Mengenal 7 Raja Penguasa 7 Hari - Perisai Mukmin Sejati Mengenal 7 Raja Penguasa 7 Hari - Perisai Mukmin Sejati

11 Desember 2025

Mengenal 7 Raja Penguasa 7 Hari

Mengenal 7 Raja Penguasa 7 Hari

Dalam khazanah kitab hikmah klasik, khususnya yang beraliran Maghribiyyah (seperti karya-karya Imam Ahmad Al-Buni dalam Shams al-Ma'arif al-Kubra atau Manba' Usul al-Hikmah), tatanan kosmologi spiritual sangat terstruktur. Setiap hari dalam seminggu berada di bawah naungan planet (kawkab), diperintah oleh Malaikat Ruhani (Golongan Atas/Samawi), dan dilayani oleh Raja Jin (Golongan Bawah/Ardhi).

Berikut adalah penjelasan detail dan lengkap mengenai 7 Raja Jin dan 7 Malaikat Ruhaniyah penguasa hari, beserta kelebihan, wewenang, dan pasukan mereka menurut manuskrip hikmah Maghribiyyah.

1. Hari Ahad (Minggu)
  • Planet (Kawkab): Asy-Syams (Matahari).
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Ruqaya'il (رقياييل)
  • Raja Jin (Ardhi): Al-Mudhib (المذهب) - Julukannya "Abu 'Abdallah Sa'id"
  • Warna Khas: Kuning Emas.
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Al-Mudhib memiliki kekuasaan dalam hal-hal yang berkaitan dengan kewibawaan agung, menundukkan hati para pemimpin atau raja, serta mendatangkan rezeki yang bersifat emas/harta karun. Ia juga ahli dalam Mahabbah (pengasihan) tingkat tinggi dan membungkam lisan musuh. Dalam ilmu kimia kuno (simia), ia dikaitkan dengan transmutasi logam menjadi emas.
  • Pasukan: Disebutkan dalam kitab Al-Ajnas, Al-Mudhib memerintah lebih dari 360 kabilah (suku) jin. Setiap kabilah terdiri dari 100.000 pasukan marid (jin pembangkang yang kuat) yang tunduk mutlak padanya. Pasukannya sering menampakkan diri dengan atribut berwarna kuning atau keemasan.
2. Hari Itsnain (Senin)
  • Planet (Kawkab): Al-Qamar (Bulan)
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Jibra'il (جبرئيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Murrah (مرة) - Julukannya "Abu al-Harith" atau "Abu al-Nur"
  • Warna Khas: Putih Perak
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Murrah memiliki wewenang dalam urusan yang berkaitan dengan air, penyembuhan penyakit (terutama penyakit gila atau sihir), keselamatan dalam perjalanan laut, dan kabar berita (kasyf). Ia juga sangat kuat dalam hal Talfiq (mendamaikan dua orang yang berselisih) dan urusan kasih sayang yang lembut. Karena sifat bulan yang berubah-ubah, ia juga menguasai ilmu halimunan (menghilang).
  • Pasukan: Raja Murrah memimpin pasukan jin yang mayoritas berwarna putih. Ia membawahi para jin penghuni awan dan udara. Jumlah pasukannya sangat besar, digambarkan "memenuhi ufuk timur dan barat" ketika dipanggil dengan Qasam yang benar. Pasukannya dikenal sangat cepat dalam membawa kabar.
3. Hari Tsulatsa (Selasa)
  • Planet (Kawkab): Al-Marrikh (Mars)
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Samsama'il (سمسمائيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Al-Ahmar (الأحمر) - Julukannya "Abu Ya'qub" atau "Abu Muhriz"
  • Warna Khas: Merah Darah
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Sesuai dengan sifat Mars yang panas, Al-Ahmar berkuasa atas hal-hal yang berkaitan dengan darah, peperangan, keberanian, dan kehancuran (Tadmir). Ia dipanggil untuk membuat musuh sakit (pendarahan), mencerai-beraikan persekutuan zalim, atau sebaliknya, menghentikan pendarahan hebat. Ia sangat ditakuti karena sifatnya yang keras dan temperamental.
  • Pasukan: Ia memimpin bala tentara jin yang dikenal sebagai Bani Al-Ahmar. Pasukannya sangat beringas dan kuat secara fisik. Disebutkan ia memiliki 70 panglima perang utama, di mana setiap panglima membawahi 70.000 pasukan yang siap menghancurkan target spiritual.
4. Hari Arba'a (Rabu)
  • Planet (Kawkab): 'Utarid (Merkurius)
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Mika'il (ميكائيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Barqan (برقان) - Julukannya "Abu al-'Aja'ib" (Bapak Keajaiban)
  • Warna Khas: Biru Langit atau Campuran.
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Barqan adalah raja yang cerdas, menguasai ilmu pengetahuan, logika, penulisan, dan angka. Ia sering dipanggil untuk membantu dalam ilmu hikmah, membuka rahasia alam, meningkatkan kecerdasan, dan memenangkan perdebatan. Ia juga menguasai tipu muslihat dan kecepatan (seperti merkurius).
  • Pasukan: Barqan adalah satu-satunya raja yang disebutkan secara spesifik memimpin dua golongan besar jin: Golongan Muslim dan Golongan Yahudi/Nasrani. Ia memiliki kekuasaan atas jin-jin yang ahli dalam teknologi atau pembuatan alat-alat ajaib. Jumlah pasukannya tidak terhitung, namun ia memiliki 4 menteri utama yang mengatur urusan pasukannya.
5. Hari Khamis (Kamis)
  • Planet (Kawkab): Al-Musytari (Jupiter)
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Sarfaya'il (صرفيائيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Syamhurisy (shamhurish) - Julukannya "Abu al-Walid"
  • Warna Khas: Putih Bersih atau Ungu
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Syamhurisy dikenal sebagai "Qadhi al-Jinn" (Hakimnya para Jin). Ia sangat bijaksana, adil, dan religius (Muslim yang taat). Kekuasaannya meliputi urusan kehakiman, membebaskan tawanan, mendatangkan rezeki dari arah tak disangka, menaikkan derajat/pangkat, dan segala hal yang berkaitan dengan kemuliaan agama. Konon, di masa sekarang wewenangnya sering diwakilkan kepada penggantinya (Raja Mutawakkil) karena Syamhurisy sering berkhalwat (menyepi) atau menurut sebagian riwayat, telah wafat.
  • Pasukan: Ia memimpin pasukan jin Muslim yang sangat taat. Pasukannya tidak akan bergerak untuk hal-hal yang melanggar syariat. Ia membawahi 49 kabilah jin mukmin, di mana para pemimpin kabilahnya adalah ulama di kalangan jin.
6. Hari Jumu'ah (Jumat)
  • Planet (Kawkab): Az-Zuhrah (Venus)
  • Malaikat Ruhani (Samawi): 'Anya'il (عنيائيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Zawba'ah (زوبعة) - Julukannya "Abu al-Hasan"
  • Warna Khas: Putih Kehijauan atau Hijau
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Sesuai sifat Venus, Zawba'ah menguasai urusan cinta, kegembiraan, musik, seni, dan pernikahan. Ia dipanggil untuk Mahabbah umum dan khusus, menyatukan suami istri, mendatangkan pelanggan (pelaris), dan segala hal yang bersifat hiburan atau kenikmatan duniawi. Ia juga memiliki akses kepada jin-jin perempuan (Awanid) yang cantik jelita.
  • Pasukan: Zawba'ah memimpin para jin yang tinggal di tempat-tempat yang asri dan indah. Ia memiliki 4 panglima dari 4 penjuru angin. Pasukannya dikenal sangat banyak jumlahnya, terutama dari golongan jin yang suka berpesta dan bermusik. Disebutkan setiap panglimanya membawahi 400.000 pasukan.
7. Hari Sabt (Sabtu)
  • Planet (Kawkab): Zuhal (Saturnus).
  • Malaikat Ruhani (Samawi): Kasfaya'il (كسفيائيل)
  • Raja Jin (Ardhi): Maymun (ميمون) - Julukannya "Abu Nukh"
  • Warna Khas: Hitam atau Biru Gelap
  • Kelebihan dan Wewenang (Tasrif): Raja Maymun (khususnya Maymun Abu Nukh) adalah raja yang sangat kuat, ditakuti, dan keras. Ia berkuasa atas hal-hal yang berat seperti menghancurkan bangunan, membuat sakit musuh, mengikat lidah (Iqdul Lisan), dan membuka harta karun yang tertimbun di dalam bumi (karena sifat Saturnus yang lambat dan berat). Ia juga sering dikaitkan dengan Tarhil (mengusir penghuni rumah/jin jahat).
  • Pasukan: Maymun memimpin bala tentara hitam. Ia memiliki 7 menteri yang sangat kejam terhadap jin-jin pembangkang. Pasukannya adalah yang terkuat secara fisik dalam hal mengangkat beban berat (mirip Ifrit). Ia membawahi golongan jin penggali tanah dan penghuni sumur tua.
Catatan Penting Mengenai Hierarki Dalam Kitab Hikmah Maghribiyyah, hierarkinya bekerja sebagai berikut:
  • 1. Allah SWT (Sumber segala kekuatan).
  • 2. Malaikat Ruhaniyah (Pengawas Mutlak): Raja Jin tidak akan bergerak kecuali dengan izin atau "cambuk" dari Malaikat Ruhaniyah hari tersebut. Oleh karena itu, dalam praktik Riyadhah atau Qasam, seorang praktisi (Hukama) biasanya menyeru Malaikat Ruhaniyah terlebih dahulu untuk menekan Raja Jin agar taat.
  • 3. Raja Jin (Al-Muluk Al-Sab'ah): Pelaksana perintah di alam fisik/gaib bawah.
  • 4. Khadam/A'wan: Pasukan bawahan yang mengerjakan tugas detail di lapangan.
  • Peringatan: Pengetahuan ini adalah bagian dari Khazanah Turats (warisan kuno). Mempraktikkannya tanpa guru yang bersanad (Ijazah) dan tanpa pemahaman bahasa Arab serta tata cara Khalwat yang benar sangat berbahaya secara mental dan spiritual.

    Dalam tradisi Hikmah Maghribiyyah (seperti yang tertuang dalam Shams al-Ma’arif atau Manba’ Usul al-Hikmah), penggunaan bukhur (dupa) dan warna pakaian bukanlah sekadar estetika. Ini adalah bagian dari hukum kesesuaian (Qanun al-Munasabat).

    Aroma bukhur berfungsi sebagai "makanan" bagi ruhaniyyah sekaligus menyamakan frekuensi energi, sedangkan warna pakaian berfungsi untuk menarik khasusiyat (karakteristik) dari planet yang menaungi hari tersebut.

Berikut adalah rincian lengkap bukhur dan pakaian untuk Riyadhah 7 Raja Jin:

1. Hari Ahad (Minggu) - Raja Al-Mudhib
  • Planet: Matahari (Syams)
  • Bukhur (Dupa): Utama: Sandal Surkh (Cendana Merah) dan Sandal Abyad (Cendana Putih).
  • Pendukung: Misk (Kasturi) murni dan ‘Ud (Gaharu). Aroma harus bersifat wangi, kering, dan mewah.
  • Pakaian (Libas): Warna Kuning (seperti warna emas) atau Kuning Gading.
  • Bahan yang disarankan adalah sutra (jika memungkinkan secara syariat) atau katun halus yang bersih.
  • Catatan: Hindari pakaian berwarna hitam atau biru gelap karena bertentangan dengan sifat Matahari yang terang.
2. Hari Itsnain (Senin) - Raja Murrah
  • Planet: Bulan (Qamar)
  • Bukhur (Dupa): Utama: Luban Dzakkar (Kemenyan Arab/Frankincense) kualitas super (yang bening kekuningan).
  • Pendukung: Mastaka (Mastic Gum) dan biji Kusbarah (Ketumbar - sering digunakan dalam pemanggilan yang bersifat jalb atau menarik).
  • Pakaian (Libas): Warna Putih bersih.
  • Pakaian harus sangat bersih, karena Raja Murrah sangat menyukai kebersihan dan cahaya yang lembut. Sorban putih sangat dianjurkan.
3. Hari Tsulatsa (Selasa) - Raja Al-Ahmar
  • Planet: Mars (Al-Marrikh)
  • Bukhur (Dupa): Utama: Sandal Ahmar (Cendana Merah) dan Qist (Kayu Qusthul Hindi).
  • Pendukung: Terkadang menggunakan campuran Falful (Lada) atau Zanjabil (Jahe) kering untuk menambah elemen "panas".
  • Pakaian (Libas): Warna Merah darah atau Merah terang.
  • Dalam beberapa riwayat Maghribi, praktisi juga mengenakan cincin dengan batu akik merah atau tembaga merah saat berhadapan dengan khadam hari Selasa.
4. Hari Arba'a (Rabu) - Raja Barqan
  • Planet: Merkurius (Utarid)
  • Bukhur (Dupa): Utama: Muql Azraq (Mukil Biru/Commiphora mukul) dan Jawi (Benzoin/Kemenyan Jawa).
  • Pendukung: Amber (Ambar) atau campuran serbuk-serbuk wangi yang ringan sifatnya.
  • Pakaian (Libas): Warna Biru Langit, Biru Laut, atau pakaian bermotif/belang (campuran berbagai warna).
  • Karena 'Utarid bersifat "Imtizaj" (bercampur), pakaian yang memiliki kombinasi warna (misalnya lurik atau tenun multi-warna) sangat disukai oleh Raja Barqan.
5. Hari Khamis (Kamis) - Raja Syamhurisy
  • Planet: Jupiter (Al-Musytari)
  • Bukhūr (Dupa): Utama: ‘Ud (Gaharu) kualitas tinggi dan Za’faran (Saffron).
  • Pendukung: Sandal (Cendana) dan Mastaka. Aroma harus sangat wangi, menenangkan, dan berwibawa selayaknya menghadap seorang hakim agung.
  • Pakaian (Libas): Warna Putih (paling utama karena kesalehannya) atau Hijau (warna surga/kemuliaan).
  • Pakaian harus sangat sopan, seperti jubah ulama, karena Syamhurisy adalah Raja yang sangat alim dan pemalu.
6. Hari Jumu'ah (Jumat) - Raja Zawba'ah
  • Planet: Venus (Az-Zuhrah)
  • Bukhur (Dupa): Utama: Qaranful (Cengkeh) dan Mastaka.
  • Pendukung: Misk (Kasturi) dan Sandal. Segala jenis bukhur yang baunya manis dan membangkitkan kegembiraan hati.
  • Pakaian (Libas): Warna Hijau muda atau Putih.
  • Disarankan menggunakan wewangian (parfum non-alkohol) yang kuat di badan, karena Raja Zawba'ah sangat menyukai keindahan dan aroma tubuh yang wangi.
7. Hari Sabt (Sabtu) - Raja Maymun
  • Planet: Saturnus (Zuhal)
  • Bukhur (Dupa): Utama: May'ah Sailah (Liquid Storax/Getah Rasamala cair) dan Hiltit (Asafoetida - baunya agak menyengat).
  • Pendukung: Murr (Myrrh) atau getah-getah pohon yang baunya pahit/berat. Ini sesuai dengan sifat Saturnus yang dingin dan kering.
  • Pakaian (Libas): Warna Hitam, Biru Dongker (Gelap), atau warna tanah gelap.
  • Seringkali praktisi menggunakan kain penutup kepala (imam/sorban) berwarna hitam legam saat melakukan riyadhah ini.
Tips Penting Dari penerjemah "Ashadi" (Penerjemah/Praktisi):
  • 1. Kualitas adalah Kunci: Dalam kitab klasik sering disebutkan "Bukhur dzu ra'ihah tayyibah" (dupa yang baunya wangi/bagus). Jangan menggunakan dupa kimia/sintetis. Ruhaniyyah golongan atas (Raja) sangat sensitif terhadap bau yang palsu atau busuk (kecuali untuk amalan syarr yang menggunakan bukhur dzū rā'ihah karihah, namun ini tidak disarankan).
  • 2. Tahsin (Benteng): Sebelum membakar bukhur pemanggilan, pastikan sudah melakukan Tahsin (pagar diri) dan Ishraf al-'Ummar (mengusir jin penghuni lokal sementara), agar asap bukhur tersebut murni sampai kepada Raja yang dituju dan tidak "dimakan" oleh jin-jin liar di sekitar tempat ritual.
  • 3. Kombinasi: Untuk hasil maksimal, kitab Maghribiyyah menganjurkan mencampur bukhur utama dengan Ketumbar (Kusbarah) saat membaca Qasam (Sumpah), karena ketumbar memiliki sifat mempercepat kedatangan khadam (Isra').

0 comments:

Posting Komentar