Perisai Mukmin Sejati: Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung Perisai Mukmin Sejati: Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung

RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.

SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI

Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!

THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL

Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang

DOA ABU DZAR AL-GHIFARI

Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati

DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP

awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).

KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR

keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.

HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH

Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih

Tampilkan postingan dengan label Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung. Tampilkan semua postingan

23 September 2014

Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung

Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung - Objek Wisata Alam Curug Dago yang terletak di Desa Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat ini memiliki ketinggian air sekitar 12 m yang berada di kentinggian 800 m diatas permukaan laut, panorama alam yang disajikan di wisata ini adalah air terjun yang terbentuk dari aliran sungai Cikapundung ini cukup menarik untuk dinikmati.

Keberadaan Wisata Alam Curug Dago ini memang belum begitu terkenal di kota bandung, karena lokasinya yang cukup tersembunyi yang terletak didaerah Bukit Dago yang masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Ir Djuanda, Bandung, selain itu kurangnya sarana penunjang lainnya, seperti promosi dari pemerintah Bandung membuat Wisata Alam Air Terjun Curug Dago semakin minim pengunjung.
Meskipun demikian, Curug Dago ternyata menyimpan jejak sejarah yaitu dengan adanya dua prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Thailand yang pernah berkunjung ke tempat ini pada tahun 1818.  Kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) dari dinasti Chakri.

Akses Wisata Curug Dago
Untuk menuju Obyek Wisata Alam Air Terjun Curug Dago ada dua alternatif jalan yang bias ditempuh, yaitu melalui jalan seberang terminal Dago atau melalui Taman Budaya Ganesha Dago (Dago Tea House) di Jl, Ir. Djuanda.  Kedua jalan alternatif tersebut hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua atau dengan berjalan kaki.

Dan kalau mengambil rute dari Terminal Dago masuk ke jalan setapak berukuran satu meter setelah menempuh sekitar setengah kilo meter dari jalan besar.  Kondisi jalan sudah dibeton cukup rapi sehingga terasa nyaman untuk dilalui.  bagi yang membawa kendaraan sendiri dapat di parkir di pelataran parkir Taman Budaya dan selanjutnya melewati jalan setapak dengan turunan anak tangga yang lumayan curam.