Perisai Mukmin Sejati: Kerajaan sriwijaya Perisai Mukmin Sejati: Kerajaan sriwijaya

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label Kerajaan sriwijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajaan sriwijaya. Tampilkan semua postingan

11 Oktober 2024

Kerajaan Melayu Sriwijaya

KERAJAAN MELAYU SRIWIJAYA DITAKLUKAN KERAJAAN TAMIL CHOLA 

Kerajaan Melayu Sriwijaya
Pada tahun 1025, Rajendra Chola I, raja dari Kerajaan Chola yang berasal dari Tamil Nadu di India Selatan melancarkan serangan laut terhadap pelabuhan Sriwijaya di Asia Tenggara Maritim Serangan ini menaklukkan Kadaram dan mengambil alihnya dari Sriwijaya. Ekspedisi ke luar negeri Rajendra terhadap Sriwijaya merupakan suatu peristiwa unik dalam sejarah India dan hubungan damai timbal baliknya dengan negara-negara Asia Tenggara. Beberapa tempat di Malaysia dan Indonesia diserbu oleh Rajendra Chola I dari Dinasti Chola. 

Invasi Chola membantu ekspansi perkumpulan saudagar Tamil seperti Manigramam, Ayyavole dan Ainnurruvar menuju Asia Tenggara. 

Invasi Chola menyebabkan runtuhnya Dinasti Syailendra Sriwijaya dan invasi Chola juga bertepatan dengan perjalanan pulang cendekiawan Buddhis agung, Atiśa dari Sumatra ke India dan Tibet tahun 1025. 

Ekspedisi Rajendra Chola I disinggung dalam Sejarah Melayu, sejarah Melayu abad pertengahan, dengan nama yang berubah menjadi Raja Chulan dan para pangeran Melayu memiliki nama yang berakhir dengan Cholan atau Chulan, seperti Raja Chulan dari Perak 

SC : FB sejarah Cirebon