Mu’thi, Yaa Karim, Yaa Wasi, Yaa Musabbibal asbab,
Yaa Mannan, Yaa Rozzaqo may yasya’u bighoyri hisaab.
Wahai Yang Maha Pemberi rizki, Wahai Yang Maha Pemberi anugerah, Wahai Yang
Maha Dermawan, Wahai Yang Maha Memberi kekayaan, Wahai Yang Maha Memberi
kenikmatan, Wahai Yang Maha Memberi karunia, Wahai Yang Maha Memberi, Wahai
Yang Maha Mulia, Wahai Yang Maha Luas, Wahai Sebab dari semua sebab, Wahai Yang
Maha Pemberi karunia, Wahai Yang Maha Pemberi rizki kepada orang yang
dikehendaki tanpa perhitungan,
Jika mengharapkan pengampunan dan taubat,
sebutlah:
Yaa Tawwab, Yaa Rohman, Yaa Rohiim, Yaa Ro’uf, Yaa
Athuf, Yaa Shobur, Yaa Syakur, Yaa Afwu, Yaa Ghofur, Yaa Fattah, Yaa Dzal majdi
was samah, Yaa Muhsin, Yaa Mujmil, Yaa Mun’im.
Wahai Yang Maha Menerima taubat, Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Yang Maha
Penyayang, Wahai Yang Maha Penyantun, Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Yang Maha
Sabar, Wahai Yang Maha Bersyukur, Wahai Yang Maha Pemaaf, Wahai Yang Maha
Pengampun, Wahai Yang Maha Membuka pintu taubat, Wahai Yang Memiliki kemuliaan
dan pengampunan, Wahai Yang Maha Memberi kebaikan, Wahai Yang Maha Memberi
keindahan, Wahai Yang Maha Memberi kenikmatan.
Jika mengharapkan perlindungan dari musuh,
maka sebutlah:
Yaa Aziiz, Yaa Jabbar, Yaa Qohhar, Yaa
Muntaqim, Yaa Dzal bathsyisy syadid, Yaa Fa’alu lima yurid, Yaa Qoshimal marodah,
Yaa Tholib, Yaa Gholib, Yaa Muhlik, Yaa Mudrik, Yaa Man la yu’jizuhu sya’un.
Wahai Yang Maha Agung, Wahai Yang Maha Memaksa, Wahai Yang Maha
Perkasa, Wahai Yang Maha Pendendam, Wahai Yang Memiliki serangan yang dahsyat, Wahai
Yang Melakukan apa yang dihendaki, Wahai Yang Menghancurkan orang-orang yang
sombong, Wahai Yang Maha Menuntut, Wahai Yang Maha Mengalahkan, Wahai Yang Maha
Membinasakan, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Tidak Dilemahkan oleh
apapun.
Jika mengharapkan ilmu, maka sebutlah:
Yaa Alim, Yaa Fattah, Yaa Hadi, Yaa Mursyid, Yaa
Mu’izzu, Yaa Rofi.
Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Membuka pintu ilmu, Wahai
Yang Maha Memberi petunjuk, Wahai Yang Maha Membimbing, Wahai Yang Maha
Memuliakan, Wahai Yang Maha Meninggikan derajat.
Dan nama-nama Allah yang lain yang semakna
dengannya (kitab Iddadud Da’i: 199)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:: “Jika
dalam keadaan sujud seorang hamba menyebutkan: Ya Allâh ya Rabbahu ya Sayyidahu
tiga kali, maka Allah tabaraka wa ta`ala menjawabnya: ‘Aku di sini duhai
hamba-Ku, mohonlah hajatmu’.” (Amali Ash-Shaduq, 335).
Beliau juga berkata: “Jika ayahku memiliki
hajat ia sujud (di luar shalat dan ruku), kemudian ia membaca: Ya Arhamar Rahimin
tujuh kali, kemudian memohon hajatnya; selanjutnya ia berkata: “Tidak ada
seorang pun yang menyebut asma ini kecuali Allah swt menjawab: “Inilah Aku Yang
Maha Pengasih dari semua yang mengasihi, mohonlah hajatmu”. (Al-Wasail 7: 88,
hadis ke 16).













