Perisai Mukmin Sejati: amalan pedagang agar tidak rugi Perisai Mukmin Sejati: amalan pedagang agar tidak rugi

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label amalan pedagang agar tidak rugi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amalan pedagang agar tidak rugi. Tampilkan semua postingan

29 Juni 2016

Amalan Pedagang Agar Tidak Rugi

Amalan Pedagang Agar Tidak Rugi

Oleh: H. Rizqi Dzulqornain Al-Batawiy

Setiap pedagang pasti semuanya bercita-cita meraih untung dari dagangannya di samping itu mereka juga tidak kepengen rugi. Banyak pedagang yang gulung tikar, atau boro-boro dapet untung, balik modalpun tidak. Bahkan banyak punya utang, kontrakan nga kebayar, gaji karyawan duitnya kaga gablek, rumah jadi tandonan (jaminan) utang di bank, lantaran omset turun akibat pembeli/ pelanggan pindah ke toko lain atau juga gaya hidup yang berlebihan kaga sembabad (sesuai) dengan pemasukan.

Syekh Muhammad Said Bin Muhammad Salim Babashil (wafat 1330 Hijriyah) rahimahullah seorang ulama besar yang menjadi ahli fatwa di Makkah menyebutkan: Di antara amalan para pedagang untuk Jalbul Rizqi (menarik rizqi) yang diajarkan para ulama dalam kitab-kitab mujarrobat yang telah teruji kemanjurannya adalah menulis surat al-A'raf ayat: 10

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الأرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ

Walaqod makkanaakum fii ardhi ja-alalnaa lakum fiihaa ma-aa yisya qoliila maa tasykuruun.

"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur".


Ditulis di kertas setelah mengerjakan shalat Jum'at tentunya dalam keadaan berwudhu, menghadap qiblat dan tidak berbicara dengan niat melariskan dagangan. Setelah itu kertas yang sudah dituliskan ayat tersebut disimpan di toko atau di rumah yang dijadikan tempat usaha, maka demhan izin Allah Taala rizqi bakal datang dari berbagai penjuru barang dagangan laris dengan untung besar.

Adapun sanad Muttashil (bersambung) kepada imam Muhammad Said Bin Muhammad Salim Bababshil rahimahullah sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين البتاوي عن كياهي الحاج عبد الرزاق امام خليل عن العلامة الحبيب علوي بن عباس المالكي الحسني عن العلامة الشيخ عمر بن ابي بكر باجنيد عن الشيخ محمد سعيد بن محمد سالم بابصيل

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 126.