Sultan Maulana Hasanuddin berperan penting dalam
penyebaran agama Islam di Banten. Ia mendirikan Kesultanan Banten sekaligus
menjadi penguasa pertama di kerajaan Islam tersebut. Bagaimana sepak terjang
Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan Islam di Banten...? Ikuti kisahnya
dalam cerita Sultan Maulana Hasanuddin berikut ini!RUH ORANG TUA MENUNGGU KIRIMAN DOA ANAK
Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya.
SHALAWAT SULTHON MAHMUD AL-GHOZNAWI
Sekali Baca = 300.000 Shalawat! Shalawat Sulthon Mahmud Al-Ghoznawi | Dahsyatnya Keutamaan!
THORIQOH SAMMANIYAH ABAH GURU SEKUMPUL
Dzikir Paling LANGKA Dalam 100 Tahun | Hanya Diberikan Kepada 1 Orang
DOA ABU DZAR AL-GHIFARI
Doa Abu Dzar Al-Ghifari yang Dikenal Para Malaikat di Langit-Menyentuh Hati
DZIKIR PEMBUKA SESUATU YANG TERTUTUP
awamkanlah membaca sebuah kalimat dibawah ini sebanyak 10 kali pada Pagi (subuh) dan Sore (ashar).
KEUTAMAAN DAN BERKAH MANDI DI WAKTU FAJAR
keistimewaan mandi fajar yaitu mandi pada pagi hari sebelum adzan subuh yang sebagian orang tidak mengetahuinya.
HAJAT TERKABUL DENGAN ISTIQOMAH SHALAT TASBIH
Memohon hajat yang sulit agar terkabul dengan barokah melaksanakan shalat tasbih
30 Juni 2015
RIWAYAT SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN
By Jakaswara 21.25
kesultanan banten, pangeran sabakingking, riwayat sultan maulana hasanudin banten, sejarah banten 1 comment
Sultan Maulana Hasanuddin berperan penting dalam
penyebaran agama Islam di Banten. Ia mendirikan Kesultanan Banten sekaligus
menjadi penguasa pertama di kerajaan Islam tersebut. Bagaimana sepak terjang
Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan Islam di Banten...? Ikuti kisahnya
dalam cerita Sultan Maulana Hasanuddin berikut ini!
Tersebutlah seorang tokoh penyebar agama Islam di
Banten bernama Hasanuddin dengan gelar Pangeran Sabakingkin atau Seda Kinkin.
Gelar tersebut pemberian dari kakeknya, Prabu Surasowan, yang menjabat sebagai
Bupati Banten. Sultan Maulana Hasanuddin sendiri merupakan putra kedua dari
pasangan Nyi Kawung Anten (putri Prabu Surasowan) dengan Syekh Syarif
Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu dari Sembilan Wali (walisongo).
Ketika Prabu Surasowan wafat, kedudukannya sebagai
Bupati Banten digantikan oleh putranya bernama Arya Surajaya atau Prabu Pucuk
Umum. Pusat pemerintahannya berkedudukan di Banten Girang (Banten Hulu), yang
masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Ketika itu, Prabu Pucuk
Umum masih menganut agama resmi Kerajaan Pajajaran yaitu agama Hindu.
Pada masa pemerintahan Prabu Pucuk Umum, Syekh Syarif
Hidayatullah harus kembali ke Cirebon untuk menggantikan Pangeran Cakrabuana
yang telah wafat sebagai Bupati Cirebon. Sementara itu, Pangeran Hasanuddin
lebih memilih menjadi guru agama Islam dan mendirikan pesantren di Banten.
Sejak itulah, ia dikenal sebagai Syekh Maulana Hasanuddin. Ketenarannya pun
telah melampaui kharisma pamannya, Prabu Pucuk Umum, sehingga hubungan mereka
menjadi tidak harmonis.
Meskipun menetap di Banten, Syekh Maaulana Hasanuddin
sering mengunjungi sang Ayah di Cirebon untuk bersilaturrahmi dan meminta
petunjuk. Suatu ketika, ia mendapat tugas untuk melanjutkan tugas sang Ayah
menyebarkan Islam di daerah Banten.
“Putraku,
Hasanuddin! Kini Engkau sudah dewasa. Pengetahuan agamamu pun sudah cukup
mumpuni. Saatnya pengetahuan itu kau sebarkan kepada seluruh rakyat Banten,” ujar Syekh Syarif Hidayatullah.
“Baik,
Ayah,” jawab
Pangeran Hasanuddin seraya berpamitan kembali ke Banten.
Setibanya di Banten, Syekh Maulana Hasanuddin
melanjutkan misi dakwah ayahnya. Bersama para santrinya, ia berkeliling dari
satu daerah ke daerah lainnya, mulai dari Gunung Pulosari, Gunung Karang atau
Gunung Lor, hingga ke Pulau Panaitan di Ujung Kulon.
Dalam upaya penyebaran Islam ke seluruh daerah Banten,
Syekh Maulana Hasanuddin tidak jarang mendapat hambatan. Salah satunya datang
dari Prabu Pucuk Umum yang bersikukuh ingin mempertahankan ajaran Sunda Wiwitan
(Hindu) sebagai agama resmi Kerajaan Pajajaran. Di lain pihak, Syekh Maulana
Hasanuddin menginginkan kegiatan dakwah Islam di Banten dapat berjalan lancar.
Maka, Prabu Pucuk Umum menantang Syekh Maulana
Hasanuddin untuk berperang, namun bukan duel di antara keduanya, melainkan
beradu ayam jago. Hal ini dilakukan demi menghindari jatuhnya banyak korban
jiwa dari kedua belah pihak.
“Wahai, Maulana Hasanuddin. Jika kamu ingin
menyebarkan Islam di daerah Banten, kalahkan dulu ayam jagoku! Jika kamu
berhasil memenangkan pertarungan ini, jabatanku sebagai Bupati Banten Girang
akan kuserahkan kepadamu. Tapi ingat, jika kamu yang kalah, maka kamu harus
menghentikan dakwahmu itu,” kata Prabu Pucuk Umum.
“Baiklah, kalau itu yang Prabu inginkan. Hamba
menerima tantangan itu,” jawab Maulana Hasanuddin.
Tempat adu kesaktian ayam jago itu akan dilaksanakan
di lereng Gunung Karang karena dianggap sebagai tempat yang netral. Pada hari
yang telah ditentukan, kedua pihak pun menuju lereng Gunung Karang. Prabu Pucuk
Umum dan Maulana Hasanuddin tidak hanya membawa ayam jago, tetapi juga membawa
pasukan bersenjata untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Selain itu, Prabu
Pucuk Umum tampak membawa golok yang terselip di pinggang dan tombak di
genggamannya. Syekh Maulana Hasanuddin hanya membawa sebilah keris pusaka
warisan Wali Songo.
Setibanya di arena pertarungan, Prabu Pucuk Umum
mengambil tempat di tepi utara arena dengan mengenakan pakaian hitam-hitam,
rambut gondrong sampai leher, dan mengenakan ikat kepala. Sementara itu, Syekh
Maulana Hasanuddin tampak berdiri di sisi selatan arena dengan mengenakan jubah
dan sorban putih di kepala.
Sebelum pertarungan dimulai, kedua ayam jago dibawa ke
tengah arena. Kedua ayam jago tersebut masih berada di dalam kandang anyaman
bambu. Ayam jago milik Prabu Pucuk Umum telah diberi ajian otot kawat tulang
besi dan di kedua tajinya dipasangi keris berbisa. Sementara ayam milik Maulana
Hasanuddin tidak dipasangi senjata apapun, tapi tubuhnya kebal terhadap senjata
tajam. Ayam itu telah dimandikan dengan air sumur Masjid Agung Banten. Pada
saat ayam itu dimandikan, dibacakan pula ayat-ayat suci Alquran.
Konon, ayam jago milik Syekh Maulana Hasanuddin adalah
penjelmaan salah seorang pengawal sekaligus penasehatnya yang bernama Syekh
Muhammad Saleh. Ia adalah murid Sunan Ampel dan tinggal di Gunung Santri di
Bojonegara, Serang. Karena ketinggian ilmunya dan atas kehendak Allah, ia
mengubah dirinya menjadi ayam jago.
Di pinggir arena, kedua belah pihak tampak tegang.
Syekh Maulana Hasanuddin bersama rombongannya yang terdiri dari para ustadz dan
santri larut dalam doa memohon pertolongan dari Allah. Sementara itu, pihak
Prabu Pucuk Umum yang terdiri dari ratusan ajar (pendeta) dan punggawa
(panglima) juga terlihat komat-kamit membaca mantra.
Dalam suasana tegang, salah seorang Punggawa yang
mewakili kedua belah pihak masuk ke tengah arena untuk membacakan pengumuman:
“Yang Mulia Syekh Maulana Hasanuddin dan Prabu Pucuk
Umum, perkenankanlah kami membacakan pengumuman sebagai berikut:
Pertama, sebagaimana yang telah disepakati, bahwa
apabila Prabu Pucuk Umum kalah, maka pihak Maulauna Hasanuddin akan diberi
kebebasan untuk menyebarkan Islam di Banten. Sebaliknya, apabila Prabu Pucuk
Umum yang menang, maka Maulana Hasanuddin harus menghentikan kegiatan dakwahnya
di Banten Tengah dan Selatan.
Kedua, pihak yang kalah harus menunjukkan tanda
pengakuan dengan menyerahkan senjata kepada pihak yang menang.
Ketika, kepada yang hadir agar dapat menahan diri dan
menjaga ketertiban dengan tidak memasuki arena selama pertandingan berlangsung.
Demikian pengumuman ini kami sampaikan.”
Begitu pengumuman selesai dibacakan, gong pun
dibunyikan sebagai tanda pertandingan akan dimulai. Kedua ayam jago segera
dikeluarkan dari sangkarnya masing-masing. Suasana yang tadinya mencekam
berubah menjadi ramai. Riuh rendah suara penonton pun membahana memberi
semangat kepada kedua ayam jago yang akan bertarung.
Di tengah gelanggang, kedua ayam jago saling mendekat.
Sesekali keduanya silih berganti berkokok dengan suara menantang. Pada saat
berhadap-hadapan dengan jarak sekitar dua meter, keduanya saling menggertak
dengan posisi miring sambil berputar-putar membentuk lingkaran. Mata keduanya
saling menatap sangat tajam seolah-olah menyimpan dendam.
Selang beberapa saat kemudian, ayam jago Pucuk Umum
berhenti lalu mundur setengah meter untuk mengambil ancang-ancang. Dengan
kekuatan penuh, ia bergerak maju menyerang sambil mengerahkan tajinya ke arah
dada lawannya. Ayam jago Sultan Maulana Hasanudian pun menyambut serangan itu.
Tak ayal, saat benturan fisik terjadi, keduanya pun terpental ke belakang.
Tubuh ayam jago Sultan Maulana Hasanuddin tidak mengalami luka sedikit pun.
Pertarungan semakin seru. Kedua ayam jago itu kembali
berhadap-hadapan. Ayam jago Pucuk Umum kali ini tampak lebih beringas. Tatapan
matanya semakin tajam dan memerah. Sementara ayam jago Sultan Maulana
Hasanuddin tetap berusaha tenang setelah mendapat serangan pertama. Pertarungan
semakin seru, sorak sorai penonton kembali bergemah menyemangati jagonya
masing-masing.
“Hidup Prabu Pucuk Umum...! Hidup Syekh Maulana
Hasanuddin..!”
Ketika kedua ayam jago itu mulai bertarung lagi,
suasana pun kembali mencekam. Dengan gerakan liar, ayam jago Pucuk Umum
menyerang lagi dan bermaksud merobek dada musuhnya. Mendapat serangan kedua
itu, ayam jago Sultan Maulana Hasanuddin berkelit ke kanan dan ke kiri untuk
menghindari taji keris berbisa itu. Ayam jago Pucuk Umum pun mulai kehilangan
kesabaran. Ia semakin kalap dan menyerang secara membabi buta. Tanpa diduga,
tiba-tiba ayam jago Sultan Maulana Hasanuddin terbang tinggi ke angkasa. Ayam jago
Pucuk Umum pun menyusulnya sehingga terjadilah pertarungan sengit di udara.
Semua pandangan penonton tertuju pada kedua ayam jago yang berada di udara.
Tiba-tiba ayam jago Pucuk Umum jatuh terkulai di tanah
dan meregang nyawa. Rupanya ayam jago itu terkena tendangan keras ayam jago Sultan
Maulana Hasanuddin. Para pendudung Pucuk Umum pun menjadi bungkam, sedangkan
pendukung Maulana Hasanuddin melompat kegirangan sambil meneriakkan:
“Allahu Akbar! Hidup Maulana Hasanuddin! Hidup Syariat
Islam!”
Akhirnya, Syekh Maulana Hasanuddin memenangkan
pertandingan adu ayam itu. Prabu Pucuk Umum pun mengaku kalah. Ia kemudian
mendekati Sultan Maulana Hasanuddin untuk memberi ucapan selamat seraya
menyerahkan golok dan tombaknya sebagai tanda pengakuan atas kekalahannya.
Penyerahan kedua senjata pusaka juga berarti penyerahan kekuasaannya kepada
Maulana Hasanuddin atas Banten Girang.
“Selamat, Maulana Hasanuddin! Sesuai dengan
kesepakatan kita, maka kini engkau bebas melakukan dakwah Islam sekaligus
menjadi penguasa di Banten Girang,” ujar Prabu Pucuk Umum.
Setelah itu, Prabu Pucuk Umum berpamitan. Ia bersama
beberapa pengikutnya kemudian mengungsi ke Banten Selatan, tepatnya di Ujung
Kulon atau ujung barat Pulau Jawa. Mereka bermukim di hulu Sungai Ciujung, di
sekitar wilayah Gunung Kendeng. Atas perintah Prabu Pucuk Umum, para
pengikutnya diharapkan untuk menjaga dan mengelola kawasan yang berhutan lebat
itu. Konon, merekalah cikal bakal orang Kanekes yang kini dikenal sebagai suku
Baduy.
Sedangkan para pengikut Prabu Pucuk Umum yang terdiri
dari pendeta dan punggawa Kerajaan Pajajaran menyatakan masuk Islam di hadapan
Syekh Maulana Hasanuddin. Dengan demikian, semakin muluslah jalan bagi Syekh
Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan dakwah Islam di Banten. Atas keberhasilan
tersebut, ia kemudian diangkat oleh Sultan Demak sebagai Bupati Kadipaten
Banten. Pusat pemerintahan semula di Banten Girang dipindahkan ke Banten Lor
(Surosowan) yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa.
Selanjutnya, karena keberhasilannya memimpin daerah
itu dengan membawa kemajuan yang pesat di berbagai bidang, Kadipaten Banten
kemudian diubah menjadi negara bagian Demak atau Kesultanan Banten dengan tetap
mempertahankan Maulana Hasanuddin sebagai sultan pertama.
Pada tahun 1526 M Banten Pesisir berhasil
direbut oleh Panglima Fadillah Khan dan pasukannya, Sultan Maulana Hasanudin
diangkat menjadi Bupati Banten Pesisir, pada usia 48 tahun. Konon ketika
terjadi huru hara, Sultan Maulana Hasanudin dibantu oleh beberapa pasukannya
dari Banten Girang. Kelak dikemudian hari Banten Girang menggabungkan diri
dengan wilayah Banten Pesisir, sehingga praktis Sultan Maulana Hasanudin
menjadi penguasa Banten Pesisir dan Banten Girang. Hampir semua penduduk Banten
beralih agama menganut Islam. Ia bernama nobat Panembahan Hasanudin.
Untuk memperkuat posisi pemerintahannya, Sultan
Maulana Hasanudin membangun wilayah tersebut sebagai pusat pemerintahan dan
administratif. Ia pun mendirikan istana yang megah yang didberi nama Keraton
Surasowan, mengambil nama kakeknya (Surasowan) yang sangat menyayanginya. Nama
Keraton tersebut akhirnya berkembang menjadi nama kerajaan. Berita ini
diabadikan didalam prasasti tembaga berhuruf Arab yang dibuat oleh Sultan Abdul
Nazar (1671-1687), nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan.
Pada tahun 1568 M Susuhunan Jati Wafat, kemudian
Penembahan Hasanuddin memproklamirkan Surasowan sebagai Negara yang merdeka,
lepas dan kekuasaan Cirebon. Panembahan Hasanuddin menikah dengan puteri
Indrapura, kemudian memperoleh putera, bernama Maulana Yusuf. Kelak Maulana
Yusuf menggantikan posisinya sebagai penguasa Banten.
Selain Maulana Yusuf, Panembahan Hasanudin dari
istrinya yang kedua, yakni Ratu Ayu Kirana (puteri sulung Raden Patah Sultan
Demak) yang juga sering disebut Ratu Mas Purnamasidi, Panembahan Hasanudin
memperoleh putera, diantaranya Ratu Winahon, kelak menjadi isteri Tubagus Angke
Bupati Jayakarta (Jakarta), dan Pangeran Arya, yang diangkat anak oleh bibinya,
Ratu Kalinyamat, kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Jepara.
Kini Banten telah di akui di berbagai wilayah
bahkan sampai ke daerah eropa maupun asia, banten juga sempat di sebut sebagai
Amsterdam karena banten adalah pusat perdagangan terbesar, banten juga terkenal
akan kebudayaannya yang mencolok klasik sangat mengundang para tamu untuk
melihatnya.
Teruslah mengetahui sejarah Perkembangan Banten,
karena melewati Sejarah, anak cucu kita pasti akan Bangga dengan kerja Keras
para Pahlawan di Banten.
08 April 2015
Pantai Bandengan Jepara, Wisata Pantai Dengan Pesona Yang Mengagumkan
Pantai Bandengan Jepara - Merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terletak di utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang berada di pesisir utara Jawa ini merupakan obyek wisata yang memiliki panorama alam yang cukup mengagumkan dengan pasir putihnya yang membentang luas serta ombaknya yang relatif tenang. Pantai Bandengan atau juga dikenal dengan pantai Tirta Samudera ini merupakan obyek Wisata unggulan kota Jepara, setiap musim liburan tiba, pantai ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun wisatawan manca negara.
Di Kawasan Objek Wisata Pantai Bandengan Jepara, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang begitu mengagumkan dengan hamparan pasir putihnya yang membentang luas dipadukan dengan rimbunnya pepohonan pandan atau pohon perdu di sepanjang pesisir Pantai Bandengan. Pantai ini memiliki struktur pantai yang landai dan airnya yang jernih dan bersih yang tidak kalah menarik dengan pantai yang terdapat di Pulau Bali.
Kondisi ombak pantai yang relatif tenang membuat Pantai Bandengan menjadi destinasi wisata pantai yang menyenangkan buat berenang ataupun sekedar bermain air di sekitaran pantai, selain itu anda akan disuguhkan dengan pemandangan unik yang jarang ditemukan di pantai manapun, yaitu anda dapat melihat ikan-ikan kecil yang berenang didalam air tanpa harus meyelam.
Kondisi ombak pantai yang relatif tenang membuat Pantai Bandengan menjadi destinasi wisata pantai yang menyenangkan buat berenang ataupun sekedar bermain air di sekitaran pantai, selain itu anda akan disuguhkan dengan pemandangan unik yang jarang ditemukan di pantai manapun, yaitu anda dapat melihat ikan-ikan kecil yang berenang didalam air tanpa harus meyelam.
Selain bisa menikmati alam sekitaran Kawasan Wisata Pantai Bandengan, anda juga dapat mengunjungi sebuah pulau yang terletak di tengah laut pantai bandengan, pulau tersebut adalah pulau Panjang. Di pulau ini anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang cukup indah dengan keanekaragaman flora dan fauna. Jika anda ingin mengunjungi pulau ini, anda bisa menyewa kapal atau perahu dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
Akses Menuju Pantai Bandengan Jepara
Sebagai tempat wisata pantai yang terkenal di wilayah Jepara, akses untuk menuju Lokasi Kawasan Obyek Wisata Bandengan ini tidaklah terlalu sulit, Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara sudah menyediakan berbagai sarana jalan dan pilihan transportasi untuk menuju Pantai Bandengan. Dari kota mana saja misalkan anda dari arah Semarang, Kudus, Demak, Purwodadi, atau yang lainnya langsung saja menuju ke terminal bus Jepara. Dari terminal bus tersebut, anda cukup naik angkutan umum yang langsung menuju Pantai Bandengan dengan tarif yang tidak terlalu mahal.Fasilitas Objek Wisata Pantai Bandengan
Untuk menunjang kenyamanan bagi para pengunjung Kawasan Wisata Pantai Bandengan, pihak pengelola wisata pantai ini telah mendirikan berbagai fasilitas seperti pondok-pondok peristirahatan, rumah makan, fasilitas MCK, peralatan renang ataupun peralatan lainnya sebagai penunjang aktifitas para pengunjung.
Demikian sekilas mengenai Pantai Bandengan Japara, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Bandengan Jepara, Wisata Pantai Dengan Pesona Yang Mengagumkan. Semoga bermanfaat.
07 April 2015
Pantai Parangtritis Yogyakarta, Wisata Pantai Yang Penuh Dengan Mitos
Objek Wisata Pantai Parangtritis - Pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang cukup populer di Yogyakarta selain kawasan objek wisata pantai lainnya seperti pantai Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Panorama Pantai Parangtritis yang terkenal dengan ombaknya yang besar menjadi ciri khas dari pantai ini, selain itu ada dua hal yang membuat Pantai Parangtritis ramai dibicarakan yaitu indahnya pemandangan sekitar Pantai saat terbenamnya matahari saat senja tiba dan adanya tentang mitos Nyai Roro Kidul, banyak orang percaya Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Nyai Roro Kidul yang menguasai laut selatan.
Selain itu, Kawasan Objek Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta ini juga terkenal dengan bukit-bukit pasirnya atau biasa disebut dengan gumuk. Biasanya pada musim kemarau angin bertiup lebih kencang, dan ombaknya rata-rata setinggi mencapai dua sampai tiga meter. Sebagai kawasan wisata pantai yang cukup terkenal, Pantai Parangtritis dikelola dengan cukup baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Mulai dari fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvernir khas di Parangtritis.
Kawasan Wisata Pantai Parangtritis berjarak hanya 27 km dari pusat Kota Jogjakarta. Untuk mencapai Parangtritis, anda dapat menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum, yaitu bus kota. Untuk yang memilih angkutan umum, anda dapat naik dari terminal Umbulharjo. Ada dua pilihan rute: melalui Imogiri-Siluk atau Kretek. Jika anda ingin memanjakan mata selama perjalanan pilihlah rute Imogiri-Siluk. Melalui rute Imogiri-Siluk, anda akan melewati pemakaman keluarga kerajaan dan disuguhi pemandangan bukit kapur yang indah dan unik. Tapi jika anda ingin cepat sampai ke Parangtritis, pilihlah rute Kretek.
Hanya dengan biaya masuk Rp 3.000,- ada banyak hal yang bisa dilakukan di Parangtritis. Melihat matahari terbenam adalah salah satu yang paling diminati. Oleh sebab itu, saat terbaik pergi ke Objek Wisata pantai Parangtritis Yogyakarta ini adalah saat menjelang senja. Remang romantis senja Parangtritis juga seringkali dimanfaatkan pasangan calon mempelai sebagai latar foto pranikah. Tersedia pula jasa bendi yang akan mengantar anda menyusuri permukaan pasir mulus Parangtritis. Kalau anda lebih suka naik kudanya langsung, anda juga bisa mendatangi jasa penyewaan kuda.
Permainan layang-layang juga dapat dijadikan pilihan jika ingin lebih mendapatkan suasana santai. Angin di Kawasan Pantai Parangtritis yang kencang dapat membantu anda menerbangkan layang-layang. Bahkan pemula yang tak pernah bermain layang-layang pun akan menerbangkan layang-layangnya dengan mudah dengan bantuan angin Parangtritis. Wajar saja jika Parangtritis sering dijadikan lokasi festival layang-layang. Untuk yang berjiwa petualang, ATV (All Terrain Vehicle) patut dicoba. Dengan ATV, anda dapat menaklukkan bukit-bukit pasir di sepanjang pantai. Biaya sewa ATV sekitar Rp. 50.000,- sampai dengan Rp 100.000,- per setengah jam.
Sebagai peringatan bagi para pengunjung di Pantai Parangtritis, karena kebuasan ombaknya, pengunjung Wisata Pantai Parangtritis tidak direkomendasikan untuk berenang karena sangat berbahaya. Namun di pinggir pantai tersedia fasilitas pemandian umum. Diantaranya adalah pemandian Parang Wedang yang airnya konon dapat mengobati berbagai penyakit kulit. Ini karena air di pemandian tersebut mengandung belerang.
Kuatnya mitos Nyai Rara Kidul juga menciptakan eksotisme tersendiri di Parangtritis. Upacara-upacara seringkali digelar untuk menghormati Nyai Rara Kidul. Oleh Kraton Yogyakarta, Parangtritis dijadikan tempat upacara Labuhan. Hampir setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, para nelayan setempat dan pengunjung melakukan upacara ritual di Parangtritis. Acara ritual diwarnai pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut. Puncaknya terjadi pada malam 1 Suro, dan dua sampai tiga hari setelah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Demikian Ulasan singkat mengenai Pantai Parangtritis, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat Keindahan Panorama Alam Objek Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta. Semoga bermanfaat.
Pantai Klayar Pacitan, Wisata Pantai Dengan Panorama Alamnya Yang Eksotis
Wisata Pantai Klayar Pacitan - Pantai Klayar merupakan salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Pacitan yang menawarkan pesona alamnya yang eksotik dengan hamparan pasir putihnya yang membentang luas dipadukan dengan bebatuan karang mirip sphinx, karang bolong, seruling laut serta air mancur alami yang muncul hingga setinggi 10 meter yang menjadikan Pantai Klayar Pacitan memiliki pesona alam yang sangat indah yang tiada duanya.
Kawasan Wisata Pantai Klayar Pacitan terletak kurang lebih 45 km sebelah barat Pacitan dan dapat dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil pribadi. Saat melakukan perjalanan menuju ke pantai Klayar pengunjung akan dihadapkan sebuah tantangan yang akan memacu adrenalin karena jalan yang sempit dan rusak di beberapa bagian, kelokan tajam serta rute naik turun perbukitan. Ada beberapa ruas dengan tanjakan dan turunan cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan menuju Kawasan Pantai Klayar.
Kawasan Wisata Pantai Klayar Pacitan bisa dikatakan sebagai pantai yang sangat cocok untuk olahraga selancar. Pada waktu-waktu tertentu, ombak yang ada di Pantai Klayar sangat cocok untuk berselancar. Selain itu, panorama pantai yang begitu biru dengan pasirnya yang begitu lembut akan membuat para wisatawan betah berlama-lama di pantai ini.
Selain itu, Objek Wisata Pantai Klayar Pacitan ini juga terdapat karang-karang besar yang bisa di naiki. Sangat cocok untuk dijadikan lokasi pemotreatan, baik untuk pre-wedding. Angin yang berhembus kencang di atas karang-karang membuat Anda makin terhanyut menikmati pesona Wisata Pantai Klayar ini. Dari atas karang-karang ini juga Anda bisa melihat hamparan biru laut tak berbatas di iringi suara hempasan ombak menerpa karang. baca juga Pantai Nampu, Wisata Pantai Wonogiri Yang Eksotis
Selain itu, Objek Wisata Pantai Klayar Pacitan ini juga terdapat karang-karang besar yang bisa di naiki. Sangat cocok untuk dijadikan lokasi pemotreatan, baik untuk pre-wedding. Angin yang berhembus kencang di atas karang-karang membuat Anda makin terhanyut menikmati pesona Wisata Pantai Klayar ini. Dari atas karang-karang ini juga Anda bisa melihat hamparan biru laut tak berbatas di iringi suara hempasan ombak menerpa karang. baca juga Pantai Nampu, Wisata Pantai Wonogiri Yang Eksotis
Rute Ke Kawasan Wisata Pantai Klayar Pacitan
Jika anda dari arah Pusat Kota Pacitan bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor ataupun mobil selama 3 jam perjalanan. Sarana transportasi yang digunakan untuk munuju obyek wisata pantai Klayar umumnya hanya ada pada pagi hari bersama dengan warga sekitar saat mau ke pasar di kecamatan pringkuku kecuali ojek.
Jika anda dari arah Yogyakarta, Ada beberapa rute yang bisa ditempuh untuk menuju Kawasan objek wisata pantai Klayar, tapi rute paling cepat dan sangat direkomendasikan yaitu dengan mengikuti rute dari daerah kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Melalui daerah Wonosari ke pantai Klayar di Pacitan hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja. Untuk mempermudah perjalanan, maka paling enak menggunakan motor sebagai alat transportasinya, karena jalan yang akan dilalui cukup berkelok-kelok dan sempit, sehingga jika menggunakan mobil akan memperlambat perjalanan. Rute menuju Pacitan dari Gunung Kidul Wonosari seperti berikut Wonosari – Pathuk – Kota Wonosari – Pracimantoro – Giribelah – Perbatasan Jateng Jatim – Punung – Pantai Klayar.
Sementara dari arah Solo ambil tujuan ke Kecamatan Pracimantoro, lanjutkan perjalanan hingga pertigaan Giribelah, kemudian belok ke kanan yang langsung ada tanjakan panjang dengan kemiringan radikal. Lanjutkan perjalanan hingga perempatan Kalak. Dengan kecepatan sedang, dari Kalak hanya dibutuhkan waktu satu jamuntuk tiba di Objek Wisata Pantai Klayar
Demikian sekilas mengenai Pantai Klayar Pacitan, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat tentang Pantai Klayar Pacitan, Wisata Pantai Dengan Panorama Alamnya Yang Eksotis. Semoga bermanfaat.
Jika anda dari arah Yogyakarta, Ada beberapa rute yang bisa ditempuh untuk menuju Kawasan objek wisata pantai Klayar, tapi rute paling cepat dan sangat direkomendasikan yaitu dengan mengikuti rute dari daerah kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Melalui daerah Wonosari ke pantai Klayar di Pacitan hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja. Untuk mempermudah perjalanan, maka paling enak menggunakan motor sebagai alat transportasinya, karena jalan yang akan dilalui cukup berkelok-kelok dan sempit, sehingga jika menggunakan mobil akan memperlambat perjalanan. Rute menuju Pacitan dari Gunung Kidul Wonosari seperti berikut Wonosari – Pathuk – Kota Wonosari – Pracimantoro – Giribelah – Perbatasan Jateng Jatim – Punung – Pantai Klayar.
Sementara dari arah Solo ambil tujuan ke Kecamatan Pracimantoro, lanjutkan perjalanan hingga pertigaan Giribelah, kemudian belok ke kanan yang langsung ada tanjakan panjang dengan kemiringan radikal. Lanjutkan perjalanan hingga perempatan Kalak. Dengan kecepatan sedang, dari Kalak hanya dibutuhkan waktu satu jamuntuk tiba di Objek Wisata Pantai Klayar
Demikian sekilas mengenai Pantai Klayar Pacitan, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat tentang Pantai Klayar Pacitan, Wisata Pantai Dengan Panorama Alamnya Yang Eksotis. Semoga bermanfaat.
Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali
Objek Wisata Pantai Indrayanti - Kabupaten Gunungkidul sangat terkenal dengan pantai-pantainya yang masih alami, seperti pantai kukup, krakal dan Baron. Dari beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, ada pantai yang memiliki suasana seperti di Bali, pantai apakah itu?jawabannya Pantai Indrayanti. Di Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul tersebut terdapat restoran dan cottage yang berjajar rapi sehingga membawa kesan keindahan tersendiri di Pantai Indrayanti.
Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunungkidul mempunyai konsep yang berbeda dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Walaupun sama-sama memiliki hamparan pasir putih dan batuan karang, namun Pantai Indrayanti memiliki nuansa yang berbeda, bisa dikatakan pantai kutanya Yogyakarta. untuk menarik wisatawan baik asing maupun lokal pihak pengelola memberikan sentuhan yang terlihat modern, hal tersebut dapat dilihat pada penataan lokasi serta penyediaan fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung di Kawasan Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul.
Saat anda memasuki lokasi ke Kawasan Wisata Pantai Indrayanti Jogja, anda akan dimanjakan dengan berbagai restoran yang berjejer rapi di sepanjang pinggir pantai, tak ketinggalan juga hamparan pasir putih dan batu karang yang semakin menjadikan Pesona Pantai Indrayanti terlihat indah yang tidak akan pernah ditemui di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Selain itu, konsep modern lain yang ditawarkan di Obyek Wisata Pantai Indrayanti adalah adanya fasilitas penyewaan jet sky untuk para pengunjung pantai. Dan satu hal yang perlu diperhatikan, jangan pernah membuang sampah sembarangan, karena akan dikenakan denda Rp 10 ribu, jadi tidak heran jika di Pantai Indrayanti terlihat bersih dan tertata rapi.
Sarana penunjang lainnya adalah cottage yang berjumlah tujuh yang letaknya di sekitar Pantai. Tempatnya sangat nyaman, karena selama menginap kita dapat menikmati suasana pantai pada malam hari. Untuk menginap di cottage, kita cukup membayar Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per malam.
Nama Indrayanti sendiri berasal dari nama pengelola pantai. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus tersebut termasuk pantai bagian timur di Kabupaten Gunungkidul. Pantai Indrayanti memang lagi fenomenal saat ini. Para wisatawan banyak yang datang dari Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
Untuk menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Indrayanti cukup mudah, karena akses jalan menuju pantai tersebut sudah beraspal. Tapi disarankan untuk para wisatawan membawa kendaraan sendiri karena di lokasi Wisata Pantai Indrayanti tidak ada angkutan khusus untuk menuju lokasi pantai. Sementara untuk Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil pribadi maupun mini bus. Baca juga Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis
Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Indrayanti, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Untuk menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Indrayanti cukup mudah, karena akses jalan menuju pantai tersebut sudah beraspal. Tapi disarankan untuk para wisatawan membawa kendaraan sendiri karena di lokasi Wisata Pantai Indrayanti tidak ada angkutan khusus untuk menuju lokasi pantai. Sementara untuk Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil pribadi maupun mini bus. Baca juga Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis
Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Indrayanti, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis
Obyek Wisata Pantai Baron - Pantai Baron merupakan salah satu objek wisata pantai di Gunungkidul yang menawarkan pesona keindahan alamnya yang cukup mempesona, pantai ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul atau kurang lebih 20 km arah selatan dari kota Wonosari atau sekitar 65 km dari Kota Yogyakarta.
Selain memiliki panorama alam yang cukup indah dengan bentangan pasir putihnya yang luas serta deburan ombak yang menantang, Kawasan Wisata Pantai Baron Jogja ini juga terdapat sebuah muara sungai bawah tanah yang mengalir ke laut yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain di sekitar pantai. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji karena di Pantai Baron telah terdapat fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan anak-anak, perahu bermesin, dan juga deretan toko yang menawarkan berbagai jenis cinderamata mulai dari buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cinderamata yang terbuat dari kerang laut. Cinderamata berbahan kerang yang banyak dijual di Pantai Baron Gunungkidul ini adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang, figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kerang laut.
Ada hal yang menarik di Kawasan Pantai Baron Jogja ini, pada setiap bulan Syuro tahun Jawa masyarakat nelayan sekitar Pantai Baron menyelenggarakan Upacara Sedekah Laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yang melimpah dan keselamatan saat mencari ikan di laut.
Sebelumnya, sebagaian besar dari penduduk di sekitar Pantai Baron bukanlah nelayan melainkan petani yang mengolah kebun. Suatu ketika ada seseorang yang memulai menangkap ikan di pinggiran pantai dan mendapatkan banyak ikan, kemudian banyak penduduk yang mengikuti orang tersebut untuk menangkap ikan.Semakin lama, ikan di pinggir pantai semakin sedikit kemudian penduduk mencoba menangkap ikan ketengah laut menggunakan rakit kayu. Adanya kapal di pantai ini karena suatu ketika terjadi tragedi nelayan yang saat menangkap ikan di tengah laut digigit oleh ikan hiu maka kabar ini pun tersiar di mana-mana dan menjadikan pemerintah menyumbangkan perahu untuk nelayan Pantai Baron.
Akses Menuju Lokasi Wisata Pantai Baron Gunung kidul
Untuk menuju ke Lokasi Kawasan Wisata Pantai Baron, ada beberapa pilihan transportasi yang dapat gunakan. Seperti menggunakan taksi, bus umum, atau kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Anda yang hendak ke Pantai Baron dengan menggunakan kendaraan umum, jalur kendaraan umum yang dapat Anda tempuh adalah: Dari Stasiun Tugu menuju Terminal Giwangan ditempuh dengan bus Trans-Jogja jurusan 1A, di shelter Bandara Adisucipto Anda harus pindah bus jalur 3B—jalur bus yang menuju Terminal Giwangan. Biaya sekali jalan adalah Rp 3.000,00-. Dari Bandara Adisucipto, Anda dapat langsung naik bus Trans-Jogja jalur 3B langsung ke Terminal Giwangan. Ongkos bus dari bandara ke Terminal Giwangan adalah Rp 3000,00-. Sesampainya di Terminal Giwangan, Anda dapat naik minibus jurusan Yogyakarta-Wonosari dengan jarak tempuh antara 1 hingga 2 jam. Setelah sampai di Wonosari, perjalanan dilanjutkan dengan minibus yang menuju Obyek Wisata Pantai Baron.Lihat juga Pantai Krakal Jogja, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona
Demikian sekilas mengenai Wisata Pantai Baron, semoga ulasan tentang Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul ini. Semoga bermanfaat dan selamat berkunjung.
Pantai Krakal Jogja, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona
Wisata Pantai Krakal Yogyakarta - Pantai Krakal merupakan salah satu obyek wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul yang menawarkan keindahan pesona alamnya dengan hamparan pasir putihnya yang bersih yang dipadukan dengan batuan karang di sekitar pantai. Kawasan Wisata Pantai Krakal Gunungkidul terbentang di ujung dari rangkaian pantai di sisi tenggara Kabupaten Gunungkidul, diantaranya Pantai Baron dan Kukup. Pantai Krakal terletak di wilayah desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari sekitar 65 km dari kota Yogyakarta yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam.
Perjalanan menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Krakal ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang cukup mempesona yakni bukit-bukit kapur yang diselingi dengan teras-teras batu karang. Hal tersebut merupakan ciri dari daerah karts yang dikelola penduduk. Berdasarkan penelitian geologis, pada zaman dulu daerah Krakal merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu-batuan karang yang nampak pada waktu itu, merupakan bekas rumah binatang karang yang hidup di lautan saat itu.
Panjang Pantai Krakal yang mencapai 40.000 meter membuat pantai ini menjadi pantai terpanjang di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa pendapat bahkan tanpa ragu menyebut Krakal sebagai yang terindah. Sisi barat dan timurnya dibatasi dengan tebing karang. Selain bisa menikmati Pesona Alam Pantai Krakal, pengunjung juga dapat bermain-main dengan ombak di Pantai Krakal.
Ada satu hal yang unik di Kawasan Pantai Krakal Jogja ini, yaitu munculnya beragam ikan hias di waku tertentu. Ketika situasi laut sedang surut, munculah ikan hias seperti Kepe, Bustum dan Pogat yang mempunyai ukuran besar serta ikan hias Tliger yang kecil. Munculnya ikan hias biasanya bersamaan dengan munculnya lumut saat musim kemarau datang. Ikan-ikan ini juga lebih banyak bermunculan saat awal bulan dibanding akhir bulan.
Dengan pesona alamnya yang cukup menarik ini, membuat beberapa biro perjalanan wisata di Jawa Tengah maupun Yogyakarta juga sudah mulai mempromosikan pantai cantik ini dan pengelola pantai sudah mulai berbenah. Rencananya di dekat Kawasan objek Wisata Pantai Krakal ini akan dibangun resort sebagai fasilitas penunjang.
Bagi para pengunjung yang ingin menikmati pesona alam maupun melepas penat karena rutinitas pekerjaan ataupun hal-hal lainnya, jika ingin berkunjung ke Pantai Krakal anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Akses menuju pantai juga sudah tergolong bagus, karena sepanjang jalan menuju pantai sudah beraspal. Sementara untuk fasilitas di Pantai Krakal juga sudah cukup memadai seperti warung makan dan juga penginapan.
Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Krakal Gunungkidul Yogyakarya, segala informasi mengenai objek wisata pantai ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Krakal Yogyakarta, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona. terima kasih dan semoga bermanfaat.
06 April 2015
Pantai Banyu Tibo, Wisata Pantai di Pacitan Yang Mempesona
Objek Wisata Pantai Banyu Tibo Pacitan - Pantai Banyu Tibo merupakan objek wisata pantai yang menyajikan panorama alamnya yang cukup indah yang jarang di temui di pantai-pantai di Indonesia. Pantai yang terletak di Desa Widoro yang berbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur selain dihiasi dengan hamparan pasir putihnya yang bersih, Pantai Banyu Tibo juga terdapat sebuah air terjun yang mengalir langsung ke Pantai.
Air Terjun di Kawasan Wisata Pantai Banyu Tibo ini terbentuk dari sebuah anak sungai yang bermuara tepat di bibir pantainya. Karena letak sungai yang berada di atas pantai, maka muara sungai kecil ini membentuk seperti air terjun dengan ketinggian sekitar 2 meter.
Untuk menikmati panorama air terjun di Kawasan Pantai Banyu Tibo, jika pengunjung ingin turun ke pinggiran pantai pengunjung bisa menggunakan tangga yang ada atau pengunjung bisa turun dengan tanpa tangga karena jarak untuk turun ke pinggiran pantai tidak terlalu tinggi, tetapi pengunjun diharapkan harus tetap waspada jika turun ke bawah karena ombak sekitar pantai bisa saja datang secara tiba-tiba.
Untuk menikmati panorama air terjun di Kawasan Pantai Banyu Tibo, jika pengunjung ingin turun ke pinggiran pantai pengunjung bisa menggunakan tangga yang ada atau pengunjung bisa turun dengan tanpa tangga karena jarak untuk turun ke pinggiran pantai tidak terlalu tinggi, tetapi pengunjun diharapkan harus tetap waspada jika turun ke bawah karena ombak sekitar pantai bisa saja datang secara tiba-tiba.
Untuk menuju ke Lokasi Kawasan Wisata Pantai Banyu Tibo tidakah sulit. Berjarak sekitar 110 km dari Kota Solo. Jalan termudah adalah mencari jalur arah Pantai Klayar, karena pantai ini tidak jauh dari Wisata Pantai Klayar. Disarankan anda mengunakan kendaraan pribadi. Karena akses Pantai ini belum dilewati oleh angkutan umum.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Banyu Tibo Pacitan, segala informasi dari pantai ini di rangkum dari berbagai sumber. Terima kasih dan Semoga bermanfaat.. selamat Berkunjung.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Banyu Tibo Pacitan, segala informasi dari pantai ini di rangkum dari berbagai sumber. Terima kasih dan Semoga bermanfaat.. selamat Berkunjung.
05 April 2015
Pantai Kuta, Wisata Pantai Bali Yang Mempesona
Wisata Pantai Kuta - Pantai Kuta merupakan salah satu tempat Wisata Pulau Bali yang terletak di sebelah selatan Kota Denpasar, Bali tepatnya di Kabupaten Badung. Pantai Kuta merupakan salah satu tujuan wisata favorit turis mancanegara karena memiliki cuaca yang panas cocok untuk turis mancanegara yang ingin berjemur dibibir pantai, Pantai Kuta telah menjadi objek wisata andalan Pulau Dewata Bali sejak awal tahun 70-an. Pesona Pantai Kuta Bali terkenal dengan sebutan pantai matahari terbenam atau sunset beach karena keindahannya pada saat matahari mulai terbenam hal ini kebalikan dari Pantai Sanur yang terkenal dengan sebutan Sunrise Beach.
Sebelumnya Objek Wisata Pantai Kuta ini merupakan tempat pelabuhan dagang dimana produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Pulau Bali, pada abad 19 seorang pedagang dari Denmark, Mads Lange datang ke Pulau Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta, karena keahliannya dalam bernegoisasi menjadikan Mads Lange sebagai pedagang yang cukup terkenal diantara raja-raja di Bali dan Belanda.
Kuta mulai berkembang dan terkenal setelah Hugh Mahbett menerbitkan buku dengan judul ” Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat sekitar untuk mengembangkan Pantai Kuta dengan menyiapkan segala fasilitas pariwisata yang bertujuan untuk menunjang perkembangan Objek Wisata Pantai Kuta Pulau Bali, dari Buku itu membuat banyak orang terinspirasi untuk membangun fasilitas wisata Pantai Kuta dengan membangun penginapan, restoran ataupun fasilitas penunjang lainnya.
Pada sore hari Kawasan Obyek Wisata Pantai Kuta mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun lokal, karena pada waktu ini banyak wisatawan ingin menyaksikan sunset atau matahari tenggelam yang sangat indah. Di Kuta sudah banyak terdapat pertokoan, restoran, hotel , tempat pemandian dan tempat menjemur diri, selain keindahan yang ditawarkan Pantai Kuta, tempat wisata yang terletak di Kabupaten Badung ini juga menawarkan berbagai hiburan seperti bar dan Restoran disepanjang Objek Wisata Pantai Kuta Bali.
Akses Menuju Lokasi Wisata Pantai Kuta
Untuk menuju Lokasi Wisata pantai Kuta Bali dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai Kuta. Transportasi untuk menuju ke pantai ini yang dapat digunakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau bus. Jika menggunakan bus, akan berhenti di Central Parkir Kuta. Dari Central Parkir Kuta, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pantai dengan transportasi umum.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Kuta Bali, segala informasi mengenai pantai kuta ini di rangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat Pesona Keindahan Objek Wisata Pantai Kuta Bali. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.
Akses Menuju Lokasi Wisata Pantai Kuta
Untuk menuju Lokasi Wisata pantai Kuta Bali dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai Kuta. Transportasi untuk menuju ke pantai ini yang dapat digunakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau bus. Jika menggunakan bus, akan berhenti di Central Parkir Kuta. Dari Central Parkir Kuta, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pantai dengan transportasi umum.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Kuta Bali, segala informasi mengenai pantai kuta ini di rangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat Pesona Keindahan Objek Wisata Pantai Kuta Bali. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.
Menikmati Sunrise Beach di Kawasan Wisata Pantai Sanur Bali
Wisata Pantai Sanur Bali - Pantai Sanur merupakan salah satu tempat Wisata Pulau Bali yang cukup menarik untuk dikunjungi. Pantai ini terletak persis di sebelah timur kota Denpasar, Bali. Kawasan Pantai Sanur sudah terkenal sejak dahulu kala pada saat terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906, di mana pada saat itu pasukan Belanda mendaratkan tentaranya di pantai Sanur. Dalam sejarah Bali Kuno, Pantai Sanur juga sudah terkenal dengan adanya bukti berupa tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang merupakan prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala sekitar tahun 917 Masehi, di mana prasasti tersebut terdapat di Blanjong, daerah bagian selatan dari Obyek Wisata Pantai Sanur.
Obyek Wisata Pantai Sanur Bali mulai diperkenalkan ke dunia internasional pada tahun 1932 oleh seorang pelukis bernama A. J. Le Mayeur yang merupakan warga Negara Belgia. Keindahan Panorama Pantai Sanur membuat Le Mayeur memutuskan tinggal di Sanur dan kemudian mendirikan sanggar lukis, lalu Le Mayeur menikah dengan seorang gadis Bali Ni Nyoman Pollok yaitu seorang penari Legong yang cukup terkenal. Kini sanggar lukis yang didirikan oleh Le Mayeur dijadikan sebuah Museum yang letaknya berada di area Kawasan Wisata Pantai Sanur.
Selain terkenal dengan keindahan panorama alamnya Wisata Pantai Sanur juga terkenal dengan sebutan Sunrise beach atau pantai matahari terbit kebalikan dari Pantai Kuta yang terkenal dengan sunset beach (pantai Matahari Terbenam).
Pantai Sanur Bali sekarang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata seperti hotel, restoran, kafe ataupun art shop. Selain fasilitas-fasilitas tersebut pada area pantai juga telah dibangun semacam pondok kecil yang digunakan untuk tempat duduk atau bersantai sambil menunggu Keindahan Sunrise Beach di Pantai Sanur.
Lokasi Objek Wisata Pantai Sanur berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Denpasar dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Jika menggunakan kendaran umum, wisatawan tak perlu khawatir karena kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Sanur Bali, segala informasi mengenai pantai sanur ini di rangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi refensi bagi anda mengenai Objek Wisata Pantai Sanur Bali, Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Demikian sekilas tentang Objek Wisata Pantai Sanur Bali, segala informasi mengenai pantai sanur ini di rangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi refensi bagi anda mengenai Objek Wisata Pantai Sanur Bali, Semoga bermanfaat dan terima kasih.
































